2.000 Mahasiswa Resmi Jadi Google Student Ambassador 2026, Pendaftar Tembus 80K

ADVERTISEMENT

2.000 Mahasiswa Resmi Jadi Google Student Ambassador 2026, Pendaftar Tembus 80K

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 23 Apr 2026 17:30 WIB
2.000 Mahasiswa resmi jadi Google Student Ambassador 2026.
2.000 mahasiswa dilantik sebagai Google Student Ambassador 2026, dorong pemanfaatan AI beretika dan bertanggung jawab di kampus. Foto: Dok Google Indonesia
Jakarta -

2.000 Mahasiswa resmi dilantik menjadi Google Student Ambassador 2026, Kamis (23/4/2026). Para mahasiswa terpilih dari total 81.000 lebih pendaftar.

Google Student Ambassador Program merupakan inisiatif pemberdayaan generasi muda agar berperan aktif dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) secara inklusif serta bertanggung jawab di kampus. Para duta mahasiswa ini akan menerima pelatihan, bimbingan, dan sertifikasi eksklusif bidang AI untuk menjadi pemimpin masa depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel Makarim mengatakan, para mahasiswa terpilih diharapkan dapat memanfaatkan teknologi AI untuk mendorong produktivitas perkuliahan dan menciptakan solusi kreatif di kampus.

Para mahasiswa duta Google ini juga diharapkan menjadi role model bagi mahasiswa lain untuk memanfaatkan AI secara etis dan bermanfaat.

ADVERTISEMENT

"Dari tiga hal ini, kita harapkan bisa membentuk komunitas mahasiswa yang literasinya sungguh bagus," kata Muriel pada inagurasi Google Student Ambassador 2026 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta Selatan.

"Semoga perjalanan kalian bisa membawa inspirasi, bisa membawa manfaat. Tidak hanya untuk kampus, tapi juga untuk masing-masing dan untuk pendidikan Indonesia," imbuhnya.

Muriel mencontohkan, para duta 2026 salah satunya bisa mencari inspirasi dari sosok Syahdika Kurnia Azhari, Top #1 Trailblazer Google Student Ambassador 2025. Mahasiswa berprestasi Politeknik Negeri Medan (Polmed) 2026 ini bersama rekan-rekannya memanfaatkan Gemini Canvas untuk menciptakan aplikasi bermanfaat.

Salah satunya yakni Sign-Ai Pro, platform penerjemah bahasa isyarat real-time berbasis web dengan teknologi computer vision. Cukup dengan webcam, platform ini bisa menerjemahkan bahasa isyarat, sehingga memudahkan komunikasi penyandang disabilitas dengan orang lain yang belum menguasai bahasa isyarat.

Terbaru, Syahdika dan rekan-rekan menelurkan aplikasi pemberdayaan perempuan SheSuccess. Aplikasi terintegrasi Gemini AI yang akan muncul di Play Store ini dirancang memiliki fitur pencatatan keuangan cerdas, kalkulator usaha untuk menghitung modal hingga harga jual, desain kemasan untuk rebranding, solusi usaha, dan sharing sesama pengguna.

Syahdika menuturkan, dari minat belajar coding, ia tergerak untuk membuat aplikasi bersama teman-teman untuk menjawab tantangan sosial di sekitar mereka.

"Minat untuk melihat kayak gimana sih jadi mahasiswa yang berdampak," tuturnya.

SheSuccess sendiri berangkat dari niat untuk memudahkan perempuan 'ibu-ibu' di Desa Sei Rotan, Deli Serang, Sumatera Utara. Usulan proyek sosial Syahdika bersama Akbar Fiki Muhammad, Syafril Pramana Pulungan, dan dosen pembimbing Abdullah ini kelak mendapat pendanaan pada ajang Inovillage 2025.

Bagi para duta 2026, ia mengatakan, Google Student Ambassador memiliki tanggung jawab pada Google, kampus masing-masing, dan diri sendiri untuk dapat berdaya dan bermanfaat.

"Dengan mengingat tanggung jawab itu, kita harus berpikir kreatif, disiplin, nggak menunda-nunda, dan yang paling krusial, jadi Google Student Ambassador itu harus berdampak nyata," imbuhnya.




(twu/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads