Kisah Amanda Raih Japan Award, Teliti Pengolahan Limbah Kebun Kelapa Sawit

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 24 Nov 2022 14:00 WIB
Athanasia Amanda Septevani meraih The 2022 Japan Award di Tokyo Jepang, pada Selasa (22/11).
Foto: (Dok BRIN)
Jakarta -

PenelitiAthanasia Amanda Septevani meraih The 2022 (The 16th) Japan International Award for Young Agricultural Researchers (Japan Award) di Tokyo, Jepang pada Selasa (22/11/2022).

"Hal ini menjadi kebahagiaan tersendiri, melalui apreasiasi internasional sebagai hasil kerja keras kami. Saya bersyukur, dapat mengharumkan nama Indonesia dalam perkembangan iptek, pada skala internasional," kata peneliti lulusan S3 dari The University of Queensland, Australia ini, dikutip dari laman Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (24/11/2022).

Riset Limbah Kebun Kelapa Sawit

Penelitian Amanda dan tim mengangkat gagasan pengolahan limbah agroindustri di perkebunan kelapa sawit.

Dari riset Amanda dan tim, limbah perkebunan bisa diolah jadi material berbasis selulosa bersifat baru, bernilai tinggi, dan bisa diaplikasi ke bidang kemasan, elektronik, energi, lingkungan, dan kesehatan.

Menurutnya, riset material ini sangat penting dikembangkan secara berkesinambungan untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Sebab, ada banyak limbah padat biomassa, tetapi pemanfaatannya belum optimal.

"Pemanfaatan limbah agroindustri menjadi material maju (waste for materials), tidak hanya dapat mengatasi masalah pencemaran limbah. Selain itu, dapat memberikan nilai baru dan manfaat, menjadi produk inovatif yang bernilai tinggi. Pada akhirnya, bisa meningkatkan produktivitas indutri agro secara menyeluruh, menuju ekonomi sirkular," jelasnya.

Pendanaan dan Kerja Sama

Ia mengatakan, usai studi doktoral, ia dan tim sejak 2017 sudah konsisten dan berkesinambungan melakukan riset tersebut. Pada ajang Japan Award tersebut, Amanda dan penerima penghargaan lainnya dari Madagaskar dan Meksiko berkesempatan mempresentasikan hasil risetnya yang sedang dikembangkan BRIN tersebut.

Dikutip dari BRIN, riset Amanda dan tim menjadi kontribusi dalam menghadapi tantangan pengolahan limbah agroindustri di Indonesia, menjadi solusi alternatif untuk negara lain, dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk bersinergi memberi solusi inovatif lewat riset.

"Berbagai pendanaan, telah berhasil kami dapatkan. Baik dalam maupun luar negeri, dan dari berbagai sektor, seperti lembaga pemerintah, universitas, serta industri. Salah satu industri yang terlibat aktif dengan kami, adalah PT Mandiri Palmera Agrindo, yaitu industri kelapa sawit. Perusahaan yang aktif bersama kami, dalam mengimplementasikan teknologi yang kami kembangkan, dalam mengolah limbah perkebunan kelapa sawit mereka di Sulawesi," kata Amanda.

Japan Award sendiri digelar tiap tahun oleh Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang dan Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCAS) untuk mendorong peneliti muda dalam pengembangan riset di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta industri terkait di negara-negara berkembang.

Amanda berharap dapat menjalin kerja sama riset lebih lanjut dengan pemerintah Jepang, khususnya MAFF dan JIRCAS.

"Semoga dengan penghargaan ini, mampu memberikan manfaat nyata. Memberikan dampak langsung, melalui kontribusi perkembangan iptek di bidang pertanian, kehutanan, khususnya dalam pengelolaan, dan teknologi limbah," pungkasnya.



Simak Video "Begini Nasib Bumi 300 Juta Tahun Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia