Buat Media Belajar Latih Siswa SD Berpikir Kritis, Firda Lulus S2 Unesa IPK 4!

ADVERTISEMENT

Buat Media Belajar Latih Siswa SD Berpikir Kritis, Firda Lulus S2 Unesa IPK 4!

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 16 Okt 2026 10:00 WIB
Firda, wisudawan terbaik S2 Unesa dengan IPK 4. Buat media pembelajaran yang melatih siswa SD berpikir kritis.
Firda, wisudawan terbaik S2 Unesa dengan IPK 4. Buat media pembelajaran yang melatih siswa SD berpikir kritis. Foto: dok. Universitas Negeri Surabaya
Jakarta -

Setiap pendidik pasti ingin menyajikan pembelajaran terbaik bagi murid-muridnya. Terutama untuk jenjang sekolah dasar (SD), perlu metode yang tepat agar siswa bisa tumbuh menjadi anak yang kritis dan adaptif.

Hal itu menjadi tantangan yang akhirnya dijawab oleh Firda Emilia, lulusan S2 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Firda melihat saat ini media pembelajaran yang mampu menumbuhkan daya kritis siswa SD masih terbatas.

Dengan ilmu yang ia miliki, Firda merancang E-book berbasis Etno-STEAM untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa kelas 3 SD. Tak hanya berhasil di kelas, inovasi ini mengantarkan Firda meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Magister (S2) Unesa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 1,5 tahun dan berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

ADVERTISEMENT

E-Book Berbasis Etno-STEAM

Media pembelajaran digital yang diciptakan Firda mengintegrasikan lima disiplin ilmu, yakni sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika (STEAM). Dalam implementasinya, Firda juga menggunakan pendekatan kearifan lokal (etno).

Dari kombinasi STEAM dan etno, berbagai konsep pembelajaran abstrak yang kerap menyulitkan murid dibuat menjadi mudah untuk dipahami. Berbagai konsep pembelajaran ini dikemas menjadi cerita dan fenomena budaya sehari-hari yang dekat dengan kehidupan mereka.

Selama risetnya, Firda menerapkan inovasi ini di SD Darul Ulum Bungurasih Sidoarjo. Dengan format digital, pola belajar yang dahulu pasif berubah menjadi eksploratif.

Materi disampaikan dengan simulasi visual dengan ditambahkan berbagai elemen permainan edukatif. Namun, Firda tetap menambahkan pertanyaan pemantik.

Pertanyaan pemantik ini akan mendorong siswa untuk menganalisis masalah, menguji gagasan, dan menarik kesimpulan secara mandiri. Kualitas dan efektivitas riset pengembangan media pembelajaran Firda telah teruji dan kini telah dipublikasi pada jurnal ilmiah terakreditasi Sinta 2.

Guru SD yang Ingin Lanjut S3

Unesa menilai, kedalaman riset Firda berakar dari pengalamannya mengajar di lapangan. Bagaimana tidak, setiap hari ia adalah seorang guru SD sekaligus pengajar les privat yang pasti bertemu dengan murid.

Di sela-sela kesibukan itu, ia juga mengikuti perkuliahan dan menelaah jurnal ilmiah melalui perpustakaan digital. Guna memperluas keterampilan pengajarannya, Firda juga sempat ikut program magang dan kunjungan akademik ke sejumlah lembaga pendidikan Malaysia dan Tailan.

Pengalaman internasional ini ia manfaatkan untuk membandingkan kurikulum dan metode pengajaran SD di luar negeri. Tak hanya di bidang akademik, ia juga punya hubungan baik dengan sesama pendidik.

Firda diketahui berkolaborasi dengan sesama pendidik untuk menerbitkan buku referensi mengenai Kurikulum Pendidikan dan Inovasi Muatan Lokal. Kini lulus S2, kehausan Firda untuk menuntut ilmu belum palum.

Ia menargetkan akan melanjutkan studi ke jenjang S3 dan mengikuti seleksi pendidik untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran dasar yang relevan dengan kebutuhan anak.



(det/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads