Kulit pisang biasanya hanya menjadi limbah terlupakan setelah buahnya dimakan. Namun, di tangan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), limbah ini berhasil disulap jadi sebuah produk bermanfaat.
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K), mahasiswa UB menghadirkan Cleanso. Inovasi ini berupa deterjen cair ramah lingkungan dari bahan dasar ekstrak kulit pisang.
Tidak hanya sebagai alternatif bahan berbasis sumber daya terbarukan, Cleanso jadi upaya UB meningkatkan nilai guna limbah organik. Mengingat selama ini, limbah organik belum dimanfaatkan secara optimal.
"Melalui inovasi ini, Cleanso dikembangkan sebagai deterjen cair yang menggabungkan fungsi pembersihan dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan," tulis UB dikutip dari laman resminya, Selasa (1/9/2026).
Proses Pengembangan Cleanso
Ada berbagai tahapan yang perlu dilalui tim mahasiswa UB untuk mengubah limbah biomassa kulit pisang jadi produk rumah tangga yang memiliki nilai ekonomi. Awalnya, tim melakukan ekstraksi kulit pisang terlebih dahulu.
Setelah diekstrak, formulasi deterjen cair mulai dilakukan. Proses formulasi dilakukan dengan mempertimbangkan penggunaan berbagai komponen aktif, seperti enzim lipase yang berguna dalam mendukung kemampuan pembersihan deterjen.
Usai produk jadi, tim melakukan tahap ketiga yakni pengujian karakteristik produk. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kestabilan produk dan menjadi dasar dalam melakukan penyempurnaan formulasi.
"Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan karakteristik produk selama penyimpanan, sehingga tim terus melakukan optimasi untuk memperoleh formulasi yang lebih stabil," urai UB.
Cleanso Mulai Dijual
Kehadiran Cleanso tidak hanya sebagai produk inovasi belaka, melainkan diarahkan sebagai produk yang punya potensi untuk dikomersialisasi. Tim UB juga merancang strategi pemasaran, baik penjualan secara offline dan online.
Cleanso sudah dirilis pada minggu ke-3 Agustus 2026 dengan target penjualan awal sebanyak 25 botol. Tahap ini juga jadi sarana bagi tim untuk memperoleh respons dari konsumen terhadap produk, mulai dari pengalaman penggunaan, aroma, tekstur, daya bersih, dan harga.
Hasil umpan balik konsumen ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan produk dan strategi pemasaran selanjutnya. Ke depan, Cleanso diharapkan tidak hanya menghasilkan produk deterjen tetapi juga sebuah model usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Simak Video "Rahasia Kencana Baja Ringan Bikin Proyek Lebih Cepat dan Ramah Lingkungan!"
(det/det)