×
Ad

Lolos Tanpa Bimbel, Andromeda Diantar Ayah Kuliah ke ITB Naik Bajaj dari Yogya

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 24 Jul 2026 12:45 WIB
Cerita Andromeda, maba ITB yang diantar sang ayah naik bajaj dari Yogyakarta. Foto: dok. ITB
Jakarta -

Berbeda dengan mahasiswa baru lainnya, cerita unik nan mengharukan datang dari calon mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Andromeda Sufi Anggoro. Bagaimana tidak, ia diantar kedua orang tuanya menggunakan bajaj untuk berkuliah di ITB.

Tak mudah dan sebentar, perjalanan Andro, panggilan akrabnya, dan keluarga dari Yogyakarta ke Bandung menempuh waktu 24 jam perjalanan. Setibanya di Bandung, ia sekeluarga disambut oleh Rektor ITB, Prof Tatacipta Dirgantara di Wisma Rektor pada Senin, (20/7/2026) lalu.

Anak Supir Bajaj Kuliah di ITB

Diketahui, Andro diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). ITB jadi kampus impiannya sejak duduk di kelas X SMA Negeri 4 Yogyakarta.

Perjalanannya ke ITB bukan hal yang mudah. Ia sempat tidak direstui sang ayah, Basuni Yusuf karena kondisi ekonomi keluarga.

Basuni sehari-hari bekerja sebagai sopir bajaj. Melihat pekerjaan itu, ia khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan Andro di Bandung.

"Waktu itu saya mengatakan kepada Andro, kalau kuliah di Bandung, saya belum mampu membiayainya. Akhirnya dia mencoba kuliah di Yogyakarta," ungkap Basuni, dikutip dari laman resmi ITB, Jumat (24/7/2026).

Usai pembicaraan itu, Andro sempat berencana mengambil jeda satu tahun. Namun, pada akhirnya ia mengikuti saran orang tuanya untuk menjalani perkuliahan di Yogyakarta.

Lolos ITB Tanpa Bimbel

Meskipun sudah kuliah di Yogyakarta, impian Andro untuk menempuh studi di ITB masih besar. Untuk itu, tanpa bicara kepada keluarganya, diam-diam Andro mempersiapkan diri mengikuti UTBK.

Lantaran keterbatasan biaya, Andro tidak mengikuti bimbingan belajar. Persiapan UTBK-nya dilakukan dengan belajar dari video yang tersedia di YouTube dan mengikuti try out daring.

"Saya belum pernah ikut bimbel karena persoalan biaya. Saya sangat mengandalkan YouTube dan tryout online. Saya mencari materi yang ingin dipelajari, menyelesaikannya, kemudian melanjutkan ke materi berikutnya," ungkap Andro.

Usaha dan impian itu akhirnya berhasil terwujud usai ia dinyatakan lolos SNBT di ITB. Usai pengumuman, ia akhirnya memberitahu keluarganya.

Ayahnya sempat kembali bingung memikirkan biaya pendidikan. Namun, sang ibu berhasil meyakinkan ayah Andro dan mengupayakan keberangkatannya ke Bandung.

"Istri saya bilang, 'Ayah, bismillah'. Akhirnya, saya mengizinkan dan mendukung Andro berangkat ke Bandung," jelas Basuni.

Ingin Masuk Prodi Astronomi

Sebagai informasi, calon mahasiswa ITB umumnya hanya memilih fakultas. Program studi ditentukan usai menjalani masa tahap persiapan bersama (TPB). Seperti namanya, Andro ingin masuk prodi Astronomi.

Nama Andromeda diberikan kedua orang tuanya, terinspirasi dari Galaksi Andromeda. Basuni menyebut nama tersebut menjadi doa agar anaknya memiliki pemikiran yang luas.

"Andromeda itu galaksi. Harapannya, dia mempunya jangkauan pemikiran yang luas, seluas galaksi," ungkap Basuni.

Selaras dengan nama yang ia sandang, Andro sangat tertarik astronomi usai mempelajari fisika. Ia juga kerap mengikuti pengajian yang membahas langit serta luasnya alam semesta.

"Saya pernah mengikuti pengajian yang menjelaskan tentang langit. Dari sana saya semakin tertarik karena ciptaan Tuhan Yang Maha Esa begitu luas. Saya ingin mendalaminya," kata Andro.

Kini sudah sampai di Bandung, Andro berkomitmen untuk membalas perjuangan orang tua dan dukungan dari berbagai pihak yang telah membantunya.

Rektor ITB juga menyambut Andro dan menyatakan kampus tidak akan membeda-bedakan mahasiswa berdasarkan kemampuan maupun latar belakang keluarga dan ekonomi.

Prof Tata juga menyampaikan, ITB terus berupaya memfasilitasi mahasiswa berprestasi agar dapat menjalani pendidikan dengan lancar.

"Alhamdulillah, bisa sampai ke sini. Selamat untuk Bapak, Ibu, dan Andro. Kami berusaha agar sebanyak mungkin adik-adik yang memiliki kemampuan akademis baik dapat diterima di ITB," ucapnya.



Simak Video "Video: Fenomena 60 Ribu Mahasiswa Tidak Daftar Ulang PTN, Apa Penyebabnya? "

(det/twu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork