5 Keuntungan Ikut MUN, Bisa Jadi Mapres-Lolos Kampus Top!

5 Keuntungan Ikut MUN, Bisa Jadi Mapres-Lolos Kampus Top!

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 29 Jan 2026 11:30 WIB
5 Keuntungan Ikut MUN, Bisa Jadi Mapres-Lolos Kampus Top!
Panel Discussion yang diselenggarakan International Global Network (IGN). Foto: Cicin Yulianti
Jakarta -

Model United Nations (MUN) merupakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilakukan oleh pelajar. Simulasi ini banyak dipilih pelajar untuk menambah pengalaman global hingga jalan menembus kampus impian.

Pasalnya, MUN adalah ajang bertaraf internasional. Sehingga keikutsertaan seseorang dalam ajang ini dapat mendatangkan banyak peluang global untuk dirinya.

Selain pengalaman berinteraksi dengan pelajar dari lintas negara, ada keuntungan lain jika detikers mengikuti ajang MUN. Berikut di antaranya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keuntungan-Keuntungan Ikut Ajang MUN

1. Lolos Kampus Favorit

President of International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, pemimpin organisasi yang telah membimbing puluhan ribu peserta MUN menyebut, banyak dari alumni MUN mudah diterima di kampus top.

ADVERTISEMENT

"Jadi itu akan sangat memudahkan bagi anak-anak untuk bisa masuk universitas top, university di Indonesia dengan kredit skor yang sangat tinggi karena levelnya internasional," tuturnya dalam acara Press Conference International Global Network, di Discovery Hotel, SCBD, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Fahrizal juga mengatakan prestasi siswa di MUN kini sudah terintegrasi dengan data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), sehingga dapat digunakan sebagai poin plus mendaftar ke perguruan tinggi negeri maupun kampus luar negeri.

"Siswa itu saat ini kita sudah di kurasi oleh Puspresnas dimana kalau misalkan para peserta misalkan anak SMP atau SMA itu sertifikatnya itu akan memiliki kredit skor yang tinggi," katanya.

2. Kesempatan Jadi Mahasiswa Berprestasi

Selain itu, dituturkan oleh alumni MUN sekaligus alumni Universitas Indonesia (UI) yakni Cut Jihan Shavira, prestasi di ajang ini telah membuatnya terpilih sebagai mahasiswa berprestasi kala kuliah. Ia melihat, keuntungan serupa juga dirasakan alumni MUN lain.

"Sedikit bocoran juga, Bapak-Ibu, kalau nanti anaknya masuk universitas negeri unggulan, kalau anak-anak mau menjadi mapres, jangan lupa MUN, karena rata-rata pemenang MUN itu menjadi mapres di universitasnya masing-masing," katanya dalam acara yang sama.

Setiap kampus akan memilih mahasiswa berprestasi. Biasanya, mereka adalah mahasiswa yang punya prestasi unggul dan kiprah yang baik dalam akademik.

"Saya bisa testify, saya dan teman-teman saya, dalam menjadi mapres, itu kita udah kenal duluan, karena kita satu tim MUN circle. Jadi, untuk bapak-bapak yang semuanya ada di sini, bapak-ibu sekalian, yang memang nanti ingin anak-anak punya menjadi mapres, anak-anaknya diundang, dijamu oleh universitas, bawa anaknya ikut MUN," ajak Jihan.

3. Skill Leadership Meningkat

Pengalaman lainnya diceritakan oleh Sylvia Octavia, salah satu orang tua dari peserta MUN berprestasi yakni Edward Christian Kusuma. Ia melihat skill leadership pada anaknya kian meningkat.

"Communication skill, critical thinking, analytical thinking, negotiation, banyak skill. Tapi satu hal yang benar-benar saya melihat, yang terjadi di anak saya ini adalah yang pertama, leadership skill itu semakin dipertajam," katanya.

Sylvia bersyukur berkat pengalaman Edward di MUN, putranya lebih peka terhadap orang di sekitar dan isu penting global. Edward sendiri pernah meraih Best Delegate di acara WHO Chamber, AWMUN XII Bali.

"Dia bisa memberikan ruang juga buat orang-orangnya untuk mendengarkan problem-problem mereka dan bersama-sama menyatukan solusi mereka, dan akhirnya itu hal-hal yang saya lihat, wow," ungkapnya.

Sylvia menilai MUN dapat membentuk karakter anak. Termasuk juga kesadaran akan diri sendiri, bukan hanya sekitar.

"Dia bisa punya memikirkan dirinya sendiri, saya harus punya job, saya harus bisa, tapi dia juga sering membantu temen-temennya bisa, itu saya senang banget," katanya.

4. Jago Berdiplomasi

Siswa lain yakni William Tristan Mahendra juga telah membuktikan progres baik dalam dirinya lewat MUN. Sang ibu yakni Meldia Safitri mengaku, anaknya yang pemalu itu kini telah handal berdiplomasi bahkan telah menjadi best delegate di tiga ajang MUN internasional.

"Kemudian ada negosiasi, kemudian ada lobby, kemudian ada diplomasi, dan bonusnya dapat teman-teman," kata Meldia.

5. Handal Bernegosiasi di Kantor

Dalam jangka panjang, kemampuan selaku alumni MUN bagi Hanifah Ayu Nanda ia rasakan manfaatnya saat bekerja. Karyawan di PT PLN tersebut saat ini memiliki kepiawaian dalam bernegosiasi.

"Kalau dari soft kompetensi, jelas mungkin seperti yang udah disampaikan sebelumnya juga ada science of diplomacy, ada negotiation skill, dan terutama karena aku juga lulusan hukum dan aku udah bekerja di PLN sebagai legal officer juga," beber Hanifah.

Tak sekadar public speaking dan negosiasi, lebih jauh dari itu Hanifah merasakan kemampuannya yang diasah selama MUN menjadi pengetahuan dasar bagi dirinya selaku legal officer.

"Karena pas MUN ini, aku lebih punya sains yang kuat untuk menyusun argumentasi yang lebih berdasar terutama mungkin di bidang hukum ya. Aku berperan sebagai legal advisor untuk closing the deals with the partners, gimana cara kita manage stakeholders kita gimana cara kita bernegosiasi," katanya.




(cyu/nah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads