Dari Papua ke Jogja, Merlins Jadi Lulusan Tercepat Dokter Spesialis UGM

Dari Papua ke Jogja, Merlins Jadi Lulusan Tercepat Dokter Spesialis UGM

Cicin Yulianti - detikEdu
Jumat, 06 Feb 2026 08:30 WIB
Dari Papua ke Jogja, Merlins Jadi Lulusan Tercepat Dokter Spesialis UGM
Merlins dinobatkan jadi lulusan tercepat dokter spesialis UGM. Foto: UGM
Jakarta -

Rasa bahagia tak dapat dibendung oleh dr Merlins Renatasia Waromi, Sp MK. Wanita asal Papua ini baru saja meraih predikat lulusan dokter spesialis tercepat dalam wisuda Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Rabu (21/1/2026) lalu.

Pada saat rata-rata lulusan dokter spesialis lulus selama empat tahun, Merlins menyelesaikan studinya hanya dalam 3 tahun 2 bulan. Bagaimana perjalanan Merlins hingga meraihnya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raih Beasiswa untuk Lanjut Spesialis

Sebelumnya, Merlins menempuh studi pendidikan profesi dokter di Universitas Cenderwasih. Beruntung, mimpinya didukung oleh program dari UGM.

UGM bermitra dengan perguruan tinggi dan pemerintah Papua untuk menyediakan beasiswa. Merlins pun menjadi salah satu penerima beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi Orang Asli Papua (OAP).

ADVERTISEMENT

"Kami disekolahkan dari pemerintah daerah berdasarkan MoU dengan UGM tersebut," katanya dikutip dari laman UGM, Kamis (5/2/2026).

Yogyakarta Bagaikan Rumah Kedua

Mengapa UGM? Selain karena terdapat beasiswa UGM dan Pemda Papua, Merlins memilih UGM karena terletak di Yogyakarta.

Ia sudah banyak mendengar rekan-rekannya menjalani studi di Yogyakarta dengan nyaman. Bahkan mereka menganggap Yogyakarta sebagai rumah kedua.

"Yogyakarta itu bagi kami orang Papua itu seperti rumah kedua kami," ungkapnya.

Tantangan Kuliah: Sempat Cuti 3 Bulan

Bukan hal yang mudah bagi Merlins menjalani perkuliahan meski suasana daerah kampus yang mendukung. Pasalnya, banyak urusan lain yang harus ia jalani selama kuliah.

Ia juga sempat curi selama tiga bulan karena melahirkan. Sehingga ia terkejut saat dinobatkan sebagai lulusan tercepat.

"Sangat bersyukur sekali bisa menempuh pendidikan dengan waktu yang cukup singkat. Padahal itu sebelumnya saya waktu awal masuk itu sempat ada tidak mengikuti perkuliahan selama 3 bulan karena harus cuti melahirkan. Jadi, kemarin memang saya hitung-hitung kalau misalnya nggak melahirkan mungkin jadinya 2 tahun sekian aja," jelasnya.

Selain itu, Merlins juga bercerita sempat kesulitan dalam mencerna materi perkuliahan. Bahkan, ia sempat mier dan tidak percaya diri.

"Di sini untuk mengakali semuanya itu, saya itu orangnya mudah bergaul dan tidak malu untuk bertanya. Jadi dengan proses seperti itu saya bisa mendapatkan solusi-solusi dari kesulitan yang saya hadapi," katanya.

Senang dengan Dunia Mikrobiologi

Meskipun bukan lulusan ilmu mikrobiologi, tetapi Merlins punya ketertarikan yang besar dengan dunia tersebut. Menurutnya, banyak media pertumbuhan bakteri dan jamur yang menarik.

Ia kagum dengan macam-macam banyak mikrobiologi yang mempunyai warna cantik jika dilihat secara kasat mata. Alasan kuatnya pun ia memilih bidang ini karena profesinya sebagai dokter.

Dalam dunia kedokteran, bidang mikrobiologi digunakan untuk mendeteksi penyakit. Selain itu, infeksi bisa ditemukan lewat bidang ini.

"Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban penyakit infeksi tertinggi di dunia, itulah alasan saya mengambil spesialis ini," ujarnya.

Tips Cepat Lulus Ala Merlins

Menurut Merlins, mahasiswa bisa segera lulus jika memilih keinginan yang kuat. Termasuk dirinya, selalu membuat strategi agar bisa mengejar ketertinggalan.

Selama kuliah, ia selalu menyiapkan daftar target dan timeline tugas-tugasnya. Hal itu mempermudah dirinya lulus cepat.

"Jika jenuh, saya akan mengambil jeda sejenak sebelum kembali fokus dengan tugasnya, dan jika tugasnya tidak berjalan sesuai timeline, maka saya akan mengejar ketertinggalan tersebut," ungkapnya.

Selain itu, ia mengingatkan kepada mahasiswa lain untuk tidak minder seperti dirinya dahulu. Ia berpesan agar selalu percaya diri karena tidak ada murid yang bodoh, tapi hanya belum menemukan metode belajar yang tepat saja.

"Jangan pernah minder, namun kita harus lebih tekun lagi, agar bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada di tempat pendidikan kita," katanya.




(cyu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads