Anak Buruh Angkut Alumni SMAU CT ARSA Ini Kejar Gelar Doktor di Kampus Saudi

ADVERTISEMENT

Anak Buruh Angkut Alumni SMAU CT ARSA Ini Kejar Gelar Doktor di Kampus Saudi

Tim detikEdu - detikEdu
Selasa, 23 Jun 2026 18:45 WIB
M Dani Sirait, alumni SMAU CT ARSA Deli Serdang kini kejar gelar doktor di kampus Saudi
Foto: (Dokumentasi pribadi M Dani Sirait via CT ARSA Foundation)
Jakarta -

Dari sudut Tanjungbalai, Sumatera Utara, Muhammad Dani Sirait (28) menjangkarkan mimpi. Anak buruh angkut ini menembus batas dari SMA Unggulan (SMAU) CT ARSA Deli Serdang hingga kini hendak meraih kandidat doktor di kampus Arab Saudi.

Ayah Dani adalah seorang buruh angkut hasil laut, seperti ikan, kepiting, cumi-cumi. Sementara ibundanya merupakan ibu rumah tangga, namun terkadang menjadi pekerja serabutan untuk membantu keuangan keluarga. Saat ini, Dani sedang berjuang meraih gelar Doktor di King Fahd University Arab Saudi.

"Saya senang belajar dan bereksperimen di lab kimia. Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk memperdalam ilmu saya dengan melanjutkan sekolah ke jenjang doktoral," ujar Dani dalam keterangan tertulis yang diterima dari CT ARSA Foundation, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dani memiliki target selama S3: berhasil mempublikasikan minimal 2 jurnal berreputasi Q1 dan mendapatkan posisi posdoct di Eropa atau Amerika.

ADVERTISEMENT

Dalam 5 tahun ke depan, ia berharap menjadi posdoct di salah satu kampus top 25 dunia dalam 10 tahun ke depan dan menjadi dosen sekaligus profesor di kampus top timur tengah dalam 20 tahun ke depan.

Dari SMAU CT ARSA ke ITB Lanjut ke Saudi

M Dani Sirait, alumni SMAU CT ARSA Deli Serdang kini kejar gelar doktor di kampus SaudiM Dani Sirait, alumni SMAU CT ARSA Deli Serdang kini kejar gelar doktor di kampus Saudi Foto: (Dokumentasi pribadi M Dani Sirait via CT ARSA Foundation)

Dani masih ingat proses masuk ke SMAU CT ARSA Deli Serdang. Setelah lolos seleksi akademik, Dani diproses ke tahap seleksi survei rumah untuk memastikan bahwa keluarganya memang kurang mampu. Dani masih ingat betapa ramainya tetangganya yang menyaksikan proses survei tersebut.

Rupanya hal itu merupakan pengalaman berkesan bagi Dani dan keluarga. Setelah lolos survei rumah, Dani berangkat ke SMAU CT ARSA untuk menjalani tes kesehatan dan memulai kehidupan baru di sekolah ini.

Dani pun menjalani pendidikan gratis di SMAU CT ARSA Deli Serdang yang menawarkan beasiswa penuh, dengan guru dan tenaga pendidik yang berkualitas, sistem pendidikan yang tertata baik, dan fasilitas yang memadai untuk mendukung siswa berprestasi.

Mendapatkan beasiswa di SMA Unggulan CTARSA Foundation Deli Serdang merupakan peluang emas untuk memperbaiki nasibnya dan keluarga. Dani mengaku, cukup kewalahan saat mengikuti rangkaian tes yang sangat kompetitif untuk bisa masuk ke SMA Unggulan CTARSA. Namun, perjuangan Dani tak sia-sia. Selama bersekolah di SMAU CT ARSA, Deni menjuarai beberapa lomba akademik.

Berikut prestasi Dani selama menjalani Pendidikan di SMAU CTARSA Foundation Deli Serdang:

M Dani Sirait, alumni SMAU CT ARSA Deli Serdang kini kejar gelar doktor di kampus SaudiM Dani Sirait, alumni SMAU CT ARSA Deli Serdang kini kejar gelar doktor di kampus Saudi Foto: (Dokumentasi pribadi M Dani Sirait via CT ARSA Foundation)
  • Juara 1 Science Competition USU 2014 Bidang Kimia Juara 1 OSK 2015 Bidang Kimia se-Deli Serdang
  • Juara 1 OSP 2015 Bidang Kimia se-Sumatera Utara
  • Juara 1 SmanTig Expo Medan 2015 Bidang Kimia
  • Juara 1 Easso Competition USU 2015 Bidang Kimia
  • Medalis emas Methodist Expo Medan 2015 Bidang Kimia
  • Finalis OSN Nasional 2015 Yogyakarta

Baginya, SMA Unggulan CT ARSA merupakan tempat ia diajarkan tentang kemandirian, disiplin, dan kerja keras dalam menggapai mimpi. Dani berani bermimpi untuk melanjutkan kuliah berkat didikan guru dan wali asrama yang tidak pernah berhenti. Nilai-nilai kehidupan yang diajarkan selama belajar di SMAU CT ARSA merupakan modal penting baginya untuk bertahan hidup di mana pun.

Usai lulus dari SMA Unggulan CT ARSA, Dani melanjutkan pendidikan S1 di program studi (prodi) Kimia ITB jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan beasiswa Bidikmisi. Selama di ITB, ia berhasil meraih medali perak ONMIPA Nasional bidang kimia dan lulus dengan predikat cum laude.

Dari S1 Kimia ITB, Dani melanjutkan pendidikan S2 di kampus yang sama melalui jalur fast track dengan beasiswa Ganesha Talent Asistanship (GTA) ITB. Tekat dan ketekunan Dani mengantarkannya lulus dengan predikat lulusan terbaik Prodi Kimia dengan IPK 4.00.

Impian Dani mengangkat derajat keluarganya, semakin nyata ketika berhasil melanjutkan pendidikan S3 di King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM) dengan beasiswa dari kampus tersebut. Selama S3, ia sudah submit 2 jurnal internasional di bawah bimbingan Postdoc dan Professor di KFUPM.

Selain menempuh pendidikan S3 di KFUPM, Dani juga bekerja sampingan sebagai Pembina Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kimia 10.

"Di samping itu, saya juga gemar mengajar terutama materi olimpiade kimia karena saya bahagia melihat siswa paham mengenai kimia dan berprestasi di OSN," ujar Dani.

Ingin Bangun Rumah buat Ortu

M Dani Sirait, alumni SMAU CT ARSA Deli Serdang kini kejar gelar doktor di kampus SaudiM Dani Sirait, alumni SMAU CT ARSA Deli Serdang kini kejar gelar doktor di kampus Saudi Foto: (Dokumentasi pribadi M Dani Sirait via CT ARSA Foundation)

Sambil mengincar posisi postdoc di Eropa atau Amerika, Dani juga berencana memberikan rumah yang layak bagi kedua orang tuanya. Dani ingin memastikan orang tuanya hidup bahagia di masa tua.

Dani juga tak pernah lupa dengan pesan dari Founder CTARSA Foundation, Bapak Chairul Tanjung dan Ibu Anita Ratnasari Tanjung, untuk menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat. Ia ingin menjadi ilmuwan dan dosen yang ilmunya bermanfaat bagi masyarakat dengan cara melakukan penelitian yang membawa dampak positif bagi lingkungan akademik maupun masyarakat umum.

Baginya, Ibu Anita Ratnasari Tanjung dan Bapak Chairul Tanjung adalah teladan dalam perjalanan hidupnya. Dani berusaha mencontoh kelembutan dan ketulusan dari Ibu Anita. Di sisi lain, ia belajar tentang disiplin dan kerja keras dari Bapak Chairul Tanjung. Ia pun berterima kasih atas semua kebaikan Pendiri CT Corp itu, yang senantiasa menjadi lentera bagi banyak orang.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video APK Dikti Masih Rendah, PTN Didorong Tingkatkan Kapasitas Tampung"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads