Aktris Dian Sastro ternyata gemar menonton konten tentang sejarah. Hal ini ia ungkap ketika menjadi tamu dalam podcast YouTube Raditya Dika.
Konten yang suka ditonton oleh Dian Sastro itu adalah milik Prof Xueqin Jiang. Nama channel YouTube Prof Jiang adalah Predictive History.
Dilihat oleh detikEdu pada Jumat (6/2/2026), Predictive History memiliki 1,19 juta pelanggan dan sudah ada 125 video di dalamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, siapakah Prof Jiang?
Profil Prof Xueqin Jiang
Melalui profil LinkedIn miliknya, Prof Jiang menyebutkan pendidikan dan berbagai pengalamannya dalam bekerja. Ia merupakan lulusan English Literature (British and Commonwealth) Yale University. Prof Jiang menjadi mahasiswa Yale pada 1995-1999.
Ia merupakan seorang pendidik dan penulis. Sosok yang berbasis di Beijing ini memberikan saran kepada sekolah-sekolah di China tentang cara mengajarkan kreativitas. Ia juga menulis untuk berbagai media China maupun global.
Dikutip dari Harvard Graduate School of Education, Prof Jiang telah menjadi pembicara dalam Global Education & Skills Forum (GESF) di Dubai, World Innovation Summit for Education (WISE) di Doha, Learners' Innovation Forum for Education (LIFE) di Beijing, dan Educacao 360 di Rio de Janeiro.
Prof Jiang juga duduk di komite seleksi Global Teacher Prize, Pra-Juri untuk WISE Awards, dan merupakan Fellow dari Royal Society of Arts (RSA).
Sepanjang kariernya, Prof Jiang telah bekerja sebagai jurnalis, pembuat film dokumenter, bahkan pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dari 2008 hingga 2012, ia membangun dan mengelola program studi di luar negeri di dua sekolah negeri paling bergengsi di China yaitu Sekolah Menengah Shenzhen dan Sekolah Menengah Atas Universitas Peking untuk mengajarkan kreativitas, pemikiran kritis, dan kewarganegaraan global kepada siswa China.
Pada April 2014, Prof Jiang menerbitkan Creative China, yang membahas upaya reformasi pendidikannya.
Prof Jiang juga menulis tentang isu-isu pendidikan untuk media China serta global. Ia adalah kolumnis untuk New York Times berbahasa Mandarin dan untuk surat kabar China Youth Daily.
Tulisannya pernah dimuat di Wall Street Journal dan Chronicle of Higher Education. Ia pun pernah diwawancarai oleh CNN, BBC, NBC Nightly News, New York Times, dan New York Review of Books.
(nah/twu)











































