Mahasiswa Palestina Lulus S1-S2 dari Unila, Tesis Soal Terbatasnya Listrik di Gaza

ADVERTISEMENT

Mahasiswa Palestina Lulus S1-S2 dari Unila, Tesis Soal Terbatasnya Listrik di Gaza

Devita Savitri - detikEdu
Senin, 26 Jan 2026 19:30 WIB
Mahasiswa Palestina Lulus S1-S2 dari Unila, Tesis Soal Terbatasnya Listrik di Gaza
Mahasiswa Palestina, Yahia K.I. Taha, lulus S2 dari Unila. Foto: Kemdiktisaintek
Jakarta -

Mahasiswa asal Palestina, kembali berhasil lulus dari kampus Indonesia. Kali ini, cerita datang dari Yahia K.I. Taha yang resmi menyelesaikan studi S2nya dari Universitas Lampung (Unila).

Bukan tempat baru, Yahia panggilan akrabnya, ternyata juga menempuh pendidikan jenjang S1 di Unila. Program studi (prodi) yang diambilnya adalah Teknik Mesin.

Ketika lulus S1, ia berhasil meraih predikat mahasiswa terbaik. Prestasi ini mengantarkannya untuk tinggal di Lampung lebih lama, lantaran kampus memberikan beasiswa studi jenjang magister (S2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beasiswa itu kemudian diambilnya lantaran ketertarikan Yahia pada bidang teknik mesin. Selain itu, ia juga merasa nyaman dengan lingkungan akademik Unila yang mendukungnya sebagai mahasiswa asing.

"Setelah saya berada di sini, saya melihat Unila sangat maju. Insyaallah ke depan Unila dapat menjadi salah satu dari lima universitas terbaik di Indonesia," katanya, dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (26/1/2026).

ADVERTISEMENT

Angkat Tesis dari Kondisi Gaza

Di studi S2nya ini, Yahia mengusung tesis berdasarkan kondisi kampung halamannya, Gaza, Palestina. Ia membuat pemodelan pembangkit listrik hybrid lantaran Gaza mengalami keterbatasan pasokan listrik.

Melalui studi tersebut, Yahia mencari alternatif pemenuhan kebutuhan listrik. Dengan bantuan dosen pembimbingnya, tesis Yehia menjadi karya ilmiah yang matang dan membuatnya lulus dengan predikat memuaskan.

"Bersyukur dan menerima hasil tersebut dengan penuh keikhlasan," ujar Yahia.

Studi di Tengah Kondisi Palestina

Berkuliah di negeri orang dan jauh dari keluarga tentu menjadi tantangan bagi mahasiswa perantau/mahasiswa asing. Namun, tantangan ini semakin berat dirasakan Yahia lantaran kondisi Palestina.

Kondisi orang tua dan keluarga Yahia sangat sulit akibat perang di Palestina. Meskipun begitu, dukungan yang tetap datang menjadi bahan bakarnya untuk menyelesaikan studi hingga dinyatakan lulus.

Yahia meyakini jalan menuju kesuksesan tidaklah mudah. Untuk itu, ia berpesan agar mahasiswa tidak mudah dalam menghadapi tantangan yang datang.

"Jalan menuju sukses itu tidak mudah. Kita harus berjuang, percaya diri, dan yakin bahwa hasil terbaik datang dari Allah subhanahu wa taala," pesannya.

Selain itu, Yahia juga berharap agar Unila bisa terus berkembang dan berjaya. Unila juga mengapresiasi perjuangan Yahia, sebagai mahasiswa asing yang tumbuh, berkarya, berjuang, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemanusiaan di universitas yang punya julukan Kampus Hijau itu.




(det/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads