BRIN dan China Kembangkan Teknologi Pemodelan Iklim, Ini Hasilnya

ADVERTISEMENT

BRIN dan China Kembangkan Teknologi Pemodelan Iklim, Ini Hasilnya

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 05 Okt 2026 14:30 WIB
Kerja sama BRIN dan IAP CAS China
Teknologi pemodelan iklim. Foto: Dok BRIN
Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Institute of Atmospheric Physics, Chinese Academy of Sciences (IAP-CAS) telah mengembangkan teknologi pemodelan iklim bernama The Climate Assessment and Prediction Platform for Tropical Island Country. Platform tersebut dikembangkan untuk memahami kompleksitas dinamika iklim maritim.

Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Albertus Sulaiman, menjelaskan kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi pemangku kepentingan dalam menghadapi perubahan iklim.

"Kolaborasi ini menggabungkan keunggulan akademik dan riset kedua lembaga untuk menghasilkan sistem asesmen dan proyeksi iklim berbasis prinsip-prinsip fisika teoretis yang kuat, sekaligus mendorong pemanfaatan hasil riset bagi kebutuhan operasional di berbagai sektor strategis," ujarnya dalam laman BRIN dikutip Minggu (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu fokus penelitian adalah mengkaji Ocean Heat Content pada Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow/ITF) menggunakan pendekatan termodinamika non-kesetimbangan (non-equilibrium thermodynamics). Kajian tersebut dinilai penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan.

ADVERTISEMENT

Perkuat Kajian Cuaca Ekstrem

Kerja sama BRIN dan IAP CAS ChinaPerwakilan BRIN dan IAP CAS China Foto: Dok BRIN

Penelitian juga mencakup kajian mengenai Monsun Asia dan cuaca ekstrem. Informasi tersebut penting dalam pengembangan kemampuan asesmen risiko iklim. Pemahaman mendalam di balik perubahan cuaca ekstrem dapat mendukung pengembangan informasi yang dibutuhkan untuk adaptasi dan pengurangan risiko.

Platform ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna, salah satunya adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam pengembangannya, BMKG dilibatkan sebagai salah satu pengguna operasional utama.

Menurut Albertus, keterlibatan pengguna operasional menjadi bagian penting dalam memastikan hasil riset dapat menjawab kebutuhan di lapangan. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat hubungan antara pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan layanan informasi iklim dan lingkungan.

"Melalui platform pemodelan ini, BRIN dan IAP-CAS tidak hanya mendorong pengembangan riset fundamental mengenai dinamika fluida geofisika, tetapi juga menargetkan hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan," pungkas Albertus.



(nir/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads