ITB Sulap Sampah Plastik Jadi Paving Block, Tahan Air dan Ramah Lingkungan

ADVERTISEMENT

ITB Sulap Sampah Plastik Jadi Paving Block, Tahan Air dan Ramah Lingkungan

Cicin Yulianti - detikEdu
Jumat, 24 Apr 2026 07:00 WIB
Paving block dari sampah plastik buatan ITB
Paving block dari sampah plastik buatan ITB. Foto: ITB
Jakarta -

Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menyulap tumpukan sampah plastik menjadi paving block ramah lingkungan. Inovasi ini berangkat dari masalah menumpuknya sampah plastik di wilayah pesisir.

Pembuatan paving block dari sampah ini juga dijalankan oleh berbagai kampus. Mulai dari tim GaneOpTic ITB yang diketuai oleh Dr Megawati Zunita, S Si, M Si, dari Teknik Kimia ITB.

Kemudian, didukung juga oleh dosen dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), serta Universitas Malikussaleh (Unimal).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manfaatkan Sampah Plastik Pantai

Megawati menuturkan ide ini bermula dari menumpuknya sampah plastik di pesisir pantai. Salah satunya pesisir pantai Pulau Balai, Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.

ADVERTISEMENT

"Banyaknya sampah plastik yang terbawa arus menumpuk di pesisir pantai Pulau Balai, sebuah pulau kecil yang merupakan salah satu pulau dari Kepulauan Banyak, Kabupaten Singkil. Tim ITB membawakan teknologi terapan, pembuatan paving block dari plastik, sekaligus menjawab kebutuhan infrastruktur trotoar yang juga menjadi tantangan," katanya, dikutip dari laman ITB, Rabu (22/4/2026).

Dari data Dinas Lingkungan Kabupaten Aceh Singkil, timbunan sampah plastik di Kepulauan Banyak ini mencapai 668 ton per tahun. Plastik menjadi sampah terbanyak ke-2. Masalah tersebut, menurut Megawati, dapat dimanfaatkan dengan baik lewat inovasi ini.

Keunggulan Paving Block dari Plastik

Megawati menyebut keunggulan paving block dari plastik ini antara lain tahan terhadap korosi air laut, tak mudah retak jika terkena reaksi sulfat, fleksibel terhadap perubahan suhu, dan lebih ringan dibandingkan paving block dari beton.

Tak hanya itu, paving block ini memiliki potensi ekonomi yang besar. Warga dapat menjadikan inovasi ini sebagai usaha desa, lalu menjualnya ke desa lain.

Ajak Warga Praktikan Pembuatan Paving Block

Tim juga mengajak langsung warga agar bisa membuat paving block dari sampah sendiri. Hasil dari inovasi diterapkan langsung di Pulai Balai.

Warga diperlihatkan bagaimana cara memilih dan mengeringkan sampah plastik, meleburkan plastik, menuangkan plastik ke dalam cetakan, sampai pendinginan sampah menjadi paving block.

Setelah berhasil dibuat, paving block ini bisa dijadikan bahan baku perbaikan jalan setapak dan ruang publik lainnya seperti fasilitas umum.




(cyu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads