Bisa lolos jurusan Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) bukanlah hal yang mudah. Selain persaingannya yang ketat, butuh tekad kuat dan belajar yang sangat disipilin.
Selain itu, banyak yang meragukan masuk kedokteran lantaran biayanya yang mahal. Namun, rasa pesimis tersebut berhasil diterobos oleh Tiara Julianti.
Jika melihat kondisi ekonomi, Tiara hampir saja menyerah. Orang tuanya bekerja sebagai penjual keripik dengan penghasilan pas-pasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan keyakinan yang besar, Tiara mampu tembus jurusan Kedokteran UGM. Bahkan ia mendapatkan beasiswa gratis kuliah 100 persen.
Bagaimana cara Tiara meraih pencapaian tersebut?
Bermimpi Jadi Dokter Sejak Kecil
Profesi dokter menjadi impian Tiara sejak kecil. Bagi beberapa anak mimpi tersebut mungkin salah satu pilihan lumrah, tetapi bagi Tiara itu merupakan keseriusan.
"Jadi dokter itu memang mimpi aku sejak kecil. Waktu pandemi, aku semakin yakin ingin bisa berdampak untuk masyarakat," ujar Tiara dikutip dari laman UGM, Rabu (15/7/2026).
Hasil saat ini juga merupakan buah perjuangan Tiara sejak SD. Dari dulu Tiara sudah mempertahankan konsistensi prestasi akademiknya.
Tak cuma di kelas, Tiara juga termasuk siswa aktif di luar kelas. Ia pernah mengikuti organisasi, kompetisi karya ilmiah, lomba debat, olimpiade biologi, dan lainnya.
Sempat Gagal Masuk PTN
Sebelumnya, Tiara pernah gagal masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Namun, kedua orang tua Tiara selalu menyemangati dan memotivasinya untuk tidak menyerah.
"Kami hanya terus mendukung dan menyemangati. Alhamdulillah sekarang mimpinya tercapai," kata sang ibunda, Siti Rohani.
Sang ayah, Sabdi juga ikut terharu karena impian anaknya akhirnya terwujud. Bahkan, ia saat ini tak perlu lagi memikirkan biaya kuliah kedokteran yang terbilang mahal.
"Saya seperti mimpi. Tidak menyangka Tiara bisa diterima di Kedokteran UGM," tutur Sabdi.
Tiara turut mengucapkan rasa syukurnya yang mendalam. Pertama, ia diterima di Kedokteran UGM. Kedua, ia bisa berkuliah secara gratis.
"Setelah diterima di Kedokteran saja aku sudah sangat bersyukur. Saat tahu mendapat subsidi UKT 100 persen, rasanya lega sekali. Terima kasih UGM sudah memberikan kesempatan ini," ungkap Tiara.
Meski sudah berhasil lolos Kedokteran UGM, Tiara tak bisa sepenuhnya bersenang hati dahulu. Ia harus berusaha keras ke depannya supaya kesempatan ini tidak sia-sia.
Ia berpesan kepada siswa yang juga ingin masuk kedokteran tetapi kondisi ekonomi sepertinya untuk tidak berkecil hati dahulu. Ia yakin kerja keras dan dukungan keluarga bisa membantu mencapainya.
"Jangan pernah takut bermimpi. Bermimpi itu gratis, yang penting terus berusaha," pesannya.
(cyu/nah)











































