Suami Wamen Stella Lewati Masa Kritis, yang Dipikirkan Paper Fisika & AI

ADVERTISEMENT

Suami Wamen Stella Lewati Masa Kritis, yang Dipikirkan Paper Fisika & AI

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 03 Feb 2026 11:00 WIB
Suami Wamen Stella Lewati Masa Kritis, yang Dipikirkan Paper Fisika & AI
Stella Christie dan sang suami Prof Bartek. Suami Stella Christie dinyatakan lalui masa kritis, kegiatan pertama setelah bisa duduk adalah baca jurnal fisika. Foto: Instagram @prof.stellachristie
Jakarta -

Suami Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, Bartlomiej Czech (Bartek) dinyatakan lewati masa kritis. Bartek sebelumnya mengalami kecelakaan saat bermain ski di Aspen, Colorado, Amerika Serikat.

Stella mengakui, untuk bisa sembuh secara total masih ada perjalanan yang Bartek harus jalani. Kendati demikian, kini mereka bisa bernapas lega lantaran masa-masa mencekam sudah terlewati.

"Perjalanan menuju kesembuhan total masih sangat panjang sekali. Tapi yang kritis sudah lewat," ujar Stella dalam postingan Instagram miliknya, dikutip Selasa (3/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terima kasih banyak atas doa dan dukungan dari Indonesia. Terima kasih banyak," sambung Bartek.

ADVERTISEMENT

Langsung Baca Paper Fisika dan AI

Stella menjelaskan kronologi kecelakaan sang suami yang merupakan seorang fisikawan ternama di dunia. Pada 11 Januari 2026 atau 6 hari sebelum kecelakaan, Bartek bertolak ke Aspen, Colorado untuk bekerja.

"Ada meeting antara fisikawan teori dan orang-orang AI (artificial intelligence), bahkan Sergey Brin pendiri Google," cerita Stella.

Stella menyebut mungkin akan ada pertanyaan mengapa fisikawan bisa berkumpul dengan orang-orang AI. Jawabannya, banyak orang di balik hadirnya AI tadinya adalah fisikawan teori.

Salah satunya adalah pencipta platform AI ChatGPT yang merupakan murid suaminya di Stanford University. Meeting atau pertemuan para profesor-profesor elit ini berlangsung di desa ski di Aspen, Colorado.

"Dan sambil membicarakan pekerjaan, sambil juga ski," katanya.

Pada dasarnya, ski bukan hal baru bagi keluarga Stella. Wamen Stella menyebut, keluarganya sering ke Aspen dan sangat berpengalaman ski. Bahkan sang putra, Bayu, telah diajak berkemah di salju dan ski sejak usia 3 tahun.

"Bahkan lebih sering ski di gunung bebas, bukan di ski resort," imbuh Stella.

Kecelakaan terjadi pada 17 Januari 2026 lalu. Kala itu, Prof Bartek sebenarnya ingin bermain ski sebentar sebelum kembali ke Beijing, China pada sore hari.

Stella menuturkan, ia sudah melihat rute ski yang dilalui Bartek, yang bernama "Lucky Find". Dengan pengalaman yang ada, rute tersebut seharusnya bisa dilalui dengan mudah.

"Ini harusnya ski yang sangat mudah karena di resort skiing (tempat penginapan yang memang dikhususkan untuk bermain ski bukan gunung bebas). Tapi, yang terjadi kecelakaan parah," paparnya.

Proses evakuasi Bartek dilakukan dengan helikopter ke rumah sakit Grand Junction, Colorado. Stella yang berada di Indonesia mendapat kabar tersebut dan langsung terbang menemui suaminya.

Setelah melewati tiga operasi, Bartek dinyatakan telah melalui masa kritisnya. Ia berhasil kembali duduk pada 24 Januari 2026 atau 7 hari setelah kecelakaan.

Wamen Stella membagikan kegiatan pertama suaminya setelah bisa duduk. Tampak Prof Bartek tengah membuka laptop dan membaca paper (jurnal) fisika.

"Yang pertama dilakukan ketika bisa duduk adalah.... mikirin paper fisika!," ungkap Stella.

AI Bisa Gantikan Manusia atau Tidak?

Berdasarkan meeting yang dilakukan sebelumnya, Bartek membagikan jawaban pendiri Google, Sergey Brin soal apakah AI bisa gantikan manusia atau tidak. Menurut Sergey, seseorang yang sangat ahli di bidangnya tidak akan tergantikan oleh AI.

"Sergey Brin sendiri bersabda kalau orang yang sangat ahli dalam bidangnya tidak akan diganti (oleh AI), tetapi akan empower (lebih berdaya)," beber Bartek.

Sebaliknya, orang yang belum terlalu ahli di suatu bidang mungkin akan tergantikan oleh AI di masa depan menurut Bartek.

"Dia (Sergey Brin) belum bilang secara langsung, tapi saya rasa, dia pikir orang yang kurang ahli atau belum sangat baik dalam bidangnya memang akan diganti (oleh AI)," sambungnya.

Prof Stella Kembali ke Tanah Air

Usai dinyatakan membaik, Stella memilih meninggalkan Bartek di Rumah Sakit Grand Junction, AS untuk pemulihan sendirian. Sejak 2 Februari 2026, Stella kembali ke Tanah Air untuk menjalankan tugasnya sebagai Wamendiktisaintek.

Stella membeberkan akan ada pertemuan dengan UK University di Jakarta. Sementara itu, ia berharap semoga suaminya terus dalam keadaan membaik.

"Hidup kadang di luar rencana. Walaupun sering ski ternyata tetap bisa celaka. Namun segalanya tetap membawa makna. Begini cerita tentang manusia, AI, dan fisika," kata Stella dalam keterangan postingannya.




(det/twu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads