Bukittinggi, Sumatera Barat, ke UPN Veteran Yogyakarta berjarak lebih dari 1.900 kilometer. Jarak ini berhasil dibuktikan oleh Briliant Agung Madani dengan prestasi menjadi lulusan berpredikat cum laude.
Briliant, sapaannya, baru saja diwisuda dari UPN Veteran Yogyakarta pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027. Ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik pertama Program Studi Teknik Pertambangan dengan IPK 3,59.
Bagi Briliant, menjadi lulusan terbaik adalah bentuk rasa terima kasih kepada orang tuanya, yang telah mendukung studinya selama di Jogja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pencapaian ini adalah bentuk kecil dari rasa terima kasih kepada orang tua yang selalu mendukung saya. Terima kasih karena selalu percaya dan mendukung saya, bahkan ketika saya sendiri sempat ragu. Saya berharap keberhasilan ini dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga," ucapnya, dikutip dari laman resmi UPN Veteran Yogyakarta, Senin (28/9/2026).
KIP Kuliah Jadi Sebuah Kesempatan
Briliant merupakan penerima KIP Kuliah dari SMA Negeri 1 Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sebagai anak dari pegawai bengkel motor, ia merasa KIP menjadi kesempatan untuk dirinya agar terus belajar tanpa memikirkan persoalan ekonomi.
Baginya, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Sebaliknya, jika ada keterbatasan, maka perlu memanfaatkan kesempatan yang ada dan berani mencoba.
"KIP Kuliah bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi sebuah kesempatan untuk terus belajar dan berkembang tanpa terlalu dibebani persoalan ekonomi. Kesempatan ini membuat saya bisa lebih fokus menjalani perkuliahan dan mengembangkan kemampuan yang saya miliki," ujarnya.
"Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti bermimpi. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada, terus belajar, dan berani mencoba. Saya percaya keterbatasan bukan akhir dari perjalanan, tetapi bisa menjadi alasan untuk berjuang lebih keras," imbuhnya.
Memanfaatkan Kesempatan untuk Terus Belajar dan Meraih Prestasi
Briliant terbukti bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik. Selama kuliah gratis dengan KIP, ia juga aktif menimba ilmu dan pengalaman di organisasi serta mengikuti berbagai kompetisi di bidang pertambangan.
Tak tanggung-tanggung, ia mengikuti kompetisi hingga berskala internasional. Hasilnya, ia meraih sejumlah prestasi, antara lain:
- Juara I Underground Mine Supporting
- Juara II Bench Blast
- Juara II Vertical Rock Drilling
- Juara III National Student Poster Competition di bidang geoteknik
- Top Five Mine Plan Design dalam Youth Mining Competition
Briliant menganggap kompetisi bukan hanya ajang meraih penghargaan, tetapi ruang untuk mengasah kemampuan teknis, analisis, dan kerja sama tim. Kompetisi juga melatih keberanian mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan.
Terlebih, tantangan dalam kompetisi yang paling nyata adalah bekerja di bawah tekanan waktu. Di saat tertekan, kita harus tetap memastikan analisis yang dilakukan tepat.
"Kondisi tersebut menuntut kemampuan teknis sekaligus koordinasi dan tanggung jawab dalam tim," ujar Briliant.
Ingin Berkarier di Industri Pertambangan
Dengan bekal pengalaman dan keterampilannya, Briliant berencana berkarier di industri pertambangan sebagai Mining Engineer. Namun, tak hanya berkarier, ia ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister setelah memperoleh pengalaman industri.
"Saya ingin berkarier dan berkontribusi di industri pertambangan, khususnya sebagai Mining Engineer. Saya ingin mengembangkan kemampuan sekaligus menerapkan ilmu yang selama ini saya pelajari," tuturnya.
(faz/nah)
