Fansen Candra Funata menjadi peserta Clash of Champions pertama yang berasal dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Seperti apa sosoknya?
Fansen, panggilan akrabnya, adalah mahasiswa Teknik Elektro MIT angkatan 2025. Hari-hari perkuliahannya disibukkan dengan mengikuti kegiatan riset, termasuk menjadi visiting researcher di Centre for Quantum Technologies Singapore dan anggota MIT Motorsports.
Melansir dari laman Instagram sekolahnya dulu, SMA Dharma Yudha, Fansen melalui proses seleksi yang panjang dan kompetitif. Untuk berhasil diterima di salah satu universitas terbaik di dunia, Fansen harus menyiapkan kemampuan akademisnya, mengikuti tes standar internasional, esai aplikasi, dan wawancara universitas.
"Melalui kerja keras tanpa henti, ketekunan, dan dukungan tak tergoyahkan dari keluarga dan guru-gurunya, ia akhirnya mewujudkan mimpinya," tulis unggahan Instagram @darmayudhapku, dikutip Selasa (7/7/2026).
Namun, yang belum tersorot adalah bagaimana Fansen telah mengasah kemampuannya sejak di bangku SD. Ini kisah Fansen.
Ikut Olimpiade dari SD
Fansen mengaku sudah mengikuti kompetisi sains sejak SD. Kendati demikian, ia merasa masa kecilnya lebih banyak dihabiskan untuk bermain dibandingkan dengan belajar.
"Jujur, waktu itu masih lebih banyak mainnya daripada belajar. Saat itu olimpiade bukanlah prioritas saya. Saya lebih mementingkan performa di kelas," ujarnya, dilansir dari laman Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Selasa (7/7/2026).
Fansen tak jarang mengalami kegagalan. Namun, ia yakin keteguhan hatinya di bidang fisika bisa menorehkan hasil baik.
Titik balik Fansen dimulai saat ia lolos ke tim nasional International Mathematics and Science Olympiad (IMSO). Sejak saat itu, ia sadar bahwa kedua orang tuanya telah banyak berkorban dalam biaya sehingga ia tak boleh menyia-nyiakannya.
"Tentunya saya sangat senang dan terharu. Tidak hanya bangga dengan diri sendiri, saya juga bisa membanggakan guru pembina dan orang tua saya. Dari situlah cerita perjalanan olimpiade saya dimulai," kenang mahasiswa yang punya hobi bermain gitar tersebut.
Kumpulkan 50 Medali
Di usianya yang menginjak 18 tahun pada 2025 lalu, Fansen telah memenangkan lebih dari 50 kejuaraan sains. Berikut daftar prestasinya:
Medali Perak Ruangguru Academy of Champions 2025
Medali Perak IPhO 2023
Honorable Mention Asian Physics Olympiad (APhO) Mongolia 2023
Medali Perunggu International Zhautykov Olympiad (IZhO) 2023
Medali Emas International Scientific Physics Olympiad (ISPhO) Rusia 2023
Medali Emas OSN SMA/MA bidang Fisika 2022
Absolute Winner OSN SMA/MA bidang Fisika 2022
Best Theory OSN SMA/MA bidang Fisika 2022
Medali Emas Olimpiade Sains Akbar Tingkat Provinsi (OSA-P) 2022
Absolute Winner OSA-P Tingkat Provinsi 2022.
Medali Emas OSN SMP bidang IPA 2021
Best Theory dan Observation OSN 2021 bidang IPA
Secondary Best Team Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary Schools (ASMOPSS) X 2021
Medali Emas Science Secondary ASMOPSS X 2021
Medali Emas International Science Contest (ISC) 2020
High Distinction Big Science Competition 2020
Medali Emas International Kangaroo Science Contest 2019 Medali Emas Individual Contest ISC 2019
Medali Perak Science Secondary ASMOPSS IX 2019
Medali Emas Olimpiade Sains Padang 2019
Medali Emas Olimpiade Indonesia (Pekanbaru Science Competition) 2019
Juara I Cerdas Cermat Pekan Raya Fisika V Nasional Universitas Riau 2020.
Medali Emas IMSO China 2018
Medali Perak International Kangaroo Science Contest 2018
Medali Perak ASMOPSS 2018
Medali Emas Vanda International Science Competition 2019
Medali Perak Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) 2018
Medali Emas The National Unimed Science Olympiad (USO) Universitas Negeri Medan 2018
Juara 1 Cerdas Cermat Tingkat SD Pekan Raya Fisika III 2018 FMIPA Universitas Riau
Dan masih banyak prestasi lain yang ditorehkan oleh Fansen. Bagaimana, detikers, semakin semangat belajar seperti Fansen Candra Funata?
Simak Video "Video APK Dikti Masih Rendah, PTN Didorong Tingkatkan Kapasitas Tampung"
(nir/faz)