Kisah Olin, Lulusan Terbaik Kampus Muhammadiyah Madiun yang Beragama Katolik

ADVERTISEMENT

Kisah Olin, Lulusan Terbaik Kampus Muhammadiyah Madiun yang Beragama Katolik

Cicin Yulianti - detikEdu
Jumat, 16 Jan 2026 17:00 WIB
Kisah Olin, Lulusan Terbaik Kampus Muhammadiyah Madiun yang Beragama Katolik
Kristofera Karolina, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun asal NTT dengan IPK 3,79. Foto: Dok Ummad
Jakarta -

Bentuk toleransi yang tinggi di kampus-kampus kini sudah bisa dilihat dengan nyata. Buktinya lewat salah satu kisah Kristofera Karolina, yang yang akrab disapa Olin.

Olin baru saja lulus sarjana dan mendapatkan gelar S Kes dari Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad). Tak hanya lulus membawa gelar sarjana, Olin juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Ummad dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79.

Uniknya, anak muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu merupakan pemeluk agama Katolik. Bagaimana rasanya Olin mendapatkan penghargaan tersebut?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan Pilih Kuliah di Ummad

Olin semula ingin kuliah di bidang keperawatan. Namun, pertimbangan biaya membuatnya mempertimbangkan jurusan bidang kesehatan lain.

Ia dan temannya lalu mendapati ada jurusan bidang kesehatan di Ummad. Biaya kuliah di Ummad menurutnya sesuai dengan budget yang ia miliki.

ADVERTISEMENT

"Setelah mempertimbangkan biaya pendidikan yang cukup tinggi, saya kemudian mencari pilihan lain yang masih berada di bidang kesehatan," ungkap Olin dikutip dari laman Ummad, Jumat (16/1/2026).

Sebelumnya, Olin juga sempat mempertimbangkan untuk masuk kebidanan. Namun, jurusan kebidanan yang ia dapati hanya menyediakan jenjang D3, sementara ia ingin masuk prodi S1. Pilihan Olin akhirnya jatuh kepada Prodi S1 Administrasi Kesehatan Ummad.

"Setelah saya mencari tahu lebih lanjut mengenai program studi tersebut, saya merasa tertarik karena masih berkaitan dengan bidang kesehatan dan sesuai dengan minat serta kemampuan saya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk memilih Ummad sebagai tempat melanjutkan pendidikan," terang Olin.

Di prodi pilihannya, ia ingin menimba ilmu agar ingin memiliki kemampuan sebagai tenaga medis yang bisa berkontribusi untuk masyarakat.

"Selain itu, latar belakang minat saya pada bidang kesehatan membuat saya merasa bahwa Administrasi Kesehatan adalah pilihan yang tepat dan sesuai dengan kemampuan serta rencana karier saya ke depan," terang Olin.

Sempat Canggung Belajar Kemuhammadiyahan

Di Prodi Administrasi Kesehatan, Olin antara lain belajar tentang pengelolaan pelaynan kesehatan, admnistrasi rumah sakit,. dan sistem pelayanan kesehatan. Sementara itu, sebagai kampus Muhammadiyah, Ummad mengharuskan mahasiswanya mengikuti mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

Olin pun mengikuti kelas tersebut walaupun awalnya merasa canggung. Namun, lama-kelamaan ia bisa menyesuaikan diri.

Pasalnya, mata kuliah tersebut rupanya lebih menekankan pengetahuan moral, etika, dan toleransi yang secara pengetahuan juga berguna untuk Olin.

"Saya menganggap mata kuliah tersebut sebagai tambahan wawasan dan pembelajaran tentang keberagaman, serta tidak merasa dipaksakan dalam hal keyakinan," ungkap putri pasangan Polikarpus Wolo Ketoj dan Helena Wasi Gokok tersebut.

Olin mengaku, meskipun ia termasuk minoritas di kampus, tak ada pihak kampus maupun kawan kuliah yang membedakannya. Baginya, dosen bersikap profesional dan tidak membedakan latar belakang agama.

"Teman-teman juga ramah serta saling mendukung dalam kegiatan akademik maupun non-akademik," ujar Olin.

Jadi Wisudawan Terbaik di Ummad

Pada hari kelulusan, Olin tak pernah menyangka jika dirinya akan mendapatkan gelar wisudawan terbaik Ummad periode akhir tahun 2025.

IPK 3,79 diraihnya usai menuntaskan skripsi berjudul Analisis Peran Sekolah Luar Biasa dalam Implementasi Program Posyandu Rutin untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan Bagi Anak Disabilitas di Sekolah Luar Biasa.

Prestasi Olin langsung diapresiasi oleh Rektor Ummad, Prof Dr Sofyan Anif M Si. Ia menyebut Olin adalah contoh dari bentuk toleransi yang harus dipegang oleh kampus.

"Hal ini bisa kita lihat tadi ada yang memberi sambutan adalah mahasiswa yang jadi lulusan terbaik wisuda kali ini dari Nusa Tenggara Timur, namanya Kristofora Karolina Kewa S Kes dari Prodi Administrasi Kesehatan," ujarnya.




(cyu/twu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads