Mahasiswi UI Ida Ayu Sandang Gelar Doktor di Usia 26 Tahun & Raih IPK 4

Mahasiswi UI Ida Ayu Sandang Gelar Doktor di Usia 26 Tahun & Raih IPK 4

Devi Setya - detikEdu
Senin, 12 Sep 2022 18:00 WIB
Mahasiswi UI Ida Ayu Sandang Gelar Doktor di Usia 26 Tahun
Ida Ayu yang Sandang Gelar Doktor di UI Foto: Humas UI
Jakarta -

Wanita pemilik nama lengkap Ida Ayu Nyoman Titin Trisnadewi menjadi salah satu dari 23 peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4 atau sempurna pada wisuda Universitas Indonesia (UI) 2021/2022, 10-11 September 2022. Ia juga resmi menyandang gelar doktor pada usia 26 tahun.

Dikutip dari keterangan tertulis UI, Ida Ayu yang asli berdarah Bali ini merupakan mahasiswa S2 pada Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik (FT). Ida Ayu merasa senang sekaligus bangga atas pencapaian yang diraihnya.

Menyandang gelar doktor di usia 26 tahun

Ida Ayu bukan hanya sukses meraih IPK sempurna dengan angka 4. Tetapi juga berhasil menyelesaikan studi doktornya di usia 26 tahun.

Tak pernah terbayangkan bagi Ida Ayu bisa menjadi mahasiswa UI dengan predikat ini.

"Saya merasa sangat terhormat dan senang sekali dengan pencapaian ini. Dulu, tidak pernah terpikir untuk kuliah hingga S3 apalagi di UI. Namun, kehendak Tuhan membukakan jalan yang luar biasa, sehingga saya mendapatkan beasiswa S2-S3 sekaligus di UI, menyelesaikan studi tepat waktu dengan IPK terbaik, dan bisa menyandang gelar doktor pada usia 26 tahun," kata Ida Ayu.

Ia juga mengungkapkan ucapan terima kasihnya kepada keluarga dan seluruh pihak yang telah mendukung selama menjalani perkuliahan. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada dirinya sendiri.

"Terima kasih untuk diri saya sendiri yang sudah kuat berjuang dan bertahan hingga di titik ini," lanjut Ida Ayu.

Penerima beasiswa PMDSU

Ida Ayu merupakan penerima beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti). Selama menjalani proses perkuliahan, tentu banyak rintangan yang dilewati Ida Ayu.

Salah satunya adalah proses belajar secara daring selama pandemi COVID-19. Hal ini sempat dianggap sebagai penghambat. Ida Ayu bahkan sempat mengalami kemunduran perkembangan penelitian di laboratorium lantaran kampusnya ditutup total.

Sebagai mahasiswa teknik dengan riset eksperimen, bekerja, dan melakukan penelitian di laboratorium adalah hal yang sangat penting baginya.

Diakui Ida Ayu, pihak kampus membantunya melalui berbagai fasilitas. UI memberi kemudahan akses untuk berbagai jurnal internasional yang dibutuhkan Ida Ayu. Akses ini juga diberikan secara gratis.

Kemudian ada juga fasilitas buku di perpustakaan, fasilitas uji similaritas jurnal gratis, aplikasi microsoft student gratis, dan fasilitas lain untuk mendukung proses perkuliahan dan riset.

"Selain pemanfaatan fasilitas, komunikasi dengan pembimbing juga merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan riset. Masukan dan arahan dari pembimbing dapat memperkaya dan menajamkan penelitian. Selain itu, memperbanyak relasi di luar kampus, seperti dengan lembaga riset lain juga dapat membantu seseorang mendapat informasi dan wawasan sebagai penunjang penelitian," ujarnya.

Disertasi Ida Ayu untuk gelar doktor ini berfokus pada manajemen energi khususnya di bidang bangunan. Dengan menggunakan Phase Change Material sebagai material penyimpan panas, panas yang diterima bangunan diharapkan dapat berkurang.

Dengan penelitian ini, Ida Ayu berharap dapat mengembangkan hasil penelitian dalam skala yang lebih luas dan bisa diaplikasikan, sehingga dapat memberikan sumbangsih wawasan untuk masalah energi yang ada, khususnya di Indonesia. Melalui riset ini juga diharapkan ke depannya akan bisa menghasilkan material yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.



Simak Video "Polisi Jawab Kritikan soal Penanganan Kasus Tewasnya Mahasiswa UI"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia