Cerita Ibu dan Anak di Unesa, Satu Kelas Kuliah hingga Lulus Bareng

Cerita Ibu dan Anak di Unesa, Satu Kelas Kuliah hingga Lulus Bareng

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 30 Nov 2022 18:40 WIB
Yekti Wulancahyani dan Rahadyan Lazuardhi Prasadhana adalah seorang ibu dan anak yang berhasil lulus s2 bareng di Unesa
Foto: Doc. Unesa/kisah ibu dan anak lulus bareng
Jakarta -

Perasaan lega bisa dirasakan Yekti Wulancahyani kala berhasil mempertahankan tesisnya di hadapan para penguji dalam sidang yang berlangsung di Gedung Pascasarjana, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin, (28/11/2022) lalu.

Rasa leganya bertambah saat putranya, Rahadyan Lazuardhi Prasadhana, juga berhasil melewati sidang tesis bersamaan.

Yekti mengaku bangga bisa sidang bareng sang anak. Saat presentasi dia tidak merasa canggung pun saat menjawab berbagai pertanyaan dari dewan penguji.

"Saya presentasi itu sudah biasa diperhatikan anak-anak. Tanpa disadari, gaya presentasi saya mirip dengan cara anak saya presentasi. Anak memang peniru yang sangat baik," dikutip dari laman resmi Unesa, Rabu (30/11/2022).

Kuliah Satu Kelas hingga Saling Belajar

Yekti dan anak sulung sama-sama kuliah magister di prodi S-2 Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Pascasarjana, Unesa. Keduanya masuk pada tahun 2020, kuliah satu kelas, sidang dan selesai bareng.

"Kita belajarnya bareng. Anak saya tantangannya apa dan saya tantangannya apa, saling sharing dan memotivasi," ujarnya.

"Sejak itu kami juga komitmen agar bisa lulus bareng. Ya sebagai seorang ibu, tentu bangga dengan pencapaian ini," imbuh Yekti.

Tantangan Menjalani Kuliah S2

Selama kuliah, Yekti mengaku menemui banyak tantangan. Hal ini karena dirinya adalah dokter hewan di Bali dan seorang pemilik Homeschooling Primagama yang tersebar di berbagai daerah.

Jadi, di samping harus pandai membagi waktu dengan pekerjaan, dia juga harus memotivasi diri agar tetap konsisten menyelesaikan berbagai tugas dan riset.

"Belum lagi pandemi. Saya kan di Bali sementara anak saya sudah berkeluarga dan tinggal di Bekasi. Nah, suami saya sudah berpulang ke Rahmatullah. Untuk menjaga komitmen kami dengan kesibukan masing-masing itu gak gampang. Saya harus memotivasi diri saya dan anak saya," paparnya.

Meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, tapi Yekti berhasil mempertahankan tesisnya tentang "Pengaruh Home Visit dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik". Hasil penelitian itu menemukan bahwa pentingnya keterlibatan keluarga atau orang tua dalam proses pendidikan anak.

Saling Mendukung dan Berkomitmen

Sementara itu, perihal kelulusannya yang bareng dengan sang ibu, Rahadyan mengatakan bahwa semua karena faktor dukungan keluarga dan komitmen bersama.

"Mama itu orangnya sangat terbuka. Saya juga sering bercerita apapun. Mama terus memotivasi. Jadinya ada tekad yang kuat serta komitmen untuk belajar dan selesai bareng," terangnya.

Hal membanggakan lainnya, menurut Rahadyan karena ia memiliki kepercayaan untuk selalu memenuhi keinginan sang ibu. Misalnya, keinginan seorang ibu yang ingin melihat anaknya bisa hidup sukses dan bahagia.

"Tidak ada salahnya saya ikuti. Toh ini demi kebaikan saya juga. Dan, saya percaya, rida orang tua adalah rida Allah," ungkapnya.

Agar bisa kompak, Rahadyan mengaku bahwa penting untuk mengenali kesamaan dan perbedaan antara anak dan ibu.

Baginya, perbedaan bukanlah masalah, karena bisa menjadi bagian dari proses memahami satu sama lain. Selain itu, omelan orang tua juga menurutnya tidak bisa dipandang negatif karena itu demi kebaikan anak juga.

"Terima kasih kepada Ibu dan keluarga saya tentunya. Kemudian ucapan terima kasih juga kepada para dosen, pembimbing dan penguji sehingga saya dan ibu saya tercinta bisa sampai di titik ini. Terima kasih semuanya. Semoga pencapaian ini bisa berkah dan bermanfaat," tutup pria lulusan S2 Pendidikan Luar Sekolah Unesa itu.



Simak Video "Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia