Saat banyak lulusan ingin melanjutkan studi ke negara Barat, Diah Ayu Ratna Saputri pergi ke Timur, tepatnya ke India. Diah bisa kuliah gratis di Gujarat University, Kota Ahmedabad, Gujarat, India. Bagaimana caranya?
Diah merupakan lulusan S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia bisa sampai ke India karena mendapatkan beasiswa dari Pemerintah India bernama Indian Council for Cultural Relations (ICCR).
"Sebenarnya, kemarin aku bisa kuliah di India itu dapat beasiswa dari ICCR. Jadi ini tuh milik pemerintahannya India, di mana mereka itu menyediakan kayak program beasiswa buat mahasiswa internasional agar kita itu bisa kuliah di India kayak gitu," ujarnya kepada detikEdu di Gujarat, Jumat (11/9/2026), ditulis Senin (14/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beasiswa ini menyasar calon mahasiswa internasional dari negara-negara mitra India, termasuk Indonesia. Beasiswa ini dibuka untuk jenjang S1, S2, hingga S3.
Apa Saja Cakupan Beasiswanya?
Diah menceritakan bahwa beasiswa ICCR sudah mencakup biaya kuliah, pendidikan, dan tunjangan hidup per bulan. Ini artinya, mahasiswa bisa kuliah gratis plus dapat tambahan dana selama hidup di India.
"Jadi beasiswa ini tuh nanti mencakup beberapa hal ya, kayak kita tuh bisa dapat biaya pendidikan, biaya kuliahnya, terus kita itu dapat tunjangan tiap bulan, kita dapat fasilitas kayak hostel seperti itu," ucapnya.
Ia menambahkan, beasiswa penuh ini juga meliputi tunjangan buku dan dana perjalanan.
"Terus kita kemarin juga dapat tiket perjalanan buat berangkat sama pulang, terus habis itu kita juga dapat tunjangan buku. Tapi tunjangan buku itu per tahun ya," ungkap perempuan asal Yogyakarta tersebut.
Bagi yang tertarik dengan beasiswa ini, Diah menjelaskan bahwa pendaftarannya dibuka setiap tahun sekitar bulan Februari sampai April. Pendaftaran dilakukan secara online sehingga peminat beasiswa ini bisa mendaftar dari Indonesia.
Setelah mendaftar, ada tahap penyaringan. Jika lolos, pendaftar akan dipanggil untuk wawancara di Kedutaan Besar India di Jakarta.
"Tapi ada beberapa teman yang wawancaranya tuh secara online. Tapi kebetulan kemarin waktu di angkatanku, itu wawancaranya tuh disuruh datang ke sana langsung," paparnya.
Apa Beda Kuliah di Indonesia dan India?
Diah menyoroti penampilan mahasiswa di India dan di Indonesia. Menurutnya, mahasiswa di India datang ke kampus dengan pakaian lebih simpel, sedangkan mahasiswa Indonesia cenderung memperhatikan tampilan.
"Kalau kuliah di India, itu teman-temanku itu tuh mereka lebih sederhana, lebih santai, emm, enggak, enggak kudu dandan kalau mau ke kampus kayak gitu. Jadi kayak kalau dari cara berpakaian ke kampus tuh mereka lebih sederhana dibandingkan teman-teman yang di Indo gitu," ucap lulusan UNY tahun 2018 itu.
Selain itu, kata Diah, mahasiswa India lebih berani untuk menyampaikan pendapat, terutama saat di kelas. Hal ini berbeda dengan yang dia rasakan semasa kuliah di Indonesia.
"Kalau dari cara mahasiswanya berinteraksi, mungkin yang paling beda adalah mahasiswa-mahasiswa di India itu lebih berani buat menyuarakan pendapat gitu loh. Mereka lebih berani buat speak up. Kalau dulu zamanku S1 di UNY itu kayak kalau enggak ditunjuk sama dosennya, kayak kita tuh diam aja gitu. Beda kalau di India teman-teman tuh lebih aktif sih menurutku," ungkap Diah.
Di sisi lain, kuliah di India menurut Diah disertai banyak seminar. Saat ada seminar, kelas diliburkan dan semua mahasiswa dari berbagai jurusan bebas untuk ikut.
"Di India ini (juga) lebih banyak seminar. Jadi kayak kalau semisal ada seminar gitu, kelas kita tuh libur. Kebanyakan tuh seminarnya tuh kayak dosen ngundang dari dosen (lain). Misal prodiku gitu kan, ngundang dari prodi lain dan dari kampus semisal dari Baroda gitu kan, diundang ke GU gitu," lanjutnya.
Berangkat dari pengalamannya studi dengan beasiswa, Diah menilai kuliah di India cukup direkomendasikan.
"Kalau ditanya rekomendasi nggak kalau kuliah di India, mungkin aku bisa jawab kalau menurutku rekomendasi sih. Apalagi buat teman-teman yang masih muda, kayak buat cari pengalaman, bisa banget kalau mau kuliah di India. Apalagi lewat jalur beasiswa ya kayak ICCR, menurutku layak dipertimbangkan sih," tuturnya.
