Kisah Ramli: Awardee LPDP Difabel, Hampir Putus Kuliah-Kini S3 di ITB

Kisah Ramli: Awardee LPDP Difabel, Hampir Putus Kuliah-Kini S3 di ITB

Tim detikEdu - detikEdu
Senin, 23 Feb 2026 08:00 WIB
Ramli kini jalani S3 di ITB
Ramli kini jalani S3 di ITB. Foto: ITB
Jakarta -

Pendidikan adalah hak bagi setiap orang, termasuk bagi yang memiliki keterbatasan secara fisik. Hal ini yang digapai Syamsun Ramli.

Beraktivitas sehari-hari dengan bantuan kursi roda, ia tekun mewujudkan mimpinya menempuh pendidikan hingga S3. Tak tanggung-tanggung, Ramli berhasil menjadi mahasiswa Program Studi Doktor Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB).

Untuk sampai di titik ini, Ramli telah melalui berbagai pengalaman berat, mulai dari kecelakaan hingga tak punya biaya untuk kuliah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kecelakaan Membuatnya Tak Bisa Berjalan

Ramli tak akan pernah lupa dengan kejadian yang sangat mengubah hidupnya. Pada 1998, ia mengikuti kegiatan mahasiswa pencinta alam.

ADVERTISEMENT

Saat itu ia masih kuliah S1 di Universitas Brawijaya (UB). Ia terjatuh dari tebing setinggi 17 meter saat berlatih panjat tebing.

Kecelakaan membuat empat ruas tulang belakang Ramli mengalami kelumpuhan. Akhirnya, ia harus menggunakan kursi roda untuk mobilitasnya.

"Awalnya saya benar-benar tidak mau menggunakan kursi roda. Karena berkursi roda waktu itu terasa seperti akhir dari segalanya," katanya dikutip dari laman ITB, Sabtu (21/2/2026).

Perjuangan Pulih dan Bertahan Hidup

Hari-hari awal menggunakan kursi roda terasa sulit bagi Ramli. Namun, ia beruntung karena sang ibu tak pernah lelah mendampinginya.

Di tengah perjalanan, Ramli juga bertemu sosok yang kini jadi istrinya, yakni Sri Nursiani. Hingga kini, ia adalah orang yang paling setia menemani setiap aktivitas akademik Ramli.

Pengobatan berjalan Ramli ditangani oleh dr Tjuk Risantoso, Sp OT, dokter spesialis ortopedi dan konsultan bedah tulang belakang. Sang dokter baginya sangat telaten membantu Ramli, bahkan pascaoperasi.

Suatu ketika, Ramli sudah tak punya biaya untuk melanjutkan kuliah. Awalnya ia akan berhenti saja.

Namun, sang dokter yang mendengar ceritanya menegur Ramli dengan keras. Ia menyuruh Ramli untuk meneruskan kuliahnya. Urusan biaya, sang dokter akan membantu membiayainya.

"Beliau bukan hanya menyelamatkan fisik saya, tapi juga masa depan saya," ujar Ramli.

Selain itu, ia merasa bersyukur karena juga dibantu kawan-kawannya dari Teknik Sipil UB. Uluran tangan mereka turut mewujudkan impian Ramli melanjutkan studi S3.

Jadi Dosen Arsitektur di Kampus Swasta

Setelah lulus, Ramli tidak terus meratapi kondisinya. Ia merasa harus terus mengembangkan diri dengan bekerja.

Ia memerlukan waktu delapan tahun hingga akhirnya mendapatkan pekerjaan. Dalam setiap lamaran, ia selalu jujur jika dirinya adalah pengguna kursi roda.

Sebuah perusahaan di Malang kemudian memberinya pekerjaan. Di sana, ia belajar memastikan rancangan benar-benar dapat terbangun di lapangan.

Tak berhenti sebagai praktisi, Ramli juga menjadi dosen arsitektur di Universitas Ibrahimy, Situbondo.

Ia kemudian memperdalam ilmunya di S3 Arsitektur ITB dengan beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas. Kini ia yakin bahwa dengan pendidikan, ia bisa berkembang dan tidak terbatas oleh kondisi fisiknya.

"Kalau saya tidak sekolah, mungkin saya tidak punya kehidupan seperti sekarang. Pendidikan itu ikhtiar utama," tuturnya.

Saat ini, ia berkuliah sambil melakukan penelitian pada sistem struktur penahan gempa untuk bangunan bertingkat yang berkelanjutan.

"Kalau tanpa beasiswa dari LPDP mungkin akan sangat berat," imbuhnya.

Ramli berpesan, ada banyak hal yang sering dianggap biasa justru merupakan anugerah besar ketika sudah tidak lagi dimiliki. Kesempatan untuk belajar, bergerak bebas, berkumpul dengan teman, hingga menjalankan ibadah adalah bentuk kemerdekaan yang sering kali baru terasa nilainya ketika hilang.

"Selagi masih diberi kesempatan, manfaatkan. Merdeka itu menyenangkan," ujarnya.




(dedu/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads