Kenzo Yuswan, mahasiswa program studi S1 Ilmu Hukum Universitas Airlangga (Unair) angkatan 2022, berhasil meraih Juara 1 Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Unair 2026 untuk kategori jalur disabilitas pada Selasa (6/4/2026) lalu.
Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) yang akrab disapa Kenzo ini merupakan penyandang disabilitas netra. la juga tercatat sebagai mahasiswa aktif program S1 llmu Hukum dan memiliki ketertarikan pada isu Hak Asasi Manusia (HAM), bahkan pernah menjadi pembicara dalam konferensi internasional HAM pada 2025.
Penghargaan Mawapres tersebut diberikan oleh Direktorat Kemahasiswaan Unair sebagai pengakuan atas semangat intelektualitas dan advokasi kemanusiaan, demikian dilansir dari rilis Unair yang diterima, Selasa (6/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas, Kenzo berhasil memukau dewan juri dengan gagasan kreatifnya yang relevan dengan realitas sosial. la menyoroti isu penting mengenai akses pendidikan dasar bagi penyandang disabilitas sensorik, khususnya tunanetra.
Usung Gagasan Pendidikan Inklusif untuk Tunanetra
Dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Universitas Airlangga (UNAIR), Kenzo mengusung gagasan kreatif yang menyoroti pentingnya akses pendidikan dasar bagi penyandang disabilitas sensorik, khususnya teman Netra.
Mahasiswa S1 Ilmu Hukum ini mengusulkan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas dan Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023. la menekankan perlunya sosialisasi yang tidak hanya menyasar sistem pembelajaran, tetapi juga program-program pemerintah yang mendukung pendidikan inklusif.
"Saya mengusulkan perlunya mekanisme evaluasi yang lebih jelas terhadap pendidikan inklusif. Pemerintah daerah seharusnya memberikan reward bagi sekolah yang berhasil menyelenggarakan pendidikan inklusif dengan baik," jelas Kenzo, dikutip dari keterangan resmi kampus, Senin (6/4/2026).
"Sebaliknya, memberikan sanksi administratif bagi sekolah yang sudah difasilitasi namun tidak memberikan pengakuan setara bagi siswa disabilitas," tambahnya.
Rekam Jejak Internasional dan Riset di MK
Keberhasilan Kenzo selaras dengan ketertarikan mendalamnya pada isu Hak Asasi Manusia (HAM). Mahasiswa ini pernah menjadi pembicara dalam konferensi internasional HAM pada 2025, memaparkan tanggung jawab negara dalam memenuhi akses pendidikan dasar bagi penyandang disabilitas sensorik.
Selain itu, Kenzo tercatat pernah mengikuti program magang penelitian di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2025. Di lembaga tinggi negara itu, la meneliti bagaimana penyandang disabilitas dapat mengakses proses peradilan dengan lebih mudah.
Pengalaman di MK sangat berkesan karena saya bisa bertemu langsung dengan para hakim dan pakar hukum, serta mengamati jalannya persidangan secara langsung," katanya.
Perjuangan Hak Difabel ke Depan
Dalam Pilmapres Unair, Kenzo melewati serangkaian seleksi ketat, mulai dari pengumpulan berkas capaian unggulan, pembuatan video perkenalan dalam bahasa Inggris, hingga presentasi gagasan kreatif di hadapan juri.
Sesi tanya jawab menggunakan bahasa Inggris dijadikan Kenzo sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan argumentasi, berpikir kritis, dan komunikasi.
"Bagi saya, ini adalah kesempatan untuk mengasah kemampuan argumentasi, berpikir kritis, dan komunikasi. Meski perlu waktu sedikit untuk berpikir saat menghubungkan gagasan dengan asta cita, Puji Tuhan semuanya bisa saya sampaikan dengan baik," ungkap Kenzo.
Bagi Kenzo, gelar Juara 1 Mawapres UNAIR adalah sebuah amanah. la berharap prestasi ini menjadi jembatan baginya untuk memberikan kontribusi yang lebih nyata di masyarakat. Fokus utamanya tetap konsisten, yakni memperjuangkan hak-hak penyandang tunanetra agar benar-benar terakomodasi secara implementatif.
"Aturan hukumnya sudah ada, namun tinggal bagaimana implementasinya di lapangan. Saya ingin memastikan bahwa kontribusi saya nanti dapat membantu rekan-rekan difabel mendapatkan hak-hak mereka secara adil, terutama di sektor pendidikan," pungkasnya.











































