Publik masih cukup ramai membicarakan awardee beasiswa LPDP berinisial DS yang berucap "cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan" kini. Salah satu hal yang banyak dibahas adalah kontribusi awardee.
Publik lantas juga mempertanyakan kontribusi para artis yang mendapat beasiswa LPDP, salah satunya Tasya Kamila. Banyak publik mengetahui bahwa ia kini lebih banyak menghabiskan waktu sebagai ibu rumah tangga. Tasya sendiri adalah lulusan S2 Public Administation in Energy and Environmental Policy di Columbia University (2016-2018) lewat beasiswa LPDP.
"Hai semua, sering kali aku ditanya soal apa kontribusiku sebagai alumni awardee beasiswa LPDP. Apalagi belakangan ini isu LPDP menjadi polemik. Buatku, kalian berhak bertanya soal ini!," tulis Tasya dalam unggahan Instagram-nya @tasyakamila dikutip Selasa (24/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau "investasi" kita semua melalui APBN dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia menghasilkan output yang baik buat bangsa," lanjutnya.
Sederet Kontribusi Taysa sebagai Awardee LPDP
Dalam unggahan tersebut, Tasya kemudian melaporkan sederet kontribusi-kontribusi yang telah dilakukannya sebagai awardee LPDP pada masa bakti (2018-2023). Berikut di antaranya:
1. Aktif Jadi Duta Lingkungan Hidup
Tasya mengaku tujuan dirinya kuliah untuk memperoleh ilmu, skill, koneksi/network untuk bisa memanfaatkan platformnya sebagai figur publik. Ia ingin menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat umum di bidang suistanability.
"Tetap aktif sebagai Duta Lingkungan Hidup bersama Kementerian Lingkungan Hidup (dan Kehutanan): terlibat dalam berbagai program edukasi lingkungan baik offline maupun online, hosting podcast, hingga menjadi Dewan Pertimbangan Kalpataru," ujar Tasya.
2. Bekerja Sama dengan Berbagai Kementerian
Kemudian Tasya juga menjelaskan bahwa ia sudah sering bekerja sama dengan berbagai kementerian. Mulai dari Kementerian ESDM hingga LPDP itu sendiri
"KLHK, Kemenko Maritim & Investasi, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kominfo (Komdigi), Kementerian Pendidikan, Kementerian Pedaganan, Pementerian Pariwisata, Kementerian BUMN, Bappenas, KPK, bahkan LPDP itu sendiri, dan masih banyak lagi," tutur Tasya.
3. Melakukan Gerakan Akar Rumput
Dalam masa baktinya, Tasya pernah melakukan gerakan akar rumput (grassroot movement) untuk keberlanjutan yayasan Green Movement Indonesia.
Di sana, ia membagikan materi eduksi, membentuk komunitas peduli lingkungan, berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan dropbox sampah dan membuat program berkaitan dengan alam.
4. Memberdayakan Pemuda Indonesia
Sebagai entertainer, Tasya juga berusaha memberdayakan pemuda Indonesia lewat talkshow, seminar hingga workshop di bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan.
"Telah menghadiri lebih dari 100 acara sebagai pembicara, mengunjungi setidaknya 50 universitas dan sekolah di Indonesia, dan menjangkau lebih dari 10.000 pemuda Indonesia," tulisnya.
5. Mengajar sebuah platform pendidikan online
6. Aktif dalam Industri Kreatif
Tasya sempat merilis album "Apa Kabar" yang merupakan lagu anak-anak. Lagunya ditonton lebih dari 10 juta views sehingga dianugerahi penghargaan AMI Awards di 2024.
7. Menggunakan platform media sosial untuk membagian informasi seputar parenting untuk mendukung Generasi Emas.
"Di zaman sekarang, aku rasa ada banyak cara dan kesempatan bagi kita untuk berkontribusi kepada negeri. Baik itu secara konvensional (seperi bekerja di kantor) maupun secara modern (seperti menjadi influencer yang bisa menggerakan semangat hingga suatu aksi bisa menjadi policy and vice versa," tutup Tasya.
(cyu/nah)











































