Hari Guru Nasional 2022, Krisdayanti: Ada Guru Honorer Bergaji Rp 300 Ribu/Bulan

Hari Guru Nasional 2022, Krisdayanti: Ada Guru Honorer Bergaji Rp 300 Ribu/Bulan

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 24 Nov 2022 15:28 WIB
Krisdayanti beraudiensi dengan guru-siswa jelang Hari Guru Nasional 2022
Foto: (IG stories @krisdayantilemos)
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti berdialog dengan para guru dan siswa SMPN 25 Jakarta serta sejumlah jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) jelang Hari Guru Nasional 2022.

Dalam audiensi tersebut, Krisdayanti, guru, dan siswa membahas masalah dan gagasan terkait kesehatan fisik maupun mental di sekolah. Salah satu guru pendukung program kesehatan dan antiperundungan di sekolah belakangan diketahui masih berstatus guru honorer.

Krisdayanti menuturkan, untuk Hari Guru Nasional 2022, ia berharap pemerintah ke depan bisa memberikan kesejahteraan yang sepantasnya bagi guru. Sebab, dengan kondisi kesejahteraannya, para guru honorer masih memberikan yang terbaik saat mendidik para siswa.

"Tentu (di isu) guru honorer masih ada saja keluhan. Memang disebutkan mereka kuat, mereka hebat, mereka nggak mau down di proses belajar-mengajar, nanti murid-murid jadi enggak punya figur," kata KD pada detikEdu, Kamis (24/11/2022).

Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan tersebut juga menyoroti bagaimana guru perlu hidup layak di lingkungan sehat.

"Mereka yang ada di sekitar, yang ada di media juga, masih ada guru honorer yang mendapat gaji Rp 300 ribu sebulan, tinggal di lingkungan sekolah, di bagian toilet, ini kan suatu hal yang tidak pantas kita berikan pada guru. Mereka kan pelita, memberikan pelajaran untuk kita. Menjadi keteladanan orang tua yang diestafetkan untuk mendidik anak-anak, itu di tangan guru," tutur Krisdayanti.

"Jadi harapan saya, pemerintah benar-benar hadir, tidak ada kesenjangan, dan memberi kesejahteraan yang sepantasnya bagi guru, dengan menjadikan mereka ASN," imbuhnya.

Krisdayanti menambahkan, ia juga berharap proses belajar-mengajar dengan Merdeka Belajar ke depannya mendukung komunikasi dua arah antara guru dan siswa.

"Saya menginginkan, sesuai program pemerintah, Merdeka Belajar bisa benar-benar menjadikan proses belajar-mengajar itu jadi suatu keniscayaan. Diharapkan, guru-guru dengan bahasa yang lebih mendalam dan sederhana bisa melakukan proses belajar-mengajar yang lebih sesuai dengan kompetensi anak-anak, dengan bahasa lebih sederhana juga bisa menyentuh anak, lebih dua arah," ucapnya.

"Diharapkan juga, guru-guru bisa mengajar out of the box, tidak terpaku kurikulum. Sekarang kita secara project (-based learning) mendiskusikan hal-hal yang terjadi di masyarakat," imbuh Krisdayanti.



Simak Video "Peringati Hari Guru, Siswa SD di Sidrap Buat Prakarya dari Barang Bekas"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia