×
Ad

Kuliah di UMS, Wisudawan Asal Yaman Ini Ingin Jadi Dosen di Negaranya

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 28 Sep 2026 14:00 WIB
Asem Abdullah, pemuda Yaman, lulus S1 Fisioterapi UMS dan melanjutkan S2 dengan beasiswa. Foto: Dok UMS
Jakarta -

Asem Abdullah Ahmad Abdo, pemuda asal Yaman, resmi diwisuda dari Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (26/9/2026). Kini, ia lanjut studi S2 Fisioterapi di kampus yang sama dengan beasiswa.

Selama studi, Asem mengaku belum kembali ke Yaman karena situasi keamanan. Kota asalnya, Taiz, menurut Asem merupakan salah satu wilayah di Yaman yang masih bersituasi keamanan tidak menentu.

"Setiap kali saya mau balik, situasi keamanan tidak enak. Selama empat tahun belum pernah balik," ungkapnya, dikutip dari laman kampus, Senin (28/9/2026).

Kendati jauh dari tanah airnya, Asem berharap bisa kembali ke Yaman dan menjadi dosen di sana usai studi pascasarjana.

Kuliah dengan Beasiswa

Asem semula sempat berkuliah S1 farmasi di Yaman selama satu tahun. Berbekal nilai akademik tinggi di jenjang sekolah menengah, ia kemudian mendapat beasiswa kuliah di UMS.

Dilansir Antara, penerima beasiswa International Priority Scholarship (IPS) ini menuturkan, ia memilih UMS karena Prodi S1 Fisioterapi yang berkembang dan potensi pengalaman praktik yang menurutnya penting untuk menunjang keilmuan.

Kumpulkan Pengalaman Praktik

Asem sendiri antara lain menjalani pengalaman praktik di sejumlah klinik dan rumah sakit di Solo, serta internship di klinik fisioterapi selama satu bulan. Pada masa internship, ia terutama terlibat dalam pelayanan rehabilitasi dan pendampingan pasien setelah operasi.

Setelah lulus S1, ia juga kini aktif berpraktik melalui kegiatan homecare bagi warga Arab di Indonesia dan internship di sebuah klinik di Boyolali. Sejumlah layanan yang ia praktikkan antara lain akupunktur dan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) yang dapat mengatasi nyeri.

Sambil berkuliah dan praktik, ia juga belajar tentang lingkungan dan budaya Indonesia. Ia pun mulai mengenai bahasa Jawa, salah satunya saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kawasan Gawok, Kartasura.

Ditanya soal kemampuanya berbahasa Jawa, Asem menjawab, "Setitik-setitik (sedikit-sedikit)."

Ingin Jadi Dosen di Yaman

Asem menuturkan, dengan bekal ilmu dari kampus, ia berencana untuk berkontribusi di negara asal sebagai dosen di University of Science and Technology Yemen (USTY).

Rencana tersebut berkaitan dengan kerja sama antara UMS dan USTY yang telah terjalin sebelumnya. Ia berharap pengalaman kuliah di UMS juga menjembatani hubungan akademik kedua perguruan tinggi.

Rencana kariernya tersebut menurut Asem juga bagian dari upaya untuk mengembangkan pendidikan fisioterapi di sana, dengan fasilitas pembelajaran dan praktik di kampus UMS sebagai referensi.

"Insyaallah jadi dosen di sana biar ilmunya pindah. Jadi kita mau bawa UMS juga ke sana," ujarnya.

Selaras, Rektor UMS, Prof Dr Harun Joko Prayitno, MHum mengatakan ilmu dari hasil studi perlu diwujudkan dalam tindakan dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia menekankan, proses pendidikan tidak berhenti pada pencapaian gelar.

"Jangan berhenti belajar, jangan berhenti pada gelar. Teruslah belajar, jadilah pembelajar sepanjang hayat. Karena ilmu yang hanya disimpan akan menjadi pengetahuan, ilmu itu harus diamalkan supaya menjadi manfaat," ucapnya.



Simak Video "Di balik 'Kretek-kretek' yang Digandrungi Warga"

(twu/nah)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork