Baru 22 Tahun, Tria Sofie Sudah Lulus S2 dari UGM

ADVERTISEMENT

Baru 22 Tahun, Tria Sofie Sudah Lulus S2 dari UGM

Nikita Rosa - detikEdu
Sabtu, 24 Jan 2026 20:00 WIB
Baru 22 Tahun, Tria Sofie Sudah Lulus S2 dari UGM
Baru 22 Tahun, Tria Sofie Sudah Lulus S2 dari UGM. (Foto: UGM)
Jakarta -

Nama Tria Sofie tercatat sebagai salah satu wisudawan dalam upacara wisuda program pascasarjana, Rabu (21/1), di Grha Sabha Pramana UGM. Tak hanya meraih gelar baru, Sofie juga menorehkan prestasi sebagai wisudawan S2 termuda Fakultas Geografi UGM.

Perempuan asalBlora, Jawa Tengah, itu resmi menyelesaikan studimagisternya di usia 22 tahun 6 bulan melalui jalur fast track. Faktanya,rerata usia lulusan Program Magister periode ini adalah 29 tahun 6 bulan 15 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofie berceritanya dirinya memang ingin melanjutkan S2 setelah meraih gelar Sarjana. Namun, dirinya tidak menyangka akan dinobatkan sebagai wisudawan termuda.

"Sebenarnya dari awal saya memang sudah memetakan, setelah S1 ingin langsung lanjut S2. saya tidak menyangka dinobatkan sebagai lulusan termuda di program S2," ujar Sofie dalam laman UGM dikutip Sabtu (24/1/2026).

ADVERTISEMENT

Tempuh S1-S2 di UGM

Sofie menempuh gelar Sarjana di UGM pada tahun 2020. Sejak awal perkuliahan, ia telah menargetkan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Kesempatan itu datang saat Fakultas Geografi UGM membuka sosialisasi program fast track.

"Waktu itu ada sosialisasi fast track, dan saya merasa ini memang tujuan saya. Jadi saya memanfaatkan peluang itu," ungkapnya.

Tantangan Lulus Jalur Fast Track

Lulus cepat datang dengan tantangan. Sofie harus menamatkan studi magister hanya dalam satu setengah tahun. Tak hanya itu, ia juga wajib melakukan publikasi terindeks Scopus.

Menurutnya, tantangan terbesar datang dari membagi waktu antara penyusunan skripsi S1, perkuliahan S2, penulisan tesis, hingga penyusunan manuskrip publikasi ilmiah yang berlangsung hampir bersamaan.

"Rasanya ketumpuk. Semester delapan S1 sudah mulai skripsi, tapi di saat yang sama sudah masuk semester satu S2 dengan tugas-tugasnya. Jadi harus benar-benar pintar membagi waktu," tuturnya.

Sofie menyiasati tekanan tersebut dengan menyelesaikan target secara bertahap. Ia memprioritaskan skripsi sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

"Saya selesaikan satu-satu. Waktu itu saya fokuskan skripsi dulu, karena itu jadi step awal sebelum ke tahapan selanjutnya," jelasnya.

Sofie memberikan pesan kepada mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti program fast track. Menurutnya, mereka yang berminat lulus cepat agar mempertimbangkan tujuan karir ke depan.

"Fast track ini fokusnya riset. Jadi perlu dipikirkan dulu jenjang kariernya mau ke mana. Kalau tujuannya ke akademik, dosen, atau pengajar, program ini cukup worth it," jelasnya.

Menurutnya, melanjutkan pendidikan atau cita-cita lainnya tidak membutuhkan kepintaran luar biasa. Hal terpenting adalah semangat juang dan rasa tanggung jawab.

"Kalau mau lanjut sekolah atau mengejar apa pun, kita enggak harus merasa pintar banget. Yang penting bertanggung jawab dan mau berjuang," pungkasnya.




(nir/pal)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads