Viral sebuah video di media sosial yang menangkap momen menarik pada wisuda angkatan 121 di UIN Alauddin Makassar beberapa waktu lalu. Sang Rektor, Prof Hamdan Juhannis, meminta tiga wisudawan menyebutkan nama-nama petugas kebersihan hingga satpam, tapi berujung tak mendapatkan jawaban.
Pada momen tersebut, Prof Hamdan menyampaikan sebuah petuah yang tidak biasa. Dia berpesan agar para wisudawan menjadi sarjana 'anak tangga'.
"Pesan saya adalah, jadilah sarjana anak tangga," ungkapnya dalam momen wisuda tersebut, Selasa (15/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, sarjana anak tangga adalah sarjana yang memahami bahwa dalam kehidupan ini, semua orang selalu menaiki anak tangga. Ia menyebut bahwa untuk sukses, semua orang pasti melalui beberapa anak tangga dalam kehidupan.
Tidak ada seorang pun yang langsung menjadi mahasiswa. Demikian juga, setelah lulus dan menjadi sarjana, ada tangga-tangga lain yang perlu dilalui dalam kehidupan. Namun, tidak sekadar itu, ia memaparkan bahwa ada makna yang lebih filosofis dari sarjana anak tangga.
Makna 'Sarjana Anak Tangga'
Prof Hamdan menjelaskan bahwa makna yang lebih filosofis dari sarjana anak tangga adalah menyadari bahwa dalam hidup kita melalui anak-anak tangga. Artinya, di balik apa yang kita lalui, ada banyak orang yang berjasa dalam kehidupan kita.
"Mungkin anak tangga yang pertama adalah, bukan mungkin, pastinya anak tangga yang pertama adalah orang tua kita, ibu kita, ayah kita yang berjibaku membiayai kita. Anak tangga berikutnya, keluarga dekat kita, guru kita, dosen kita, atau siapa pun dalam hidup ini yang telah berkontribusi dalam pencapaian kita dalam hidup kita. Tapi bisa saja kita abaikan atau terlupakan," imbuhnya.
Prof Hamdan lantas memanggil tiga wisudawan ke panggung. Di sana, ia menanyai nama kaprodi masing-masing.
Namun, bagian yang menarik adalah ketika Prof Hamdan bertanya kepada ketiganya tentang nama petugas kebersihan (cleaning service) serta nama penjaga keamanan di gedung perkuliahan, hingga nama penjual nasi goreng yang menjadi langganan salah satu dari mereka.
"Dari tiga sarjana yang saya undang, semua tahu kaprodinya, semua tahu dekannya, nama dekannya. Tapi, tidak ada satu pun yang tahu nama dari orang-orang yang sebenarnya dalam kehidupan mereka sangat berkontribusi. Penjual nasi goreng tidak tahu namanya. Security tidak tahu namanya. Cleaning service yang tiap hari tidak tahu namanya," kata Rektor UIN Alauddin Makassar itu.
"Saya bisa paham. Saya juga sering seperti itu. Tapi dalam hidup ini saya berusaha memperbaikinya," imbuhnya.
Mengingat Nama Orang-orang yang Berjasa
Ia menceritakan bahwa dirinya mengingat petugas keamanan bernama Firman yang juga menjaga akuarium yang ia bawa di rektorat. Prof Hamdan menyebut petugas keamanan tersebut sering memberi makan ikan-ikannya sampai sehat.
Lulusan Australian National University tersebut juga menyebutkan nama-nama dan profil para petugas keamanan hingga marbot yang ada di lingkungan UIN Alauddin Makassar.
"Kenapa saya mencoba menghafal itu? Karena itulah bagian menjadi manusia, anak tangga. Orang-orang yang sering terabaikan, dianggap orang-orang kecil. Padahal sesungguhnya mereka-mereka itulah yang berkontribusi terhadap pencapaian kita," ucapnya.
