Sembilan siswa jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK meraih juara Lomba Menulis Cerita Fiksi Persekutuan Literatur Kristen Indonesia (PLKI) 2026, Jumat (2/10). Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di JICC, Senayan, Jakarta, 30 September - 4 Oktober 2026.
Pendiri Tangan Terbuka Media, Pdt Yoel Indrasmoro mengatakan karya para siswa terpilih dari total 400 lebih cerita dari pelajar asal 150 lebih sekolah di berbagai daerah se-Indonesia. Ia berharap para siswa, juara maupun tidak, terus berlatih menulis dan memperkenalkan kasih Tuhan pada pembaca.
"Agar Tuhan diperkenalkan, orang merasakan kasih Tuhan, dan akhirnya orang juga boleh ikut, ikutan menulis," ucapnya pada pengumuman juara lomba dan pembacaan naskah di JICC, Senayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juara 2 tingkat SMP, Alexandra Emanuella, SMPK Penabur Bintaro Jaya, Tangerang Selatan mengangkat isu people pleaser dalam cerita "Bukan Kain Jemuran Berjalan". Berangkat dari cerita di sekitar, ia menuliskan upaya tokoh utama yang pemalu untuk berani berkata tidak, menavigasi pertemanan, dan meraih keinginannya.
Sedangkan juara 2 tingkat SD, Micheline Ilona Clairine Marli, SD Santa Angela Bandung, menceritakan sosok anak yang agak gemuk dalam meraih mimpinya dalam lomba lari bersama teman-teman.
Dalam cerita "Luna, Si Gigih dan Mimpi Besarnya" tersebut, ia mengisahkan bagaimana si anak perempuan mengatasi kendala keterbatasan uang untuk biaya lomba, tidak punya pelatih, dan tidak kompak. Kisah ini menurut Ilona terinspirasi dari lingkungannya sehari-hari.
"Sehari-hari di sekolah juga ada banyak tantangan. Di sekolah yang contohnya ada juga mungkin yang mengejek kita, tapi terusitu bisa menjadi inspirasi kita di masa depan. Terus menurut saya, kalau menulis itu senang. Jadi kita bisa mengeluarkan semua ide dan inspirasi," tutur siswa kelas 4 tersebut.
Adapun naskah Nathan Mishael Kurniawan, siswa SDK 6 Penabur Jakarta, terpilih untuk dibacakan pada rangkaian pengumuman hasil kompetisi. Sekalipun belum juara, karyanya dinilai sangat kreatif, memiliki rasa humor, dan memiliki ending yang konsisten.
Pada cerita berjudul "Perjalanan Mikael Menuju Garis Akhir" tersebut, ia berkisah tentang siswa atlet dari Pulau Timor, NTT, yang senang berlari hingga mengikuti kejuaraan di Jakarta. Tokoh utama, Mikael, berlatih di sekitar rumahnya sambil mengejar ayam sampai sendalnya copot, belajar menghargai teman yang mendukung prosesnya berlatih, dan belajar tidak menyerah saat cedera berkat dukungan gurunya.
Juara Menulis Cerita Fiksi PLKI 2026 - IIBF
Berikut siswa yang meraih juara 1-3 tiap jenjang pendidikan:
SD
Juara 1: Pearl Daniella Pua, SD Kristen Charis, Malang, "Pelari dari Bukit Indah"
Juara 2: Micheline Ilona Clairine Marli, SD Santa Angela Bandung, "Luna, Si Gigih dan Mimpi Besarnya"
Juara 3: Clayrine Feodora Silitonga, SD Strada Bhakti Wiyata Bekasi, "Langkah yang Tak Pernah Menyerah"
SMP
Juara 1: Giselle Jennifer Wijaya, SMPK 5 BPK Penabur Bandung, "Detektif Freya"
Juara 2: Alexandra Emanuella, SMPK Penabur Bintaro Jaya, Tangerang Selatan "Bukan Kain Jemuran Berjalan"
Juara 3: Maysty Jocelyn Lindsey Salampessy, SMP Kristen Gloria 2, Surabaya, "Tempat Baru, Cerita Baru"
SMA/SMK
Juara 1: Jocelyn Ariel Wijaya, SMA Katolik St Albertus, Malang, "Cahaya di Belakang Jendela"
Juara 2: Metania Ruth Petra Simanjuntak, SMAN 13 Kota Bekasi, "Bukan Kemegahan Fana"
Juara 3: Elaine Leonora Albert, Tunas Bangsa Gading Serpong, "Natal yang akan Selalu Kuingat di Hati".
