Kisah Rivaldy: Insinyur Pesawat di Inggris dengan Misi Bantu Gen Z Raih Karier Global

ADVERTISEMENT

Kisah Rivaldy: Insinyur Pesawat di Inggris dengan Misi Bantu Gen Z Raih Karier Global

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 10 Feb 2026 19:00 WIB
Rivaldy Varianto Susilo, alumni Program Studi Teknik Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB)
Rivaldy Varianto Susilo, alumni Program Studi Teknik Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB). (Foto: ITB)
Jakarta -

Rivaldy Varianto Susilo merupakan alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang kini berkarier sebagai insinyur pesawat di London. Sejak muda, ia mengetahui karier global dibangun melalui proses panjang.

Rivaldy memulaistudinya di Teknik Dirgantara ITB pada 2010. Di kampus, ia meyakini bahwa seorang insinyur perlu memiliki spesialisasi yang benar-benar dikuasai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keyakinan ini mendorongnya aktif dalam berbagai kegiatan riset dan pengembangan teknologi. Pada 2013, ia menginisiasi Aksantara ITB, sebuah unit kegiatan mahasiswa yang berfokus pada riset dan pengembangan drone.

Melalui Aksantara ITB, Rivaldy diperkenalkan pada pada dunia rekayasa terapan, kepemimpinan tim, dan pengambilan keputusan teknis.

ADVERTISEMENT

Dunia Aviasi Profesional

Setelah itu, Rivaldy melanjutkan langkah ke dunia profesional sebagai Chief of Technical & Engineering di Aerogeosurvey pada 2015-2016. Pada fase ini, Rivaldy mulai berhadapan dengan tantangan industri sesungguhnya. Mulai dari mengelola tim teknis, memastikan kualitas engineering, serta menjembatani kebutuhan bisnis dan teknis.

Pada 2016, Rivaldy memasuki lingkungan industri dirgantara global dengan bergabung di Airbus Helicopters Indonesia sebagai Production Controller. Ia kemudian dipercaya mengemban tanggung jawab lebih besar sebagai Project Manager pada periode 2019-2021, mengelola proyek dengan kompleksitas tinggi dan standar keselamatan yang ketat.

Meniti Karier Global

Di tengah perjalanan meniti karier, Rivaldy aktif dalam kegiatan pengembangan diri dan jejaring internasional. Pada 2018-2019, ia terlibat sebagai British Council Ambassador.

Untuk memperkuat fondasi akademik dan manajerial, Rivaldy melanjutkan studi S2 Aerospace Engineering Management di University of Glasgow. Selama berada di Inggris, Rivaldy aktif membangun networking dan mencoba berbagai peluang karier.

Meski sudah menebar jejaring, mimpi untuk berkarier di kancah global belum menjadi rezekinya.

"Saya mendaftar lebih dari 100 posisi di internal Airbus dan gagal. Tapi ya tinggal coba lagi saja sampai berhasil," ujarnya dalam laman ITB dikutip Senin (9/2/2026).

Rivaldy pun kembali ke Indonesia dan melanjutkan kariernya di Airbus Helicopters Indonesia,.

Tembus di London

Rivaldy tidak berhenti mengejar mimpinya. Upaya panjang tersebut akhirnya berbuah hasil. Pada 2022, ia diterima sebagai Aerodynamics Engineer di Airbus UK, Bristol.

Melalui perjalanan yang tidak singkat ini, Rivaldy menunjukkan karier global dibangun dari proses bertahap, penuh kerja keras, kegagalan, dan kemauan untuk terus belajar.

"Percaya saja bahwa semua orang sukses yang teman-teman lihat, itu pasti sudah melewati banyak kegagalan dan jatuh bangun,"ungkapnya.

Selain karier di bidang aviasi, Rivaldy juga mendirikan Get Karier. Ia mengungkapkan platform tersebut untuk membantu para profesional muda dari kalangan Gen-Z dan milenial meraih karier global.

"Get Karier dimulai sebagai proyek sampingan kecil. Saat ini, platform ini menyediakan e-book, bimbingan, dan lokakarya yang menjangkau ribuan profesional Gen-Z dan Milenial setiap tahunnya," seperti dikutip dari akun LinkedIn pribadinya.

Ia melanjutkan,"Dari merekayasa pesawat berkinerja tinggi hingga membangun karier yang berdampak tinggi, saya didorong oleh misi yang sama untuk membantu generasi berikutnya sukses di panggung global."



(nir/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads