Eceng Gondok-Lumpur Lapindo-E Coli Dibikin Biolistrik oleh Mahasiswa UNS

Eceng Gondok-Lumpur Lapindo-E Coli Dibikin Biolistrik oleh Mahasiswa UNS

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikEdu
Selasa, 29 Nov 2022 17:00 WIB
Tanaman eceng gondok menutupi sebagian Situ Ciledug, Pamulang, Tangsel. Banyaknya eceng gondok diketahui menjadi indikator pencemaran air.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Solo -

Sekelompok Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memproduksi biolistrik dari bahan yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bahan-bahannya: tanaman eceng gondok, lumpur Lapindo, dan bakteri Escerichia coli (E coli). Bagaimana proses dan cara kerjanya?

Sekelompok mahasiswa UNS ini adalah Khoirun Nisa Ashar, Abbilah Ero Mahdhani, Vicky Ahava Ferdinansyah, dan Alifiananda Rahmatul Dafa Kesuma. Mereka menuangkan gagasannya berjudul "Produksi Biolistrik dengan Elektroda Pb dari Lumpur Lapindo Berbasis Microbial Fuel Cells (MFCs) dengan Substrat Selulosa Eceng Gondok".

Para mahasiswa UNS ciptakan biolistrik dari eceng gondok, lumpur Lapindo dan bakteri E ColiPara mahasiswa UNS ciptakan biolistrik dari eceng gondok, lumpur Lapindo dan bakteri E Coli Foto: (Dokumentasi Humas UNS)

Khoirun Nisa menyebutkan, penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya penggunaan bahan bakar fosil beberapa tahun terakhir, terutama batu bara. Batu bara digunakan untuk bahan baku pembuatan listrik berpotensi mengakibatkan krisis energi global. Di sisi lain, penggunaan energi listrik semakin banyak setiap harinya di masyarakat.

Ide ini juga berawal dari dampak lumpur Lapindo yang tak kunjung usai. Lumpur lapindo pun dimanfaatkan sebagai sumber katoda pada MFCs karena lumpur ini merupakan biomassa dengan berbagai kandungan logam berat.

Eceng gondok dimanfaatkan karena selain berlimpah dan pertumbuhannya cepat, juga potensi selulosa yang dimiliki eceng gondok sangat besar yaitu pada angka 64,51%.

Tingginya selulosa dapat memberikan kabar baik bagi peranannya dalam MFCs, yakni untuk memicu perkembangan bakteri. Kandungan selulosa eceng gondok juga dapat menanggulangi dampak negatif dari keberadaannya yang menutupi air.

"Kandungan selulosanya sebagai substrat bagi bakteri untuk menghasilkan listrik yang lebih tinggi dalam MFCs. Sehingga, ekosistem air terjaga dan energi terbarukan dapat ditemukan," papar Khoirun Nisa seperti dilansir dari laman UNS.

Lantas, apa peranan bakteri E Coli? Bakteri E Coli merupakan jenis spesies utama bakteri gram negatif fakultatif anaerobic. Nisa menambahkan, bakteri E coli dapat digunakan pada sistem MFCs dengan substrat glukosa atau sukrosa. Hal ini dapat menggunakan selulosa yang dikonversikan menjadi glukosa pada eceng gondok.

"Escherichia coli dipilih karena pemanfaatannya sebagai bahan baku MFCs kurang dilakukan karena pada umumnya adalah bakteri shewanella," imbuh dia.

Metodenya pertama, melakukan isolasi selulosa dari eceng gondok yang didapatkan dari serbuk hijau muda. Kemudian, proses berlanjut dengan mengubah selulosa tersebut menjadi glukosa dengan bantuan jamur Trichoderma viride. Glukosa yang dihasilkan digunakan sebagai media tumbuh kembang dan makanan bagi bakteri E coli.

"Pembuatan reaktor MFCs dilakukan dengan sederhana terbuat dari 2 toples bekas yang disambungkan oleh jembatan garam. Toples bagian katoda diisi dengan lumpur lapindo dan toples bagian anoda diisi dengan bakteri Escherichia coli dan diukur menggunakan multimeter," urai Nisa.

Metode itu berhasil memproduksi listrik dengan data tertinggi tegangan listrik sebesar 256,6 MV; arus listrik sebesar 0,08 MA, serta power density yang dihasilkan sebesar 13,40 MW/m2. Penelitian ini dibimbing guru besar UNS Prof Venty Suryanti, MPhil, PhD.

Ke depan, para mahasiswa UNS ini berharap dapat mengembangkan dan memproduksi listrik dalam jumlah besar di masa yang akan datang, sekaligus membantu mengurangi limbah serta jumlah lumpur Lapindo.



Simak Video "Penampakan dari Udara Banjir di Sidrap Makin Meluas"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia