Ajeng Lintang Kinasih Suroso, S Ked, resmi diwisuda dari Universitas Brawijaya, Minggu (11/10/2026). Salah satu wisudawan terbaik periode VI UB ini meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,89.
Peerempuan yang lulus tepat waktu ini juga aktif berpestasi di ajang kompetisi ilmiah. Ia antara lain antara lain menyabet medali perak kategori poster pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-XXXVII 2024 dan juara 1 bidang anatomi Brawijaya Medical Olympiad (BrawMO) 2025.
Selain itu, ada sejumlah perolehan juara 1 yang pernah ia dapat, seperti dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC), Literature Review Competition Islamic Medicine Scientific Competition and Seminar Collaboration (IMSCOBI) FK UB, hingga Ideathon di AQI HACKATHON.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ajeng menuturkan, upayanya untuk berprestasi akademik di kampus maupun di ajang kompetisi berangkat dari rasa tanggung jawab pada pilihannya untuk kuliah kedokteran. Tanggung jawab itu pula yang menurutnya mendorong diri untuk menjalani studi dengan senang hati dan semangat untuk menyelesaikannya.
Dalam masa studi, Ajeng mengatakan, ia mendapati ada banyak topik, ilmu, dan penelitian yang menariknya untuk ingin terus belajar. Dari situ, ia tak lagi sekadar ingin lulus, tetapi benar-benar mengeksplorasi dunia kedokteran.
"Karena tanpa tekanan dan paksaan dari siapapun, saya jadi menjalani proses studi dengan enjoy dan senang hati," ujarnya, dikutip dari laman UB, Senin (12/10/2026).
Tips Mengerjakan Skripsi
Di sisi lain, ia mengakui bahwa masa pengerjaan skripsi merupakan fase yang menantang. Hambatannya bukan pada beban skripsi karena menurutnya tak lebih berat dari kuliah 3 tahun terakhir, melainkan soal mood dan niat.
Masa pengerjaan skripsi inilah yang menurut Ajeng sangat terbantu lewat pengerjaan bersama teman. Baginya, melihat progres orang lain bisa menimbulkan FOMO (fear of missing out) yang positif. Menggarap skripsi bersama-teman teman baginya juga mempermudah saat ingin diskusi atau menemui kesulitan.
Agar mood dan niat makin terbangun, ia mengingatkan pentingnya meminimalisasi distraksi. Ajeng menambahkan, dukungan orang tua baginya juga penting dalam proses menuju keberhasilan, karena terus mengingatkannya agar tetap di jalur.
Ajeng sendiri semula masuk UB melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN, kini Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi/SNBP). Kini, mahasiswa asal Cilacap tersebut menempuh pendidikan profesi serta belajar di Program Studi Magister Ilmu Biomedik UB.
Teliti Potensi Deteksi Dini Kanker Kandung Kemih
Pada akhir masa studi S1 kemarin, perempuan asal Cilacap ini menggarap skripsi berjudul "Analisis Potensi Metode Deteksi Dini Kanker Kandung Kemih Berbasis Fluoresensi Carbon Dots dengan Spektrofluorometri".
Ajeng menuturkan, topik kanker kandung kemih ia pilih lantaran jumlah kasus yang kian meningkat dari tahun sebelumnya. Terlebih, kesadaran masyarakat pada penyakit ini menurutnya perlu ditingkatkan lantaran bisa menyerang siapa saja.
Sementara itu, skrining dan deteksi dini kanker kandung kemih menurutnya sering terhambat oleh ketersediaan sumber daya dan kompleksitas instrumen. Berangkat dari kondisi tersebut, ia ingin mengembangkan sistem deteksi yang lebih sederhana, tetapi tetap berkualitas lewat carbon dots.
Ajeng menjelaskan, carbon dots sederhananya merupakan sebagai partikel berukuran sangat kecil yang dapat berpendar (berfluorosensi) ketika disinari cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Sifat itu kemuduan dimanfaatkan sebagai penanda untuk mengenali keberadaan biomarker kanker kandung kemih pada suatu sampel.
Saat carbon dots berinteraksi dengan target yang ingin dideteksi, maka akan muncul perubahan sinyal emisi yang dapat diukur. Perubahan itu berkorelasi dengan keberadaan biomarker penyakit tersebut.
"Dengan harapan, hasil dari penelitian ini dapat menjembatani gap yang ada dalam ranah skrining kanker kandung kemih serta menjadi salah satu langkah awal dalam pemanfaatan carbon dots di dunia kesehatan," jelas Ajeng.
Ke depannya, Ajeng berharap dapat mengembangkan penelitiannya lebih jauh, mematangkan konsep dan metodenya. Ia juga berharap dapat berkolaborasi dengan pakar di bidang terkait, terutama nanopartikel.
