Petinggi OpenAI: Jangan Pakai ChatGPT Buat Jalan Pintas, Buat Teman Belajar Aja

ADVERTISEMENT

Petinggi OpenAI: Jangan Pakai ChatGPT Buat Jalan Pintas, Buat Teman Belajar Aja

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikEdu
Jumat, 10 Apr 2026 07:00 WIB
Head of Education Asia Pacific OpenAI, Raghav Gupta
Foto: (Nograhany Widhi K/detikcom)
Jakarta -

Ada pesan dari petinggi OpenAI soal ChatGPT buat kamu para pelajar. Apa pesannya?

"Jangan pakai itu (ChatGPT dan AI) buat jalan pintas. Pakai itu buat teman belajar aja," tutur Head of Education Asia Pacific OpenAI, Raghav Gupta, saat berbincang dengan wartawan, di Hotel Morissey, Jl KH Wahid Hasyim, Rabu (8/4/2026) ditulis Jumat (10/4/2026).

Gupta lalu menunjukkan contoh kasus di Indonesia, seorang siswa SMAN 1 Kudus, M Agha Nazih, yang meraih nilai 100 dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Fisika. Agha memanfaatkan AI sebagai mentor belajar tanpa mengikuti bimbingan belajar (bimbel) mana pun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"AI sudah mulai menjadi bagian dari cara siswa di Indonesia belajar: membantu menjelaskan konsep, mengeksplorasi ide, dan membangun keterampilan secara lebih mandiri," tutur Gupta.

ADVERTISEMENT

Satu lagi kasus dari Indonesia yang dipaparkan Gupta. Tim asal Indonesia (Cantor) berhasil meraih juara dua di OpenAI Codex Hackathon di Singapura. Dikutip dari detikInet, mereka membuat solusi berbasis AI dengan bernama GambitHunter yang memburu situs hingga rekening bandar judi online (judol).

Gupta menambahkan, pertanyaannya kini bukan lagi apakah AI akan menjadi bagian dari pendidikan; tetapi bagaimana pendidik, institusi, dan penyedia teknologi dapat bekerja sama untuk membimbing penggunaannya secara bertanggung jawab.

"Di OpenAI, kami ingin mendukung upaya tersebut agar AI dapat memperkuat pemahaman, penilaian, dan kepercayaan diri, sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi lebih banyak siswa di Indonesia," imbuh Gupta.

Peran Guru Tetap Dibutuhkan

Meski demikian, Gupta menekankan, peran guru manusia masih sangat dibutuhkan di tengah maraknya AI. Guru bisa memanfaatkan AI ini untuk alat bantu merencanakan pembelajaran hingga membantu memberikan nilai dan tugas administratif lainnya.

"Sehingga guru benar-benar bisa fokus mengajar murid," imbuhnya.

Gupta juga mempraktikkan secara langsung bagaimana ChatGPT bisa membuat soal-soal belajar hingga ujian untuk siswa. Seperti soal matematika hingga fisika dengan prompt yang sangat rinci. Dia menyarankan sumber belajar untuk para guru dan pendidik di ChatGPT:

● Pelatihan dan webinars : webinar.openai.com/ChatGPT-For-Work-Webinars
● OpenAI Academy : academy.openai.com
● ChatGPT Use Cases for Work : Custom ChatGPT

450 Juta Pesan Pembelajaran dari Indonesia Per Maret 2026

Gupta lantas mengungkapkan data bahwa per Maret 2026 ada lebih dari 450 juta pesan terkait pembelajaran ke ChatGPT. Hal ini menunjukkan tingkat rasa ingin tahu dan inisiatif belajar di Indonesia yang terlihat sangat tinggi.

"Hal ini menunjukkan bahwa AI sudah menjadi bagian dari proses belajar sehari-hari. Peluang berikutnya adalah memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab dan produktif, sehingga dapat membantu membangun pemahaman lebih mendalam, keterampilan yang lebih baik, serta kepercayaan diri yang lebih besar dalam belajar," tuturnya.

Menurutnya lagi, para siswa atau pelajar bisa lebih mengasah soft skill di era AI.

"Keterampilan seperti critical thinking, problem solving, leadership, teamwork, communication dan judgement (kemampuan membuat keputusan)," urainya.

Batasan Umur ChatGPT

PP Tunas PP Tunas, atau Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, yang mengatur batasan usia ke media sosial dan platform digital:

13 tahun (untuk platform dengan risiko rendah)
16 tahun (untuk platform dengan risiko kecil hingga sedang)
16 hingga 18 tahun (akses penuh)

Bagaimana dengan ChatGPT?

Sandy Kunvatanagarn, Head of Public Policy, Southeast Asia, OpenAI mengatakan ChatGPT tidak bisa digunakan untuk anak di bawah 13 tahun. Usia 13-18 tahun bisa digunakan dengan consent.

"Default ChatGPT, ketika kamu memakai tanpa login atau mendaftarkan email yang memungkinkan kami bisa mengetahui usiamu, maka kamu akan mengakses mode teraman (safest mode). Mode yang kami batasi kemampuannya untuk percakapan yang berbau seksual hingga finansial yang berlaku untuk orang dewasa," jawab Sandy.




(nwk/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads