Begini Cara Mahasiswa RI Jalani Ramadan di Wilayah Dekat Palestina

Begini Cara Mahasiswa RI Jalani Ramadan di Wilayah Dekat Palestina

fahri zulfikar - detikEdu
Senin, 16 Mar 2026 03:00 WIB
Mahasiswa Indonesia, Ahmad Rafah Ari Al Banna, merasakan Ramadan yang berbeda di Yordania
Foto: Ahmad Rafah Ari Al Banna/Mahasiswa Indonesia, Ahmad Rafah Ari Al Banna, merasakan hangatnya Ramadan di Yordania.
Jakarta -

Di tengah eskalasi konflik yang tinggi di Timur Tengah, sejumlah mahasiswa asal Indonesia masih menjalani studinya. Pada Ramadan 2026, mahasiswa Indonesia masih bisa merasakan riuhnya suasana bulan puasa meski jauh dari Tanah Air.

Hal ini dirasakan oleh Ahmad Rafah Ari Al Banna, yang tengah menempuh studi di University of Jordan, Yordania. Jaraknya hanya sekitar 1-2 jam perjalanan darat dari Tepi Barat, Palestina.

Ia mengatakan berpuasa di Yordania memberi pengalaman berbeda. Namun, suasana Ramadan sama-sama meriah seperti di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lampu-lampu Ramadan menghiasi jalanan, masjid-masjid dipenuhi jamaah, dan gema doa serta tilawah Al-Qur'an terdengar hampir di setiap sudut kota," ujar Ari kepada detikEdu, ditulis Minggu (15/3/2026).

Kegiatan Ramadan dari Komunitas Mahasiswa Indonesia

Jauh dari Tanah Air menurutnya membuat diaspora justru semakin dekat. Pada Ramadan 2026, berbagai kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa dan diaspora Indonesia di Yordania mendapat sambutan hangat.

ADVERTISEMENT

Menurut Ari, kegiatan tersebut bisa mempererat rasa persaudaraan serta saling berbagi kerinduan akan suasana kampung halaman.

"Kegiatan-kegiatan ini menjadi ruang untuk berkumpul, belajar, dan merayakan Ramadan bersama sesama perantau yang memiliki kerinduan yang sama terhadap suasana kampung halaman," ujarnya.

Tidak hanya kegiatan pertemuan langsung, aktivitas selama Ramadan juga dilaksanakan secara daring atau online. Termasuk di antaranya yaitu kajian keislaman, diskusi tematik, hingga pengembangan diri.

"Tidak sedikit pula kegiatan pengembangan diri seperti kelas bahasa atau diskusi akademik yang tetap berjalan agar Ramadan menjadi bulan yang produktif sekaligus penuh keberkahan," tambah Ari.

Buka Bersama: Makan Kolak hingga Aneka Gorengan

Meski terpaut jarak lebih dari 8.000 km dari Indonesia, Ari mengungkapkan makanan khas tetap hadir selama Ramadan di Yordania. Misalnya seperti takjil kolak pisang hingga gorengan.

"Menu yang disajikan sering kali menghadirkan cita rasa khas Indonesia- mulai dari takjil manis seperti kolak pisang, es buah, atau aneka gorengan seperti bakwan dan risol, hingga makanan rumahan yang mengingatkan pada momen berbuka di Tanah Air," kata mahasiswa semester 5 tersebut.

"Setiap sore, suasana hangat terasa dalam kegiatan buka puasa bersama. Tawa dan cerita mengalir di antara hidangan yang disiapkan bersama," imbuhnya.

Bagi Ari, momen berbuka bersama bukan sekadar mengisi perut setelah seharian berpuasa, tetapi juga merayakan kebersamaan dan mempererat persaudaraan.

Ari mengungkapkan makanan khas tetap hadir selama Ramadan di Yordania.Ari mengungkapkan makanan khas tetap hadir selama Ramadan di Yordania. Foto: Ahmad Rafah Ari Al Banna

Terlebih, selepas berbuka, mereka lanjut melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid maupun di tempat berkumpul komunitas. Rangkaian aktivitas itu membuat suasana Ramadan di Yordania terasa sangat hidup, ditambah masyarakat lokal yang juga menyambut bulan suci dengan penuh kegembiraan.

"Setelah shalat, kegiatan sering kali dilanjutkan dengan kultum atau diskusi ringan yang diisi oleh mahasiswa secara bergiliran. Dari sinilah lahir ruang belajar bersama-belajar berbagi ilmu, belajar berdakwah, sekaligus belajar memimpin," ungkap Ari yang tengah menempuh jurusan Hukum Islam tersebut.

Bagi diaspora Indonesia di Yordania, Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan. Ramadan menjadi momen untuk merayakan iman, memperkuat persaudaraan, dan merasakan keindahan beribadah di negeri yang juga memuliakan bulan suci.

"Di tanah perantauan ini, kebersamaan terasa semakin berarti-mengajarkan bahwa meskipun jauh dari rumah, Ramadan tetap bisa dirayakan dengan penuh kebahagiaan, kehangatan, dan rasa syukur," tutup Ari.




(faz/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads