Profil Sidharto Reza Suryodhipuro, Presiden Dewan HAM PBB Perwakilan RI

ADVERTISEMENT

Profil Sidharto Reza Suryodhipuro, Presiden Dewan HAM PBB Perwakilan RI

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 09 Jan 2026 12:00 WIB
Profil Sidharto Reza Suryodhipuro, Presiden Dewan HAM PBB Perwakilan RI
Foto: Sidharto Suryodipuro
Jakarta -

Indonesia telah resmi menjadi Presiden Dewan Hak Asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia dipilih negara-negara anggota Asia-Pacific Group (APG) melalui pemilihan di tingkat kawasan untuk dinominasikan sebagai Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026.

Berdasarkan laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, Indonesia ditetapkan sebagai Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026 secara resmi pada Pertemuan Dewan HAM PBB tanggal 8 Januari 2026, bertepatan dengan pelaksanaan organizational meeting Dewan HAM PBB pertama pada 2026 di Jenewa, Swiss.

Sosok yang menjabat sebagao Presiden Dewan HAM PBB adalah Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodhipuro. Seperti apa profilnya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Profil Sidharto Reza Suryodipuro

Sidharto (Arto) lulus dari program studi Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan Bandung pada 1991. Ia merupakan mahasiswa angkatan 1986.

ADVERTISEMENT

Arto juga menempuh pendidikan di Naval Postgradute School in Monterey dan lulus pada 2003. Ia memperoleh beasiswa Fulbright pada 2002.

Sepak terjang Arto dalam hubungan luar negeri Indonesia berlangsung sejak tahun 1990-an. Tepatnya, ia berkarier di Kemenlu RI sejak Maret 1992.

Berdasarkan arsip Kedutaan Besar RI Wachington DC melalui Wayback Machine, ia pernah ditempatkan sebagai perwakilan Indonesia di markas PBB di New York pada 1996-2000 dan pada masa jabatan Indonesia di Dewan Keamanan PBB pada 2007-2008.

Arto juga pernah ditempatkan di Kedutaan Besar Indonesia di Canberra, Australia, utnuk posisi ekonomi dan pembangunan bilateral. Jabatan ini tepatnya pada 2004-2006.

Pada 2006-2009, Arto kembali menjadi perwakilan Indonesia untuk PBB. Ia ditugaskan dalam bidang persoalan kemanusiaan di Afrika.

Kemudian pada Maret 2009 sampai Juni 2010, ia menjadi wakil direktur Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).

Adapun selama Indonesia menjadi tuan rumah APEC, Arto membantu Ketua SOM. Sebagai sekretaris Divisi Kebijakan Komite Nasional APEC Indonesia 2013, ia mengoordinasikan pengembangan kebijakan. Arto sempat dianugerahi Meritorious Service Medal atas perannya sebagai Sekretaris Komite Nasional APEC, selama masa kepemimpinan Indonesia pada 2013.

Setelah jabatan presiden diemban Prabowo, Arto diangkat sebagai Dubes RI untuk PBB di Jenewa.

Dikutip dari UN Geneva sebelum penugasannya di Jenewa, bapak tiga anak ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama dengan ASEAN di Kemenlu RI dan Pejabat Senior Indonesia untuk ASEAN. Ia memimpin pertemuan pejabat senior ASEAN selama masa kepemimpinan Indonesia pada 2023.




(nah/twu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads