Pelajar putri Indonesia Danica Odelia berhasil menorehkan sejarah di ajang The 15th European Girls' Mathematical Olympiad (EGMO) 2026. Siswi SMA Kristen Penabur Gading Serpong itu mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia sejak kompetisi matematika internasional khusus perempuan tersebut pertama kali diselenggarakan pada 2012.
Olimpiade matematika yang digelar pada 9-15 April 2026 lalu di Bordeaux, Prancis tersebut diikuti 260 peserta dari 67 negara. Sebanyak 30 kontestan berhasil meraih medali emas termasuk Danica.
Danica mencatatkan skor 32 poin dari enam soal dengan bobot maksimal tujuh poin per soal. Raihan itu menempatkannya di posisi keenam dari seluruh peserta. Sementara itu, skor sempurna 42 diraih kontestan asal China, Huaijin Lou. Tim China yang beranggotakan empat peserta juga sukses menyapu bersih medali emas sekaligus mendominasi posisi papan atas kompetisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kompetisi ini merupakan ajang khusus perempuan yang biasanya diperuntukkan untuk negara-negara di Eropa, namun negara di luar itu juga bisa ikut mewakili termasuk saya dari Indonesia yang berhasil terpilih," ujar Danica dalam keterangan SMAK Penabur Gading Serpong.
Pada EGMO 2026, Indonesia hanya mengirimkan satu wakil yakni Danica dengan pendampingan Aleams Barra, pengajar matematika dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Barra juga dikenal sebagai pelatih Pelatnas Tim Olimpiade Matematika di ajang International Mathematical Olympiad (IMO).
Indonesia sendiri tercatat telah empat kali mengikuti EGMO sejak kompetisi ini dimulai pada 2012. Pada debut di Inggris tahun 2012, kontingen Indonesia berhasil membawa pulang satu medali perak dan satu medali perunggu.
Siswa Kelas Khusus di SMAK Penabur Gading Serpong
Sebelum mengikuti ajang EGMO, Danica telah menorehkan banyak prestasi di bidang Matematika. Ia berhasil meraih medali perak di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan The 31st International Tuymaada Olympiad 2024, serta medali perunggu pada Lomba Matematika Nasional ke-35 Universitas Gadjah Mada, The 22nd International Zhautykov Olympiad (IZhO) 2026, sekaligus predikat Honorable Mention dalam The 66th International Mathematical Olympiad (IMO) 2025.
"Saya suka Matematika sejak SD dan termotivasi ikut lomba karena bisa jalan-jalan ke luar negeri. Dari situ, saya mulai fokus di Matematika dan masuk ke SMAK Penabur Gading Serpong karena memberikan banyak kesempatan bagi saya untuk mengikuti berbagai kompetisi baik nasional maupun internasional." tutur Danica.
Jelang kompetisi, Danica mempersiapkan diri dengan belajar dari berbagai sumber termasuk soal-soal pelatnas. "Guru-guru di sekolah turut membantu saya dalam mempersiapkan diri dengan memberikan berbagai pelatihan. Selain itu, saya juga diajak berbicara oleh salah satu guru yaitu Sir Andreas, beliau menanyakan apakah saya stres atau tidak dan seterusnya." ungkap Danica.
Saat ini Danica duduk di kelas XI Program Brilliant Class. Selama menempuh pendidikan, ia tinggal di asrama khusus siswa Brilliant Class yang disediakan oleh BPK Penabur Jakarta. Program tersebut dirancang untuk memfasilitasi siswa berbakat agar dapat dipersiapkan mewakili Indonesia dalam berbagai olimpiade sains tingkat dunia.
Melalui program Brilliant Class, para siswa memperoleh pembinaan langsung dari dosen-dosen perguruan tinggi negeri ternama yang kompeten di bidang sains. Untuk dapat bergabung dalam program ini, calon siswa harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya memiliki nilai Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris di atas 85 saat SMP, pernah meraih medali OSN, memperoleh rekomendasi kepala sekolah, serta lolos rangkaian seleksi berupa tes IQ minimal 140, tes logika, dan wawancara.











































