Kisah Mahasiswa Asal Yaman Gagal Mudik Lebaran, Terhalang Perang Iran-Israel

Kisah Mahasiswa Asal Yaman Gagal Mudik Lebaran, Terhalang Perang Iran-Israel

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 16 Mar 2026 20:30 WIB
Mahasiswa Umsura asal Yaman tak bisa mudik karena konflik Iran-Israel
Mahasiswa Umsura asal Yaman tak bisa mudik karena konflik Iran-Israel. Foto: Umsura
Jakarta -

Gejolak perang Iran dan Israel-Amerika Serikat masih memanas. Kondisi tersebut membuat beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) asal Yaman tak bisa pulang.

Khusay, salah satu mahasiswa asal Yaman tersebut menceritakan dirinya yang tak bisa pulang tahun ini. Padahal, ia sudah merencanakan mudik Lebaran 2026 dari jauh-jauh hari.

"Alasan pertama tidak pulang ke negara saya, Yaman, adalah perang. Jadi, selama waktu ini perang mulai pecah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat," katanya dikutip dari laman UM Surabaya, Senin (16/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rute Penerbangan Tutup

Negara Yaman berada di kawasan Timur Tengah yang kini tengah terbatas rute penerbangannya. Sejumlah rute pesawat ditutup untuk alasan keamanan.

ADVERTISEMENT

"Tidak ada penerbangan terdekat untuk kembali ke Yaman," katanya.

Padahal, Khusay bisa pulang lewat jalur Mesir. Meski demikian, sang ibu mengimbau Khusay agar tetap tinggal di Indonesia untuk urusan keamanan.

"Tentang keluarga saya, mereka tidak tinggal di Yaman. Kami tinggal di Mesir. Tapi ibu saya sedang di Yaman sekarang. Beliau bahkan saat ini sedang di Yaman saat perang dimulai. Jadi situasinya memang sulit," ujarnya.

Harga Tiket yang Berkali-kali Lipat

Jikalau terdapat penerbangan ke daerah Timur Tengah, harga tiketnya pasti mahal. Mahasiswa asal Yaman lainnya yakni Abdurrahman Khalid berkata demikian.

Ia berasal dari kawasan Hadramaut, Yaman. Harga tiket ke kawasan sekitar menurutnya akan mahal berkali-kali lipat.

"Selama masa (perang) ini, tiket untuk kembali ke negara saya naik sekitar tiga atau empat kali lipat. (Tak hanya negara Yaman) semua bandara mungkin bandara utama seperti di Dubai, Abu Dhabi, dan Qatar, semuanya tutup karena perang melawan Iran dan tentu saja ada perang melawan negara-negara Teluk," ungkapnya.

Padahal sebenarnya ia bisa saja mengambil rute ke Jeddah, Arab Saudi untuk bertemu keluarga besar. Meski demikian, ia tak memaksakannya karena harga tiket akan jauh lebih mahal.

"Saya bisa kembali ke Saudi langsung ke Jeddah karena bandara Jeddah masih buka. Tapi saat ini saya masih ada banyak kelas, saya tidak bisa pulang. Intinya ada banyak alasan yang melatarbelakanginya tak pulang, ada perang, harga tiket mahal dan durasi libur tidak panjang. Itu alasan saya," imbuh mahasiswa Fakultas Teknik tersebut.

Khusay dan Abdurrahman kini hanya berserah. Mereka sudah ikhlas jika harus melewati momen Idul Fitri jauh dari keluarga.

Ada sebanyak 6 mahasiswa Umsura asal Yaman. Mereka berencana merayakan Idul Fitri bersama di asrama mahasiswa asing di kawasan Gunung Anyar Surabaya.




(cyu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads