India merupakan negara dengan jumlah universitas terbanyak di dunia, sekitar 5.349. Salah satu kampusnya, Indian Institute of Technology Delhi, masuk top 30 terbaik di Asia dan top 118 dunia versi QS WUR 2027. Namun, benarkah biaya kuliah di India lebih murah?
Menurut lulusan Gujarat University asal Indonesia, Mega Mei Wahidawati, faktor penentuan uang kuliah di India secara umum didasarkan pada kondisi ekonomi dan kasta. Kasta ini bukan untuk membedakan status sosial, melainkan batasan agar ekonomi kasta atas tidak bisa masuk ke ekonomi kasta bawah.
"Sebenarnya kasta ini tuh bukan berarti kamu akan dibedakan ya, gitu kan. Bukan dibedakan secara sosial, enggak. Bisa dibilang kasta ekonomi, tapi memang di sini sistemnya kalau misal kamu kasta atas, kamu nggak akan bisa masuk ke kasta ekonomi bawah, gitu. Tetep kayak gitu sebenarnya sistemnya. Cuman nggak terkotak-kotakkan kayak sistem kasta (India)," ujar Mei kepada detikEdu, ditemui di New Delhi, Rabu (9/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berapa UKT Termahal dan Termurah di Gujarat University?
Mei menjelaskan bahwa golongan biaya kuliah dibagi menjadi beberapa, seperti umum (general), bantuan sebagian, dan gratis. Untuk kategori umum mencakup mahasiswa internasional yang tidak punya kasta.
Sementara kasta-kasta dalam biaya kuliah juga dibedakan berdasarkan pendapatan tinggi, menengah, dan rendah. Tiap kasta tidak boleh saling masuk golongan lain.
"Nah, untuk kasta paling atas waktu itu S2 di kampusku, per tahun itu INR 20.000 atau sekitar Rp 4 juta. Nah, kalau yang kasta paling bawah itu per tahun INR 1.000 atau sekitar Rp 200.000, gitu," ujarnya.
"Emang murah, pendidikan di India ini cukup murah sih. Semahal-mahalnya di sini tetap lebih murah," imbuhnya.
Sebagai perbandingan, biaya kuliah S1 di IIT Delhi berkisar Rp 4-5 juta hingga Rp 11 juta per semester, bergantung pada golongan ekonomi yang tercatat saat penerimaan. Ada juga yang bebas karena mendapatkan beasiswa.
Sementara kampus terbaik di Indonesia, UI, memiliki UKT yang berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 20 juta, bergantung pada jurusannya. Ada juga yang gratis karena mendapatkan beasiswa.
Seberapa 'Recommended' Kuliah di India?
Menurut Mei, kuliah di India paling direkomendasikan untuk jurusan sains, teknik, dan teknologi. Termasuk juga jurusan kedokteran.
"Buat S2 ya, kalau jurusanku, karena aku Media & Entertainment, recommend sih. Karena kan di sini media dan entertainment-nya naik, gitu kan, maju gitu. Maksudnya, (di sini) semua orang nonton film, semua orang nonton teater, semua orang baca koran. Recommended, cukup recommended. Tapi kalau yang ngambil jurusan IT atau kedokteran, itu lebih recommended lagi, gitu," katanya.
Mei menekankan bahwa memilih tujuan negara kuliah perlu diriset dan disesuaikan dengan jurusan yang relevan terlebih dulu. Terlebih jika ingin mendapatkan beasiswa.
"Jadi dicoba cari-cari dulu aja, riset dulu lah terkait kampus dan jurusanmu yang misal mau ngambil kuliah dan beasiswa ke India," tutur Mei.
