Suasana Ramadan tak hanya kental di lingkungan kampung-kampung atau perkotaan. Di Turki, kampus ikut menyemarakkan Ramadan 2026. Bagaimana suasananya?
Salah satu yang memiliki agenda khusus pada Ramadan 2026 yaitu Kastamonu University, di Kota Kastamonu, yang berjarak 3,5 jam perjalanan darat dari pusat kota Ankara. Ramadan di kampus ini turut dirasakan mahasiswa asal Indonesia, Lulu Nadhirah Gustiana.
Dia bercerita, mahasiswa Indonesia di sana kerap hadir dalam acara buka puasa gratis di Kastamonu, termasuk di yang disediakan melalui kantin pusat kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Universitas Kastamonu memfasilitasi iftar gratis bagi seluruh mahasiswanya, mulai dari hari Senin sampai hari Jumat. Biasanya, setelah selesai kelas perkuliahan, kami langsung pergi ke kantin pusat kampus untuk berbuka puasa," katanya kepada detikEdu, ditulis Selasa (17/3/2026).
"Makanan yang disediakan berupa daging atau olahan lainnya sebagai makanan utama, lalu ada nasi ataupun spaghetti sebagai makanan pendamping, ada juga Γ§orba, yaitu sup khas Turki, dan manisan seperti kurma, buah-buahan, baklava ataupun sΓΌtlaΓ§," tambahnya.
Suasana Ramadan di Kastamonu Turki yang dirasakan oleh mahasiswa RI Foto: Lulu Nadhirah Gustiana/PPI Kastamonu |
Pemerintah Kota Ikut Sediakan Buka Puasa Gratis
Lulu mengatakan buka puasa gratis tak hanya dari kampus, melainkan juga dari pemerintah kota Kastamonu. Biasanya buka puasa gratis tersedia di KapalΔ± Pazar, Kastamonu.
"Iftar gratis tersebut terbuka untuk umum, mulai dari anak kecil hingga lansia. Semua warga di sini sangat antusias menghadiri iftar gratis. Menu makanan yang disediakan di KapalΔ± Pazar ini tidak jauh berbeda dengan menu di kampus. Iftar gratis ini tersedia mulai dari hari Senin sampai hari Sabtu," ujar mahasiswa jurusan Jurnalistik tersebut.
Buka puasa gratis di kampus dan di kota baginya membuat mahasiswa Indonesia jadi lebih "irit" selama Ramadan. Menurut Lulu, penghematan pengeluaran selama Ramadan bisa disisihkan untuk ditabung.
Tidak Ada Takjil seperti di Indonesia
Sayangnya, kata Lulu, meski banyak buka puasa gratis, tidak ada pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam takjil seperti di Indonesia. Di Turki ada satu makanan unik yang hanya dijual saat bulan Ramadan, yaitu Ramazan Pidesi.
Bagi warga lokal, Ramazan Pidesi menjadi makanan yang sangat diincar selama Ramadan. Bahkan, pembelinya sampai harus antre panjang.
"Ramazan Pidesi adalah roti berbentuk bulat dan berukuran besar yang lembut dengan harga yang murah, setara Rp 10.000. Biasanya dijual di setiap toko roti atau bakery, juga di toko kecil seperti warung," jelas Lulu, yang baru menempuh semester 2 di Kastamonu University.
Sementara itu, mahasiswa Indonesia yang rindu akan takjil ala Tanah Air biasanya membuat sendiri. Mereka akan berkumpul di rumah bersama teman-teman Indonesia lainnya.
"Makanan sederhana akan terasa sangat mewah jika dimakan bersama orang terdekat. Walaupun jauh dari keluarga, kehangatan berbuka puasa bersama (di Kastamonu) tetap bisa kita dapatkan di sini dengan teman-teman seperjuangan," ungkap Lulu.
Selain berkumpul bersama teman dekat, mahasiswa Indonesia di Kastamonu juga turut berpartisipasi dalam acara-acara yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Kastamonu, termasuk saat Ramadan. Bersama PPI, mahasiswa Indonesia melaksanakan tarawih bersama di Masjid Besar Ulu Cami.
(faz/twu)












































