Muhammad Nur Arifin berhasil mengamankan kursi di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan beasiswa pendidikan unggul bersubsidi 100%. Di balik kesuksesannya, ada kerja keras dan doa ibunya, Ngalimah.
Ngalimah merupakan kepala keluarga dari sembilan anaknya. Suaminya, Karyana, yang bekerja sebagai tukang kayu telah meninggal dunia 15 tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu, Ngalimah berjuang untuk membesarkan sekaligus membiayai anak-anaknya dengan berjualan keripik pisang. Selain berjualan keripik pisang, Ngalimah juga mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) dekat tempat tinggalnya.
Ia juga rutin mengadakan pengajian bagi anak-anak kampung setiap selesai salat Magrib di rumahnya. Sebagai apresiasi atas kerja kerasnya, masyarakat pernah memberikan bantuan untuk Ngalimah dan keluarga.
Di tengah keterbatasannya, putranya Arifin masih tekun dan disiplin belajar. Menurut Ngalimah, Arifin tidak pernah mengikuti kelas tambahan.
"Dia anak yang selalu fokus saat belajar di sekolah sehingga tidak perlu mengulang pelajaran secara berlebihan di rumah," jelasnya dalam laman UGM dikutip Jumat (10/7/2026).
Artifin juga berprestasi di bidang nonakademik. Ia pernah menjuarai lomba musikalisasi puisi tingkat provinsi. Di samping itu, Arifin mengembangkan minatnya di bidang peternakan.
Sejak kecil, ia sudah senang memelihara hewan terutama kambing. Ketertarikan tersebut semakin kuat karena Arifin bercita-cita mengembangkan usaha peternakan ayam broiler di masa depan.
Sejak awal Juni kemarin, Arifin sudah terjun langsung, membantu kegiatan peternakan milik tetangga yang sedang menjadi lokasi praktik mahasiswa UGM di THR Farm, Karanganyar. Arifin bertugas mengambil telur, memberikan pakan ternak, serta memantau suhu kandang.
"Pengalaman ini membuat saya semakin memahami bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara langsung. Saya jadi semakin yakin memilih peternakan sebagai bidang yang ingin saya tekuni," katanya.
Berkat ketekunan dan cita-citanya yang tulus, Arifin berhasil diterima di Fakultas Peternakan UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Kebahagiaan itu semakin bertambah saat Arifin mendapat beasiswa penuh.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Ir Budi Guntoro, sampai, menyambangi rumah keluarga Ngalimah dan Arifin untuk menyampaikan apresiasinya. Budi Guntoro berharap Arifin bisa fokus dan mengoptimalkan diri saat kuliah nanti.
"Selamat Mas. Ke depan harus fokus baik studi maupun di organisasi nanti. Manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan beasiswa kuliah gratis ini untuk masa depan yang lebih baik," pesannya.
(nir/nwk)











































