BRIN Jalin Kerja Sama dengan Sederet Kampus di Jepang, Bidang Apa Saja?

BRIN Jalin Kerja Sama dengan Sederet Kampus di Jepang, Bidang Apa Saja?

Devi Setya - detikEdu
Selasa, 04 Okt 2022 07:30 WIB
BRIN Jalin Kerja Sama dengan Sederet Kampus di Jepang
BRIN Jalin Kerja Sama dengan Sederet Kampus di Jepang Foto: Humas BRIN
Jakarta -

Dalam rangka memperkuat lembaga penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (Litbangjirap), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dalam berbagai bidang dengan beberapa institusi di Jepang.

Kerja sama internasional ini melibatkan beberapa kampus ternama di Jepang. Jalinan kerja sama ini dilakukan langsung oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko.

Dikutip dari laman resmi BRIN (3/10) Kepala BRIN Laksana Tri Handoko sudah melakukan pertemuan dengan pihak Tsukuba University, Chiba University, AIST, dan NEDO. Dari pertemuan dengan beberapa institusi pendidikan dan juga perusahaan ini menghasilkan kesepakatan positif.

Kerja sama dengan Tsukuba University

BRIN menyepakati kerja sama dengan Tsukuba University melalui program BRIN-Tsukuba Core Program. Selain dengan Tsukuba University, program ini juga terbuka bagi universitas lain yang ingin terlibat.

Program ini bekerja dengan skema mobilitas periset, visiting researcher, dan beberapa rencana lingkup kerja sama lainnya yang dapat disepakati bersama. Dalam program kerja sama ini, Handoko juga mengusulkan adanya program degree by research dengan Tsukuba University ke depannya.

Handoko menegaskan, program ini bukan hanya terbuka bagi Sumber Daya Manusia (SDM) BRIN saja tetapi juga terbuka kesempatan bagi siapapun di Indonesia.

"Hal ini dilatar belakangi karena turunnya jumlah peminat SDM kita untuk studi ke Jepang, sehingga dapat disiasati melalui program ini. Ini sangat dimungkinkan bagi para peneliti pada tahap early career scientist," kata Handoko.

Kerja sama ini juga membahas kemungkinan adanya kantor untuk Tsukuba University di kantor Kampus BRIN Jakarta.

President Tsukuba University, Nagata Kyusoke, mengungkapkan, pihaknya memiliki Center on Marine Science, sehingga kegiatan riset di bidang kelautan bisa digagas bersama BRIN.

Kerja sama dengan BRIN ini bukan yang pertama kali dilakukan Tsukuba University. Sebelumnya sudah ada kerja sama dengan sebelas sekolah lain dalam perekrutan program sarjana.

Kerja sama dengan Chiba University

Kepala BRIN jug menjalin kerja sama dengan Chiba University. Kali ini Handoko berkesempatan bertemu dengan Makato Watanabe selaku Executive Vice President Chiba University.

Bersama Chiba University, BRIN sepakat melakukan kerja sama riset dalam bidang remote sensing. Nantinya akan ada program visiting professor atau kunjungan professor ahli dari Chiba University ke kampus BRIN di Jakarta.

Kerja sama dengan AIST

BRIN juga menjalin kerja sama dengan The National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST). AIST sendiri merupakan fasilitas penelitian di Jepang yang dikelola untuk mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dan teknologi sosial-ekonomi.

Antara BRIN dan AIST sepakat melakukan kerja sama riset dan inovasi yang baru diinisasi, terutama upaya percepatan penguatan dan peningkatan kapabilitas SDM periset. AIST juga telah menjalin kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

"AIST memiliki sepuluh ribu pegawai, yang terdiri dari 7 riset departemen melalui program Cooperative Research Laboratory (CRL)," jelas Senior Vice President AIST, Murayama Norimitsu.

Kerja sama dengan NEDO

BRIN tak mau meninggalkan kesempatan untuk menjalin kerja sama juga dengan New Energi and Industrial Technology Development (NEDO). Dalam kesepakatan ini BRIN merasa perlu bekerja sama dalam bidang energi.

NEDO merupakan organisasi manajemen publik terbesar di Jepang. NEDO bertugas mempromosikan penelitian dan pengembangan serta penyebaran teknologi industri, energi dan lingkungan.

Handoko menyampaikan bahwa BRIN membuka kolaborasi dengan NEDO ke depan. Handoko mengusulkan pola kerja sama yang dapat melibatkan partner lainnya, seperti universitas dan industri di Jepang dalam bidang Research and Development (R&D).

Memandang kerja sama ini sebagai bagian yang penting, Handoko juga menawarkan NEDO apabila tertarik berkantor di Indonesia.

"Kami juga menawarkan apabila NEDO tertarik bisa berkantor di Kampus BRIN Jakarta Gatot Subroto, untuk memperkuat kerja sama yang lebih erat ke depan bagi staf NEDO di Jakarta," ujar Handoko.


Dubes RI untuk Jepang, Heri Akhmadi turut hadir pada pertemuan kerja sama ini. Heri mengatakan, Indonesia ingin kerja sama riset yang lebih komprehensif dan menguntungkan kedua belah pihak, serta bagaimana menyepakati substansi kerja sama antara BRIN dengan NEDO untuk jangka panjang.

"Hasil evaluasi Kemlu adalah bahwa selama ini kerja sama Indonesia dengan NEDO lebih banyak introduksi produk Jepang ke Indonesia, dan belum ada produk riset yang dimiliki bersama antara BRIN dengan NEDO," tutur Heri.



Simak Video "Alasan BRIN Batalkan Rencana Renovasi Rp 6,1 M Ruang Kerja Dewan Pengarah"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia