Dari sudut Tanjungbalai, Sumatera Utara, Muhammad Dani Sirait (28) menjangkarkan mimpi. Anak buruh angkut ini menembus batas dari SMA Unggulan (SMAU) CT ARSA Deli Serdang hingga kini hendak meraih kandidat doktor di kampus Arab Saudi.
Ayah Dani adalah seorang buruh angkut hasil laut, seperti ikan, kepiting, cumi-cumi. Sementara ibundanya merupakan ibu rumah tangga, namun terkadang menjadi pekerja serabutan untuk membantu keuangan keluarga. Saat ini, Dani sedang berjuang meraih gelar Doktor di King Fahd University Arab Saudi.
"Saya senang belajar dan bereksperimen di lab kimia. Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk memperdalam ilmu saya dengan melanjutkan sekolah ke jenjang doktoral," ujar Dani dalam keterangan tertulis yang diterima dari CT ARSA Foundation, Selasa (23/6/2026).
Dani memiliki target selama S3: berhasil mempublikasikan minimal 2 jurnal berreputasi Q1 dan mendapatkan posisi posdoct di Eropa atau Amerika.
Dalam 5 tahun ke depan, ia berharap menjadi posdoct di salah satu kampus top 25 dunia dalam 10 tahun ke depan dan menjadi dosen sekaligus profesor di kampus top timur tengah dalam 20 tahun ke depan.
Dari SMAU CT ARSA ke ITB Lanjut ke Saudi
Dani masih ingat proses masuk ke SMAU CT ARSA Deli Serdang. Setelah lolos seleksi akademik, Dani diproses ke tahap seleksi survei rumah untuk memastikan bahwa keluarganya memang kurang mampu. Dani masih ingat betapa ramainya tetangganya yang menyaksikan proses survei tersebut.
Rupanya hal itu merupakan pengalaman berkesan bagi Dani dan keluarga. Setelah lolos survei rumah, Dani berangkat ke SMAU CT ARSA untuk menjalani tes kesehatan dan memulai kehidupan baru di sekolah ini.
Dani pun menjalani pendidikan gratis di SMAU CT ARSA Deli Serdang yang menawarkan beasiswa penuh, dengan guru dan tenaga pendidik yang berkualitas, sistem pendidikan yang tertata baik, dan fasilitas yang memadai untuk mendukung siswa berprestasi.
Simak Video "Video APK Dikti Masih Rendah, PTN Didorong Tingkatkan Kapasitas Tampung"
(nwk/nah)