Salut! Maba Unpad Tolak Bantuan KDM demi Mahasiswa Lain yang Lebih Membutuhkan

ADVERTISEMENT

Salut! Maba Unpad Tolak Bantuan KDM demi Mahasiswa Lain yang Lebih Membutuhkan

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 13 Agu 2026 21:01 WIB
Dinara Alivi Kinesya, mahasiswa baru Unpad menolak bantuan KDM dan memilih memberikan ke teman lain yang membutuhkan.
Foto: YouTube Unpad/Dinara Alivi Kinesya, mahasiswa baru Unpad menolak bantuan KDM dan memilih memberikan ke teman lain yang membutuhkan.
Jakarta -

Ada momen tak terduga dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Stadion Jati Padjadjaran, Unpad Kampus Jatinangor, pada Senin (10/8/2026). Salah satu mahasiswa baru yang hendak diberi bantuan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), justru menolak. Kenapa?

Dalam sebuah sesi interaksi, KDM mengajak maba pemberani bernama Dinara Alivi Kinesya untuk maju ke depan panggung. Saat ditanya mengenai biaya kos per tahun oleh KDM, Livi menjawab Rp13 juta dan sudah dibayar.

Awalnya, KDM hendak memberikan bantuan pembayaran kos. Namun, Livi justru menolak dengan percaya diri dan memilih agar KDM memberikan bantuan kepada mahasiswa lain yang lebih membutuhkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Kalau) mau dibantu juga, ini saya anak SMUP, Pak. Saya anak dari (jalur) mandiri. Maksudnya ya kalau Bapak emang mau bantuin, bantulah anak-anak yang memang perlu dibantu, Pak," ujar Livi kepada KDM, seperti dikutip dari YouTube Unpad, Kamis (13/8/2026).

Jawaban lulusan SMA Yaspen Tugu Ibu 1 Depok itu pun disambut meriah oleh mahasiswa lain. KDM juga turut memuji sikap dari mahasiswa baru tersebut.

ADVERTISEMENT

"Oh iya keren. Tapi kamu hebat. Tadinya aku mau bayarin kos kamu selama 1 tahun ke depan. Kamu tidak bersedia, kan? Ini orang kaya yang kaya. Karena banyak orang kaya yang miskin. Sudah banyak, tapi masih mengambil hak orang lain," puji KDM.

Banyak Maba Unpad Diberi Bantuan oleh KDM

Usai memberi pujian, KDM mempersilakan Livi untuk memanggil mahasiswa baru Unpad yang lebih membutuhkan. Akhirnya, beberapa maba dari berbagai daerah pun maju ke depan panggung.

"Teman-teman, di sini ada enggak yang memang anak KIP atau perlu bantuan?" ujar Livi seraya disambut oleh beberapa maba yang mengangkat tangan.

Salah satu maba yang akhirnya maju adalah Keisa dari Leles, Garut. Ia menceritakan masalah biaya karena ibunya seorang single parent dan bapaknya tidak bertanggung jawab usai bercerai.

Keisa tinggal bersama neneknya, tapi neneknya sudah meninggal. Setelah itu, ia harus hidup dengan saudara dengan perasaan sungkan dan kurang didukung. Sementara ibunya harus bekerja di luar kota sebagai pelayan restoran.

Saat ditanya apa motivasinya berkuliah. Keisa menjawab bahwa ia ingin meningkatkan derajat dirinya dan ibunya.

"Aku tuh pengin ngebuktiin aja gitu ke saudara-saudaraku yang sudah zalim ke aku," kata mahasiswa jurusan administrasi pemerintah itu kepada KDM.

Ia pun menceritakan bahwa uang bulanan tidak pasti jumlahnya. Sebab, ibunya harus mengirim uang juga untuk keperluan dua adiknya.

"Sebulan Rp 550.000, dikali 12, jadi Rp 6 juta. Aku bayar bulanan. Soalnya mamaku enggak punya uang segitu untuk setahun. Makan sekali (sehari). Jarang makan," kata Keisa.

"Sekarang sisa uangku Rp 81 ribu. Masih ada buat makan. (Buat bulan depan) belum tahu," imbuhnya.

Mendengar cerita tersebut, KDM mengonfirmasi dan memberi bantuan pembayaran biaya kos selama dua tahun. Kemudian, biaya kuliah 5 semester juga dibayarkan.

"Aku bantu. Dengan satu catatan begitu kamu punya pacar langsung berhenti bantuan. Aku bantu 5 semester. Tapi begitu kamu punya pacar, bantuan aku berhenti. Sanggup gak?" tanya KDM.

"Iya. iya, sanggup. Sanggup," jawab Keisa.

"Makasih bapak," pungkasnya.

Selain itu, bantuan lain juga diberikan kepada siswa lulusan Sukabumi yang memiliki persoalan biaya. Untuk biaya kos per bulan Rp 500 ribu dengan menyicil. KDM memberikan bantuan yang sama.

Begitu pun dengan siswa dari Lampung dan Kuningan yang diberi bantuan 5 semester dan biaya kos dua tahun.



(faz/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads