Shalma Arsyta Noorsyarif sempat merasa tidak percaya diri untuk menembus perguruan tinggi negeri (PTN). Namun perjuangannya tak sia-sia, siswa difabel netra ini berhasil lolos SNBP 2026 di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (UPNVJ).
Siswa yang diterima di Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPNVJ ini akrab disapa Caca. Saat mendaftar SNBP, ia ragu karena bukan termasuk siswa dengan peringkat akademik tertinggi di sekolahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat Overthinking hingga Burnout
Perjuangan untuk menembus SNBP 2026 bukan hal mudah baginya. la mengaku sempat mengalami tekanan mental saat membandingkan progres belajarnya dengan siswa lain.
Setelah menyelesaikan pendaftaran SNBP, ia pun langsung mempersiapkan diri menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Caca belajar secara intensif kelelahan mental.
"Saya sempat merasa sangat overthinking melihat perkembangan teman-teman. Bahkan sampai burnout karena terus mengejar target nilai try out," ungkapnya, dikutip dari laman UPNVJ, Kamis (9/4/2026).
Tekanan psikologis itu makin terasa saat Lebaran. Saat itu, ia kerap dihujani pertanyaan soal rencana kuliah dari orang-orang di sekitarnya.
Saat hari pengumuman SNBP, Caca memilih menenangkan diri dan berdoa. Saking gugupnya, ia bahkan tak sanggup melihat hasil pengumuman.
"Waktu tahu hasilnya, saya bahkan tidak berani membuka sendiri. Tapi saat orang tua saya yang membuka dan bilang saya lolos, rasanya masih seperti tidak percaya," tuturnya.
Fokus ke Bidang Minat dan Dukungan Sekitar
Di tengah tekanan tersebut, Caca mengaku bersyukur perjalanan akademiknya didukung lingkungan pertemanan yang positif. Meskipun ia kerap kesulitan menghadapi tantangan di sejumlah mata pelajaran seperti Kimia dan Matematika, ia jadi dapat tetap fokus mengembangkan minat dan kemampuannya.
Ia pun berupaya keras mengembangkan kemampuan pada bidang-bidang yang memang diminati. Ketekunan dan konsistensi inilah yang akhirnya menjadi kunci utama mengantarkannya meraih kelulusan melalui jalur SNBP.
Kepada para calon peserta SNBP di masa mendatang, ia turut membagikan sejumlah strategi. Beberapa di antaranya adalah aktif mengikuti kompetisi terakreditasi, terus mengasah minat dan bakat, serta selalu menjaga relasi yang baik di lingkungan sekolah.
Bagi rekan-rekan yang belum lolos SNBP, ia berharap agar tetap optimistis dan tidak menyerah. Menurutnya, kegagalan di satu jalur bukanlah akhir, karena setiap orang punya jalan masing-masing untuk meraih pendidikan.
Harapan di Kampus Inklusif
Bersiap memasuki bangku perkuliahan di UPNVJ, kini Caca membawa harapan besar. la mendambakan proses belajar dalam lingkungan yang ramah dan suportif.
Awal penerimaan mahasiswa baru di kampus baginya juga menumbuhkan harapan untuk dapat berkontribusi dan berprestasi.
"Saya berharap bisa mendapatkan teman-teman yang baik dan lingkungan yang menerima saya. Saya juga ingin berkontribusi untuk kampus dan meraih prestasi terbaik, termasuk lulus dengan predikat cumlaude," katanya.
(crt/twu)











































