Dulu Bukunya Kerap Ditolak, Kini Mahasiswi Unej Ini Punya Penerbitan Sendiri

Dulu Bukunya Kerap Ditolak, Kini Mahasiswi Unej Ini Punya Penerbitan Sendiri

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 12 Okt 2022 16:30 WIB
Wardatul Hasanah, mahasiswi Unej yang punya penerbitan buku sendiri
Foto: Universitas Jember/Wardatul Hasanah, mahasiswi Unej yang punya penerbitan buku sendiri
Jakarta -

Pengalaman pahit ditolak berkali-kali oleh penerbit buku malah membuahkan hal manis bagi Wardatul Hasanah, mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jember (Unej).

Lantaran berbagai penolakan itu, Warda akhirnya memutuskan untuk mendirikan usaha penerbitan buku sendiri.

"Berkali-kali saya ditolak penerbit, macam-macam alasannya. Salah satunya karena sebagai penulis pemula saya nggak punya uang untuk modal menerbitkan buku. Rasanya sakit sekali," ungkap Warda pada sela-sela mengikuti perkuliahan di kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unej, seperti dikutip dari laman universitas pada Rabu (12/10/2022).

Warda pun berdoa supaya memiliki penerbitan buku sendiri sembari berjanji jika doanya itu terkabul, maka dia akan menggratiskan biaya penerbitan buku untuk para penulis pemula.

Perjalanan Memiliki Penerbitan Buku Sendiri

Ada satu titik balik dalam hidup Warda yang mempertebal keinginannya memiliki penerbitan sendiri. Titik tersebut adalah ketika novelnya yang berjudul Surat Hafalan untuk Ustadz akhirnya berhasil diterbitkan.

Supaya paham mengenai teknis di bidang tersebut, Warda pun bekerja di sebuah penerbitan. Namun, niat untuk belajar menurutnya ditanggapi lain oleh pemilik usaha.

Saat menjadi karyawan, Warda dinilai merecoki usaha tersebut. Mahasiswi ini pun diberhentikan dari pekerjaan lantaran dianggap dapat menjadi kompetitor.

Harapan untuk mewujudkan penerbitan sendiri akhirnya datang ketika Warda diizinkan menggunakan usaha milik kakaknya, CV. Perkasa Satu. Kakaknya itu mendukung Warda mendirikan usaha penerbitan menggunakan nama bisnisnya.

Penerbitan yang berbasis di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi itu membuahkan hasil. Satu per satu order pencetakan dilakukan hingga sekarang sudah ada 170 buku ber-ISBN yang dirilis.

Warda mengatakan, meski menggunakan nama usaha milik kakaknya, dia mengorek tabungan sendiri untuk mendirikan penerbitan buku tersebut.

"Alhamdulillah, hingga saat ini CV. Perkasa Satu menjadi satu-satunya penerbitan buku di Banyuwangi yang sudah menjadi anggota Ikatan Penerbit Indonesia atau IKAPI serta berlisensi hukum karena terdaftar di KemenkumHAM sehingga bisa menerbitkan buku dengan ISBN termasuk mengurusi Hak atas kekayaan intelektual atau HAKI," jelasnya.

Dunia tulis menulis memang bukan hal baru baginya. Sejak kelas 8 madrasah tsanawiyah, Warda sudah gemar menulis di aplikasi Wattpad.

Sampai sekarang, perempuan asal Banyuwangi itu sudah menulis sepuluh buku yang kebanyakan adalah novel bergenre romantis dengan nuansa Islami. Karya-karyanya itu dipengaruhi pula oleh latar belakangnya yang lahir dan tumbuh di lingkungan pesantren.

Cara Membagi Waktu antara Bisnis dan Kuliah

Warda menuturkan, kekompakan tim adalah kunci dalam membagi waktu antara mengurus usaha dan kuliah. Program dan proyek penerbitan bukunya dijalankan secara online karena dia ada di Jember.

Meski begitu, Warda tetap turun tangan langsung dalam proses pembuatan bukunya, seperti dalam segi editing dan konsultasi dengan penulis. Dia sadar ada banyak kesibukan seorang mahasiswa. Namun, Warda juga menegaskan semua kesibukan itu tidak lantas menghalangi kreativitas mahasiswa.

"Tinggal bagaimana kita mengatur waktu dan membuat prioritas saja. Menurut saya mahasiswa tidak hanya dituntut untuk lulus cumlaude, lalu mencari pekerjaan," paparnya.

Menurutnya jika memang bisa lulus dengan cumlaude, menjadi terampil, dan bekerja atau membuka lapangan pekerjaan sekaligus, maka kenapa tidak.



Simak Video "Sederet Fakta Mahasiswi Tewas Ditabrak Audi A8 yang Masuk Rombongan Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia