Inspiratif! Ini Cerita Guru Maryam Arungi Lautan Demi Mengajar

Inspiratif! Ini Cerita Guru Maryam Arungi Lautan Demi Mengajar

Nikita Rosa - detikEdu
Sabtu, 26 Nov 2022 20:00 WIB
Guru Andi Maryam Arungi Lautan Demi Mengajar
Guru Andi Maryam Arungi Lautan Demi Mengajar. (Foto: Dok. Andi Maryam)
Jakarta -

Perjuangan seorang guru memang tak perlu diragukan. Mereka rela menempuh banyak rintangan demi mendidik generasi penerus bangsa. Salah satu sosok guru itu bernama Andi Maryam.

Maryam, panggilan akrabnya, setiap hari harus menempuh jalur laut demi mengajar di SMP Negeri Satap Pulau Battoa, Sulawesi Barat. Tak ambil pusing, justru Maryam menganggap perjalanan ke sekolah sangat menyenangkan.

"Karena perjalanan ke sekolah membutuhkan pertama naik motor, kedua menggunakan perahu, dan yang ketiga berjalan kaki," tutur Maryam kepada detikEdu, Sabtu (26/11/2022).

Untuk sampai di dermaga, Maryam perlu menempuh jarak 10 km dengan motor. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan perahu. Sesampai di Pulau Battoa, Maryam tinggal berjalan kaki sejauh 500 meter sebelum sampai di sekolah.

Pernah 'Gagal' Berangkat karena Ombak Tinggi

Kondisi laut yang tidak menentu, membuat Maryam sempat tidak berangkat mengajar. Ombak yang terlalu besar juga pernah membuat Maryam menunggu berjam-jam di sekolah sebelum kembali pulang.

"Pernah juga kami mau pulang sekolah. Tapi karena ombak besar kita menunggu 3 sampai 4 jam baru kami pulang," tutur Maryam.

Guru olahraga itu juga menjelaskan, kendala yang kerap dia alami adalah saat cuaca mendung. Sebab jika hal itu terjadi, maka ombak akan meninggi disertai dengan angin kencang.

"Ketika ombak tinggi kami di atas perahu was-was takut kalau perahunya terbalik dan ketika angin kencang perahu susah merapat ke dermaga," terang Maryam.

"Jadi kita berputar-putar dulu di tengah laut," lanjutnya.

Apabila hal itu terjadi, guru dari luar pulau yang berhalangan akan digantikan oleh guru-guru yang tinggal di Pulau Battoa.

"Ketika guru-guru di luar pulau terhalang ke sekolah, maka akan digantikan sama guru-guru yang tinggal di pulau. Karena ada juga beberapa guru yang tinggalnya di pulau," ungkapnya.

Lebih Termotivasi Mengajar di Pulau

Maryam sebelumnya mengajar di SMPN 1 Polewali selama 9 tahun. Sekolah itu berada di wilayah perkotaan dan hanya berjarak 300 meter dari rumahnya.

Meski demikian, Maryam senang dengan tantangan. Ia mengaku termotivasi untuk mengajar di pulau karena ada tantangan tersendiri.

"Saya sangat termotivasi mengajar di pulau karena seperti ada tantangan tersendiri dibanding sekolah yang sebelumnya saya tempati mengajar di kota," jelas Maryam.

Kebutuhan buku dan metode pembelajaran juga sama dengan di wilayah perkotaan. Di sekolahnya yang sekarang ini, ia juga melihat antusiasme siswa yang sangat tinggi.

"Di samping itu antusias siswa juga dalam menerima pelajaran sangat tinggi," katanya.

Maryam berpesan untuk guru-guru yang perlu melalui perjalanan seperti dirinya agar tetap semangat dan ikhlas. Menurutnya, jika dijalani dengan dua hal tersebut maka perjalanan akan terasa indah.

"Seberat apapun perjalanan yang kita lalui ketika kita bersemangat dan ikhlas semua akan terasa indah dan nyaman dan takkan merasakan lelah," pesannya.



Simak Video "Guru Cabuli 3 Muridnya di Sulsel, Ternyata Kambuhan dari Tahun 2012"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia