Perayaan Hari Guru, Nadiem Tanggapi Pertanyaan 'Ganti Menteri Ganti Kurikulum'

Perayaan Hari Guru, Nadiem Tanggapi Pertanyaan 'Ganti Menteri Ganti Kurikulum'

Nikita Rosa - detikEdu
Sabtu, 26 Nov 2022 14:00 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Kemdikbud RI)
Jakarta -

Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan Budaya, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) menjelaskan alasan di balik penerapan Kurikulum Merdeka. Salah satunya adalah materi pada kurikulum sebelumnya yang terlalu banyak.

Hal itu ia sampaikan pada Perayaan Hari Guru Nasional yang disiarkan secara Live pada YouTube Kemdikbud RI Sabtu (26/11).

"Kurikulum kita kebanyakan materi. Setuju nggak?" tanya Nadiem kepada guru-guru yang hadir pada acara tersebut.

Pihaknya menjelaskan, Kurikulum Merdeka dirancang agar lebih ramping, sehngga guru-guru bisa memiliki waktu lebih untuk mendalami setiap materi.

"Makanya kita rampingkan [kurikulum] sehingga guru bisa mendalami," ujarnya.

Lulusan Harvard University mengaku Kurikulum Merdeka sebetulnya terinspirasi dari semangat guru-guru untuk berinovasi. Kurikulum Merdeka dapat menjawab kebutuhan guru tersebut untuk berinovasi dan kreatif.

"Berkat semangat ibu dan bapak, sistem pendidikan Indonesia sedang memasuki babak baru. Dengan Kurikulum Merdeka yang memberikan kelulaasaan lebih dari para guru, guru bisa mengembangkan pembelajaran kreatif yang membuat pembelajaran jauh lebih menyenangkan," paparnya.

Tanggapan Nadiem Tentang 'Ganti Menteri Ganti Kurikulum'

Salah seorang guru menanyakan kepada Nadiem tentang pergantian kurikulum selepas 2024, di mana estafet Menteri Pendidikan akan digantikan.

"Pertanyaan sangat berat juga untuk dijawab," ungkap Nadiem.

"Dari Sabang sampai Merauke sampai Perbatasan pertanyaannya selalu ini," candanya.

Nadiem berujar, sebelum Kemendikbudristek menentukan kebijakan, mereka menanyakan seberapa sulit kebijakan tersebut untuk diputar balikkan.

"Setiap inisiatif yang kita lakukan selalu kita desain agar sulit diputar balik," ujarnya.

Nadiem menuturkan, dalam Kurikulum Merdeka terdapat program Guru Penggerak di mana guru-guru terpilih akan bertugas menggerakan komunitas belajar di sekolah dan wilayahnya. Guru-guru tersebut nantinya bisa diangkat sebagai Kepala Sekolah atau posisi strategis di sekolahnya. Nadiem meyakini, guru-guru penggerak ini akan memperjuangkan perubahan.

"Misalnya sudah ada 50-100 ribu guru penggerak dan setengah dari mereka itu mau diapa-apain kebijakan berubah pun mereka sudah di posisi kepemimpinan dan mereka akan mendorong perubahan," yakin Nadiem.

Selain itu, Kurikulum Merdeka dirancang oleh guru dan untuk guru. Dalam prosesnya, Nadiem bercerita ia melibatkan guru-guru dalam perumusan Kurikulum Merdeka.

"Guru-guru diundang dalam kurikulum tersebut. Kalau anak-anak sudah senang dengan project base learning, siapa yang berani mengambil hal itu balik dari anak-anak kita?" ungkap Nadiem.

Tutup Mas Menteri, keputusan kurikulum tersebut sebenarnya bukan ada di pemerintah, namun ada pada guru-guru, orang tua murid, murid, hingga dosen yang menjadi bagian dari Kurikulum Merdeka.

"Kalau Bapak Ibu menginginkan ini lanjut, pasti pemerintah akan mengedepankan," pungkasnya.



Simak Video "Elon Musk Beberkan Rahasia Tetap Produktif pada Nadiem Makarim"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia