24 Mahasiswa IISMAVO ke Inggris saat Krisis, Apa Solusi Pemerintah?

24 Mahasiswa IISMAVO ke Inggris saat Krisis, Apa Solusi Pemerintah?

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 02 Okt 2022 11:00 WIB
Para mahasiswa awardee beasiswa pertukaran pelajar IISMAVO berangkat ke Inggris.
Para mahasiswa awardee beasiswa pertukaran pelajar IISMAVO berangkat ke Inggris. Foto: Dok. Kemendikbudristek
Jakarta -

Sebanyak 24 mahasiswa penerima beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards for Vocational Edition (IISMAVO) diberangkatkan menuju Inggris, Jumat (30/9/2022). Para awardee program pertukaran pelajar vokasi tersebut akan belajar selama satu semester di University of Nottingham, Inggris.

Kepala Program IISMAVO Hilda Cahyani, S.S., M.Pd. menuturkan, terkait krisis Inggris yang sedang berlangsung, ada persiapan tim Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam pemberangkatan mahasiswa peserta IISMAVO ke Inggris.

"Persiapan yang dilakukan oleh Kemendikbudristek dalam pemberangkatan awardee IISMAVO dengan memberikan settlement allowance (SA) dan living allowance (LA) yang sesuai dengan standar untuk memenuhi kebutuhan hidup selama tinggal di LN (luar negeri)," jelas Hilda pada detikEdu, Sabtu (1/10/2022),

"Di samping itu, IISMAVO juga menjalin hubungan dengan PPI di UK (Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom), diaspora, dan Atdikbud (Atase Pendidikan dan Kebudayaan) UK untuk memberikan pendampingan kepada para awardee," sambungnya.

Hilda menambahkan, "Bahkan pihak kampus juga diminta untuk membantu memfasilitasi agar awardee bisa menggunakan dapur umum jika ada sehingga para awardee dapat memasak makanan mereka sendiri. Hal ini membantu awardee dalam menghadapi krisis ini."

Ia menjelaskan, ada sejumlah pertimbangan memilih kampus dan negara tujuan dalam pemberangkatan.

"Kampus mitra luar negeri yang menyiapkan program bersama industri: baik magang, industrial visits, project based bersama industri, atau belajar di kelas dengan praktisi dari industri. Universitas tersebut memiliki rating yang bagus, dan bekerja sama dengan industri kelas dunia. Selain itu, kampus luar negeri memiliki pengalaman menjadi host mahasiswa internasional, dan memiliki kompetensi bidang ilmu yang ditawarkan," kata Hilda menjelaskan.

"Sebagai tambahan, tujuan mahasiswa kita menimba ilmu di luar negeri yaitu untuk meningkatkan kompetensi terlepas dari situasi apapun di mana hal ini dipahami oleh seluruh pihak terkait," imbuhnya.

Ia menjelaskan, para mahasiswa peraih beasiswa IISMAVO diharapkan kembali dengan keterampilan yang dibutuhkan industri dan pendidikan vokasi di Indonesia sesuai kompetensi.

"Output dan outcome yang diharapkan dari awardee sekembalinya mereka dari UK agar mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri dan pendidikan vokasi di Indonesia sesuai kompetensinya masing-masing," kata Hilda.

"Di samping itu, awardee diharapkan memiliki soft skills, seperti kepemimpinan yang tinggi, mandiri, tangguh, bertanggung jawab, dan communication skills yang baik," sambungnya.

Salah satu awardee, Faishal Hanif Permata, mengungkapkan kebahagiaannya setelah melalui rangkaian seleksi. Mahasiswa Prodi D4 Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini berangkat bersama penerima beasiswa pertukaran pelajar IISMAVO lainnya yang berasal dari 18 perguruan tinggi penyelenggara pendidikan vokasi.

"Meski berangkat dengan berbagai ragam latar belakang, saya berharap agar teman-teman dapat bersama-sama menjalankan program ini dengan baik dan lancar sehingga bisa mendapatkan capaian yang bermanfaat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu proses keberangkatan ini," kata Faishal dalam keterangannya.

"Doakan kami dapat menjalankan program ini dengan lancar dan pulang ke Indonesia dengan membawa banyak pengalaman yang bisa berkontribusi bagi program ini, kampus, dan negara. Doakan kami pulang dengan sehat walafiat," imbuh Faishal.

Pemberangkatan Mahasiswa Penerima Beasiswa IISMAVO ke Inggris

Keberangkatan mahasiswa awardee IISMAVO ini dilepas langsung oleh Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (APTV), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Beny Bandanadjaja.

Beny menuturkan, ia berharap besar agar para penerima beasiswa dapat memahami perannya sebagai pemuda bangsa selama menjalani kegiatan IISMAVO. Ia juga meminta agar para mahasiswa bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab sebagai pelajar, duta budaya, dan duta vokasi Indonesia di negara tujuan.

"Jaga baik nama Indonesia, nama baik Kemendikbudristek, dan nama baik vokasi, karena kesuksesaan Anda adalah kesuksesan vokasi," ujar Beny dalam arahannya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

Pelepasan luring baginya juga jadi dukungan nyata Kemendikbudristek terhadap para awardees dalam mengikuti IISMAVO Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

Koordinator Kerja Sama Luar Negeri Pendidikan Vokasi Cecep Somantri menuturkan potensi pertukaran pelajar IISMAVO untuk pembelajaran hingga cara pandang mahasiswa.

"IISMAVO bukan sekadar bentuk implementasi kebijakan Merdeka Belajar. Lebih dari itu, secara filosofis, IISMAVO adalah media krusial yang diharapkan mampu memperluas wawasan dan cara pandang mahasiswa. Dengan menempuh pendidikan di luar negeri, meskipun singkat, dampaknya bisa jadi sepanjang hayat," terang Cecep.

Orang tua awardee asal Universitas Padjadjaran (Unpad), Ria Elisabet, berpesan agar para mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan di Inggris pada program beasiswa pertukaran pelajar ini.

"Gunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk melakukan studi, menambah pengetahuan dan studi banding. Harus tetap kompak dan selalu menjunjung tinggi budaya Indonesia agar nanti Indonesia bisa selalu diingat sebagai bangsa yang baik dan sopan," pungkas ibu Mathew Timothi tersebut.



Simak Video "Motif Pembunuhan Mahasiswa Unpad: Sakit Hati Foto Aib Akan Disebar"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia