Kalahkan Ribuan Peserta, 6 Siswa RI Jadi Best Delegate di AYIMUN 2026

ADVERTISEMENT

Kalahkan Ribuan Peserta, 6 Siswa RI Jadi Best Delegate di AYIMUN 2026

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 04 Feb 2026 16:30 WIB
Kalahkan Ribuan Peserta, 6 Siswa RI Jadi Best Delegate di AYIMUN 2026
Ajang AYIMUN 20th di Kuala Lumpur. Foto: IGN
Jakarta -

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa Tanah Air. Sebanyak enam siswa berhasil meraih best delegate dalam ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 20th di Kuala Lumpur, Malaysia pada 16-19 Januari 2026 lalu.

Enam siswa tersebut sebelumnya telah melewati diplomasi dan diskusi yang panjang dengan 1.200 peserta lain dari 30 negara. Berkat penampilannya yang memukau, enam siswa ini meraih predikat Best Delegate.

President International Global Network (IGN) yang juga merupakan penyelenggara AYIMUN, Muhammad Fahrizal mengatakan para peserta telah mengembangkan kemampuan kepemimpinan, diplomasi, hingga public speaking dalam ajang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"AYIMUN bukan sekadar tempat mewakili negara atau membahas resolusi. Ini adalah ruang untuk mengasah kepemimpinan, mengembangkan kemampuan, dan membentuk pola pikir yang siap menghadapi tantangan dunia nyata," katanya dalam keterangan resmi kepada detikEdu, Rabu (4/2/2026).

ADVERTISEMENT

Daftar Best Delegates Asal RI di AYIMUN 20th

Dari 1.200 siswa dari berbagai negara, enam anak Indonesia inilah yang meraih Best Delegate:

1. Amak Barra Bandarsyah - Sekolah Kusuma Bangsa Palembang (UNHRC Council Chamber 1)

2. Agendra Adrianto - Labschool Jakarta Senior High School (UNCTAD Council)

3. Austin Xavier Ratiawan - SIS Palembang (WIPO Council)

4. William Tristan Mahendra - Sekolah Victory Plus (UNICEF Council Chamber 1)

5. Sierra Kererein Asscabella - SIS Palembang (UNICEF Council Chamber 2)

6. Steven Warren Su - Springfield International School (UNESCO Council Chamber 1

Tentang AYIMUN 20th di Kuala Lumpur

AYIMUN yang ke-20 di Kuala Lumpur merupakan konferensi Model United Nations (MUN) terbesar di Asia Pasifik. Kali ini, tema yang diangkat yakni "Diplomacy in Distress: Steering The World Through Crisis and Change".

Dalam MUN ini, para peserta diajak membicarakan tentang diplomasi di masa krisis serta menyoroti pentingnya peran anak muda untuk memberikan solusi atas permasalahan dunia.

"Ide aja tidak cukup, apalagi Indonesia ini negara demokrasi, jadi ide dan juga bagaimana kita bisa meng-influence others untuk mengikuti gagasan dan ide pendapat kita itu juga menjadi sangat penting untuk bisa mengimplementasikan itu menjadi nyata," kata Fahrizal.

Indonesia sendiri mengirimkan sebanyak 651 peserta dalam AYMUN 20th. Mereka tersebar di 14 council.

Adapun council itu merupakan fokus bidang masing-masing peserta. Council utama terdiri dari World Health Organization (WHO), UNICEF, United Nations Development Programme (UNDP), World Intellectual Property Organization (WIPO), Disarmament and International Security Committee (DISEC), United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), UNESCO, dan United Nations Human Rights Council (UNHRC).

Pada 16-20 April 2026, AYMUN 21st akan kembali digelar di Seoul, Korea Selatan. Kemudian, ajang ini berlanjut lagi pada 26-29 Juni 2026 di Bangkok.

Fahrizal mengatakan juara best delegate di AYMUN sudah bisa masuk dalam kurasi prestasi di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Karena itu, prestasi ini dapat digunakan sebagai nilai tambah masuk perguruan tinggi negeri maupun luar negeri.

"Jadi itu akan sangat memudahkan bagi anak-anak untuk bisa masuk universitas top, university di Indonesia dengan kredit skor yang sangat tinggi karena levelnya internasional," katanya.




(cyu/cyu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads