Konservasi Bibit Mangrove di Bali, Cara Ajak Generasi Muda Sadar Lingkungan

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 31 Agu 2022 17:30 WIB
Sejumlah karyawan Traveloka melakukan penanaman bibit bakau di Hutan Mangrove, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, Selasa (26/7/2022).
Foto: Dok. Traveloka/Ilustrasi Konservasi Mangrove
Jakarta -

Djarum Foundation melalui program Djarum Trees For Life (DTFL) terus melakukan upaya pelestarian lingkungan. Salah satunya dengan penanaman dan konservasi hutan mangrove di pesisir pantai Indonesia.

Djarum Trees For Life telah terbentuk pada 1979. Diawali dengan penghijauan di kota Kudus, program ini telah menanam lebih dari 2 juta pohon.

Program ini memiliki pusat pembibitan tanaman untuk mendukung program penanaman trembesi, konservasi di sekitar pantai, dan juga konservasi hutan.

Berbagai program dijalankan berkesinambungan dan saling melengkapi, demi masa depan lingkungan Indonesia yang lebih baik.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum. menyampaikan bahwa mangrove punya manfaat yang sangat penting.

Bukan hanya secara lingkungan saja, namun juga untuk sosial dan ekonomi.

"Dengan manfaat yang tinggi kita berupaya melestarikan mangrove bahkan pada area yang bagus dan cocok sebagai area mangrove. Kita usahakan untuk rehabilitasi," ucapnya dalam acara Penanaman dan Konservasi 5.000 Bibit Mangrove untuk Proteksi Ekosistem Pesisir Provinsi Bali, Rabu (31/8/2022).

"Harus bersama-sama melestarikan mangrove bukan hanya supaya tanamannya saja, tapi karena kita sadar betapa manfaatnya sangat penting bukan hanya sosial, tapi juga ekonomi dan lingkungan," imbuh Dyah.

Keberadaan Hutan Mangrove di Bali

Gubernur Provinsi Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., melalui keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa Provinsi Bali memiliki kawasan hutan mangrove seluas 3.000 hektare.

Dari jumlah tersebut sebesar 44% (1.373,50 ha) ada di kawasan hutan Tahura Ngurah Rai. Kawasan Hutan Tahura Ngurah Rai memiliki 17 spesies Mangrove sejati (true mangrove) dan 16 spesies mangrove ikutan (mangrove associate), di samping itu juga terdapat berbagai jenis burung, kepiting, dan ikan yang hidup di dalam kawasan ini.

"Seiring berjalannya waktu luas hutan mangrove Tahura Ngurah Rai mengalami penurunan diakibatkan berbagai hal di antaranya adanya konservasi kawasan hutan untuk berbagai kepentingan publik dan program nasional yang tidak dapat dihindari," jelasnya.

Hal ini dikarenakan posisi kawasan Tahura Ngurah Rai yang sangat strategis berada pada pusat pertemuan industri pariwisata wilayah Sanur, Kuta, dan Nusa Dua.

Manfaat Hutan Mangrove

Gubernur juga menjelaskan mengenai hutan mangrove yang memiliki fungsi besar bagi lingkungan hidup yakni:

- menjaga garis pantai agar tetap stabil

- melindungi pantai dan sungai dari erosi serta abrasi

- sebagai tempat hidup biota laut untuk berlindung dan mencari makan

- menghasilkan oksigen

- menahan tiupan angin kencang dari laut ke darat

- mengendalikan perubahan iklim

- menyerap karbon

Oleh karena itu diperlukan upaya untuk memperbaiki dan melestarikan hutan mangrove. Caranya adalah sebagai berikut.

1. Penanaman kembali hutan mangrove

2. Pengaturan tata ruang wilayah pesisir

3. Penegakan hukum terhadap pelanggaran bidang kehutanan

4. Pembersihan dan pembebasan mangrove dari pencemaran sampah plastik yang mengganggu pertumbuhan dan kesehatan mangrove.

"Pelestarian kawasan mangrove di Bali bukan hanya tanggung jawab Pemprov Bali namun menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat dan stakeholders untuk turut serta melakukan upaya pelestarian sejalan dengan Pergub No. 24 tahun 2020 tentang Perlindungan Sungai, Mata Air, Danau, dan Laut," paparnya.

Nilai Guna Hutan Mangrove

Senada dengan Gubernur Bali, Dr. Soni Trison, S.Hut., M.Si., Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), juga mengungkapkan bahwa hutan mangrove Indonesia yang seluas 3.364.076 ha, berpotensi memiliki nilai valuasi hutan mangrove nasional per tahun ialah Rp 156 triliun.

Bahkan total luasan hutan mangrove nasional dapat menyerap total 3,15 miliar ton per tahun.

Pemanfaatan hutan mangrove di lokasi penelitian mencakup kegiatan ekstraksi hasil laut/payau berupa penangkapan ikan, kepiting dan kerang, budidaya ikan/kepiting, dan pengembangan makanan berbahan dasar dari tumbuhan/fauna yang berasal dari mangrove.

Adapun mangrove juga memiliki nilai guna dan nilai pilihan. Nilai guna tidak langsung yaitu manfaat hutan mangrove sebagai pemecah ombak pengembangan wisata.

Sedangkan nilai pilihan adalah manfaat untuk mempertahankan penggunaan barang, jasa, dan sumber daya lingkungan pada masa yang akan datang. Nilai total valuasi ekonomi ini bisa mencapai Rp 104 juta.

"Penanaman yang akan dilakukan dengan 5.000 bibit di Bali dapat menghasilkan mangrove yang bisa menyerap karbon 468,69 ton per hektare," ucap Soni.

"Untuk para mahasiswa khususnya, mari kita buat action yang nyata. Mari sama-sama diperluas (untuk gerakan konservasi mangrove)," imbuhnya.

Darling Squad dalam Konservasi Mangrove

Sementara itu, Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji mengapresiasi keberadaan Darling Squad yang turut berpartisipasi aktif dalam mendukung pelestarian lingkungan di wilayah pesisir pantai Bali ini.

Supanji menilai, anak-anak muda patut diapresiasi semangatnya karena bisa menularkan hal baik kepada yang lainnya.

"Semangat untuk menularkan kepada anak-anak muda lain. Anak muda memiliki komunikasi yang bagus. Mereka sangat antusias mengikuti program konservasi ini," ucapnya.

"Kita harapkan semangat mereka selalu menyala terhadap lingkungan untuk tetap peduli. Semoga bisa mempercepat lingkungan kita menjadi lebih baik," tutup Soni.



Simak Video "Ekowisata Mangrove Perancak Bali Suguhkan Jogging Track di Dalam Hutan"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia