Rektor ITB Usul Beasiswa LPDP Justru Diperkuat untuk Dalam Negeri, Pasalnya..

ADVERTISEMENT

Rektor ITB Usul Beasiswa LPDP Justru Diperkuat untuk Dalam Negeri, Pasalnya..

Nikita Rosa - detikEdu
Sabtu, 11 Jul 2026 14:00 WIB
Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja Revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Komisi X DPR RI, di Auditorium FPEB Lantai 6, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kamis (9/7/2026).
Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja Revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Komisi X DPR RI, di Auditorium FPEB Lantai 6, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kamis (9/7). (Foto: ITB)
Jakarta -

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara, mengajukan usulan agar alokasi Beasiswa LPDP untuk kampus dalam negeri diperkuat. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja Revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Komisi X DPR RI.

Seperti diketahui, Beasiswa LPDP adalah beasiswa pascasarjana yang memberikan bantuan biaya pendidikan untuk studi dalam maupun luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usulan itu bukan tanpa alasan. Prof. Tata menilai dukungan pembiayaan yang lebih besar pada LPDP luar negeri mendorong talenta terbaik untuk memilih kampus asing. Alhasil, manfaat riset dan publikasi juga lebih banyak diterima oleh instansi luar negeri.

Sebagai solusi, Prof.Tata menyarankan sebagian alokasi beasiswa dapat diarahkan pada skema double degree atau joint degree. Dengan skema ini, mahasiswa bisa menempuh sebagian pendidikan dan riset di Indonesia dan universitas mitra luar negeri.

ADVERTISEMENT

PTN-BH Butuh Keberpihakan Negara Demi Rekrut Talenta Terbaik

Untuk merekrut talenta terbaik, rektor ITB juga menegaskan perlunya keberpihakan negara. Ia menegaskan hal ini agar PTN-BH bisa merekrut mahasiswa berdasarkan kemampuan akademik, bukan kondisi ekonomi.

"Basisnya adalah kemampuan akademik, bukan kemampuan ekonomi. Maka, keberpihakan negara untuk memastikan semua talenta terbaik memperoleh akses pendidikan yang berkualitas menjadi sangat penting," tegasnya dalam laman ITB dikutip Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, perluasan akses pendidikan tinggi harus disertai kebijakan afirmatif, dukungan pembiayaan, pendampingan, dan sistem akademik yang menjaga mutu, bagi calon mahasiswa yang memiliki potensi namun menghadapi keterbatasan ekonomi, geografis, maupun kondisi sosial.

Prof Tatacipta menuturkan ITB telah menerima mahasiswa dari 32 provinsi di Indonesia pada penerimaan tahun 2025/2026. Sebanyak 33 mahasiswa berasal dari wilayah 3T, 10 mahasiswa dari afirmasi pendidikan, dan 451 mahasiswa adalah penerima KIP Kuliah.

Prof Tatacipta juga menyoroti pentingnya skema pendanaan yang tepat sasaran. Menurutnya, pembiayaan pendidikan tinggi perlu dirancang secara berlapis agar dapat menjangkau mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi.

"Skema yang paling efektif adalah kombinasi KIP-Kuliah, beasiswa unggulan, keringanan biaya, dana lestari, dan dukungan industri. ITB juga membuka akses SSU dengan dukungan untuk peserta KIP Kuliah dan afirmasi 3T," katanya.



(nir/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads